30. Hari Terbahagia

1.8K 84 0
                                        

Kiara langsung menyeruput minuman cappucino yang dipesannya, itu membuat Dinda menaikkan alisnya bingung.

“Lo kenapa sih, Ki?”tanya Dinda.

Kiara menghentikan minumnya dan menghela nafasnya, “Gue abis ketemu Karel di rumah sakit.”

Dinda lalu dibuat sukses ternganga, “Demi apa?”

“Demi Lee Jong Suk yang gantengnya gak abis-abis.”ucap Kiara menggebu-gebu.

Dinda mengerucutkan bibirnya sebal, “Ih gue serius tauk!”

Kiara memutar bola matanya, “Gue lebih serius Dinda!”

“Terus gimana? Kalian balikan? Atau kalian justru udah merencanakan pernikahan?”tanya Dinda sambil tersenyum-senyum meledek.

Kiara menatap minumannya dengan sedih, “Buruk din.”

“Jangan bilang doi udah nikah?”tanya Dinda dengan terkejutnya.

Kiara menggeleng, “Belum, tapi akan. Dia bilang dia sudah punya calon istri.”

“WAH TAI TU COWO—“seru Dinda yang membuat seluruh pasang mata menuju ke arah mereka, Dinda langsung menunjukkan wajah manisnya, “Eh-eh wait, siapa tahu calonnya itu lo, ki.”

Kiara menyentil pelan dahi Dinda, “Lo tuh ya, kebanyakan makan micin, jadi suka khayal gini.”

Dinda mencebikkan bibirnya, “Ya kan gue cuman memprediksi aja, siapa tahu gue bener kan?”

Kiara mendecih, “Prediksi lo rata-rata salah semua.”

Dindapun meminum espresso-nya, lalu meletakkannya lagi di meja, “Yaudahlah, dia aja udah punya calon, terus lo nunggu apalagi? Nunggu mereka kawin, terus lo ancurin, gitu? Taunya ntar lo dilabrak anaknya.”

Kiara berdecak kesal, “Heh gue bukan pelakor kali! Lagian lo kayaknya emang kebanyakan makan micin deh ditambah dengan berita gosip-gosip.”

Kemudian handphone Dinda yang berada di atas meja bergetar, menandakan ada yang menelponnya.

“Kenapa sayang?”ucap Dinda melalui telepon.

Dinda memang sudah mempunyai suami, mereka baru saja melangsungkan pernikahan mereka di Bali lima bulan yang lalu, suami Dinda adalah seorang pengusaha yang sangat kaya raya, dan Dinda sekarang adalah seorang designer yang mempunyai butik hasil designnya sendiri.

Dinda lalu menutup teleponnya, dan memasukkannya ke dalam tas.

“Ki, mas Gama nyuruh gue pulang dia mau ngajak gue ke acara nikahan temannya.”ucap Dinda.

Kiara menatap Dinda sebal, “Gue kan belum selesai cerita din. Mana gue gak bawa mobil lagi.”

“Bukannya lo bawa mobil?”

“Tadinya gue bawa, terus nyokap minjem mobil buat ke arisan, terus gue kesini pakai taksi doang.”jelas Kiara.

Dinda mengangguk-angguk mengerti, “Yaudah gue anterin deh pulang ke rumah.”

Kiara lalu tersenyum , “Nah gitu dong, jadi hemat biaya kan gue.”

“Dasar lo dokter pelit!”ucap Dinda sambil tertawa kecil.

Kiara menunjukkan senyum manisnya, “Bukan pelit, tapi ini ngehemat!”

***

Sesampainya di rumah, Kiara bingung kenapa ada dua mobil asing di halaman rumahnya, itu bukan mobil kedua orang tuanya dan Kiara berjalan dengan sangat takut-takut. Seingat Kiara, ia tidak mempunyai hutang kepada siapapun, dan pasien-pasien kecilnya pun tidak ada yang dendam kepada Kiara.

Noisy and QuietCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang