Happy reading...
💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
Silvy masih terus menangis didekapan Raka. Raka pun masih terus berusaha menenangkan Silvy.
Sewaktu Raka membalas ucapan dari lelaki yang tidak ia ketahui namanya, Raka langsung menarik tangan Silvy untuk masuk ke mobil nya.
"Sil, lo pantas kok dijadikan kebahagiaannya Banna. Lo bukan parasit dikehidupan Banna yang seperti di katakan cowok tadi. Lo pantas, bahkan lebih pantas. Jadi sekarang jangan nangis lagi." Pujuk Raka mencoba menenangkan Silvy lagi.
"Tapi Ka, yang dikatakan Azad tadi semuanya bener. Gue emng ngga pantas dikatakan kebahagiaan untuk Banna. Banna selalu buat gue bahagia. Tapi gue? Apa yang udah gue lakuin buat Banna Ka! Apa?" Tangis Silvy semakin kencang sekarang. Ia memang tidak pantas untuk dijadikan pacar Banna. Ia tak pantas atas apa yang telah kasih padanya.
Raka menggeleng.
"Ngga Sil, itu semua ngga benar. Lo ngga boleh terhanyut dengan omongan dia. Lo ngga boleh dengerin apa yang dikata kan cowok tadi okey. Sekarang lo harus denger kata gue,"
Raka menangkup wajah Silvy dengan kedua tangannya.
"Lo pantas jadi kebahagiaan Banna. Lo pantas untuk dibanggakan Banna sebagai pacarnya. Lo pantas yang paling disayang sama Banna" ucap Raka.
Silvy menatap kedua bola mata Raka.
"Apa yang lo ucapin ini, hanya untuk gue terlihat tenangkan Ka?"
Raka tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Ngga, semua yang gue ucapin sama lo ini semuanya benar adanya."
"Kenapa lo peduli sama gue Ka?" Tanya Silvy.
Ia bersyukur memiliki sosok yang perduli lagi setelah keluarga dan sahabatnya. Tapi, Silvy masih tidak tahu kenapa Raka begitu peduli padanya.
Raka terdiam sebentar. Ia menatap wajah Silvy dengan lekat.
"Karna rasa peduli gue timbul begitu aja saat gue ngelihat lo nangis Sil, dan rasa cinta yang gue punya ke lo semakin nyata." Jawab Raka dalam hati.
"Ka?" Panggil Silvy.
"Eh. Iya Sil"
"Gue tanya, kenapa lo peduli sama gue?"
"Karna gue temen lo, lo temen gue. Jadi gue berhak perduli dengan teman gue" balas Raka.
Silvy mengangguk. Lalu tersenyum kearah Raka dan memeluk Raka dengan erat.
"Makasih ya Ka, lo udah perduli sama gue. Gue sayang lo deh" ucap Silvy didalam pelukkannya ditubuh Raka.
Deg
Jantung Raka berdegub dengan sendirinya. Ketika Silvy berkata ia menyayangi dirinya. Namun Raka tahu arti dari kata sayang yang Silvy maksud.
"Iya sama-sama" balas Raka.
Silvy melepaskan terlebih dahulu pelukkan diantara mereka. Ia menatap Raka.
"Ka, Banna nitip makasih sama lo" kata Silvy enteng.
"Makasih? Untuk?"
"Makasih untuk udah jaga gue katanya"
"Oh, emang lo udah ketemu Banna?"
Silvy terdiam lagi. Lalu menundukkan kepalanya.
"Ngga, Banna nitipkan makasihnya buat lo dari mimpi gue kemarin. Kemarin gue mimpi ketemu sama dia. Kita bercanda bareng lagi Ka, terus dia bilng ke gue. Untuk ngga usah cari-cari dia lagi. Dia juga bilang makasih sama lo, karna dimimpi itu gue cerita tentang lo yang selalu nemenin gue. Di mimpi itu lo tahu? Itu seperti nyata Ka."
Raka menoleh sebentar melihat Silvy yang menundukkan kepalanya. Lalu ia meraih tangan Silvy dan menggenggamnya dengan erat. Raka memberikan kekuatan lewat genggaman tangannya pada Silvy.
"Udah, sekarang jangan sedih lagi ya. Ngga capek apa nangis mulu. Mata lo udah kayak mata panda juga. Masi aja mau nangis"
"Ih Raka mah!"
💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
Pendek kali ya? Maaf deh.
Tapi jngan lupa Vote + comen kalian ya
KAMU SEDANG MEMBACA
Banna, where are you?
Novela Juvenil[COMPLETED] SUDAH DI REVISI YA😊 Banna dan Silvy adalah 2 insan remaja yang saling mencintai, menyayangi, dan juga melindungi. Cinta yang dimiliki mereka berdua tidak dapat diragukan lagi. Namun, disetiap hubungan memang tidak dapat untuk kita hind...
