Disinilah Kiara dan Saufi, di salah satu cafe yang ada di Jakarta. Setelah berada di mobil dengan berdiam-diaman karena Saufi bilang akan menjelaskannya di cafe ini. Kiara bahkan masih sangat bingung, kenapa suatu kebetulan harus melibatkan dirinya? Kenapa Saufi adalah orang yang sangat dibenci Karel? Kiara sangat bingung memikirkan teka-teki hidup ini.
Pelayan cafe meletakkan dua gelas cappuccino, sepotong tiramisu cake, dan sepotong cheese cake. Kiara dengan tiramisu cakenya dan Saufi dengan cheese cakenya.
Kiara memotong sedikit kuenya, "Sumpah gue masih bingung."celetuknya.
Saufi tersenyum tipis, dan memakan chesse cakenya, "Maafin gue yang mendadak minta ketemuan gini ki. Tujuan gue emang mau jelasin masalah ini. gue mau minta bantuan lo, buat jelasin ke Karel."
Mengingat Karel membuat Kiara menjadi sedih, dan Saufi menangkap raut wajah Kiara yang mulai berubah.
"Lagi ada masalah sama Karel?"
Sudut bibir Kiara sedikit terangkat dan menghela nafasnya, "Kentara banget ya?"
Saufi terkekeh, "Iya." Jawabnya, kemudian ia menyesap cappuccino dan berkata, "Lo pacaran sama Karel?"
Kiara menggeleng dengan lesu, "Gak mungkinlah gue pacaran sama dia, yakali gue pacaran sama cowok yang masih nyimpan rasa dengan cewek lain. Haha." Ucap Kiara sambil berpura-pura tertawa.
Saufi mengangguk paham dengan ucapan Kiara, "Gue ngerti nih. Setahu gue sih, cuman satu cewek yang bikin Karel jatuh cinta."
Kiara mengangguk-angguk dengan lesu, "Iya cuman satu."
Raut wajah Saufi mulai berubah, "Satu-satunya cewek yang bikin dia jatuh cinta itu udah meninggal, ki. Karel nyalahin gue atas kepergian cewek itu, dan itu bikin gue merasa sangat bersalah selama tiga tahun ini."
Perkataan Saufi membuat Kiara sukses ternganga, "Se—serius lo?"
Saufi mengangguk.
"Harusnya gue dengerin penjelasan kak Karel dulu, bukannya malah jauhin dia."ucap Kiara sambil menitikkan air matanya.
Saufi tersenyum tipis, "Udah tiga tahun, dan Karel masih nyimpan rasa sama dia. kalau aja, tunangan itu gak pernah terjadi. Pasti mereka udah bahagia."
Kiara mengernyit bingung, "Gue gak ngerti."
Saufipun menceritakan semuanya, bagaimana Karel bisa sedekat itu dengan Dhea, bagaimana mereka berdua bisa memendam perasaan masing-masing, yang sampai akhirnya Dhea mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Tentang pertunangannya dengan Dhea, sampai perempuan itu diambil oleh tuhan. Kiara sukses merasa bersalah dengan Karel.
Wajar Karel belum bisa hilangin perasaannya terhadap Dhea, Kiara sangat memakluminya. Kalaupun Kiara berada diposisi Karel, iapun bakalan seperti itu juga.
"Gue minta bantuan lo buat jelasin semuanya dengan Karel."ucap Saufi.
Kiara menggeleng, "Gue gak yakin bisa jelasin semuanya. Gue sendiri jauhin kak Karel."
Saufi memohon sekali lagi dengan Kiara, "Ki, cuman lo satu-satunya perempuan yang dekat dengan Karel. Gue yakin lo bisa."
Kiara mengernyit bingung, "Kenapa lo yakin sama gue?"
Saufi tersenyum tipis, "Gak tahu ya bener apa gak. Tapi, yang pasti pas kemaren Karel gak sengaja nampar pipi lo itu, wajahnya cemas dan merasa bersalah. I think he's got crush on you."
Kiara tertawa kecil dan menggeleng, "Lo sendiri tahu, kalau satu-satunya perempuan yang dia cinta cuman Dhea. Just Dhea, not anyone else. Gue sendiri gak yakin bisa nempatin tempat dihatinya kak Karel."
KAMU SEDANG MEMBACA
Noisy and Quiet
Teen FictionKiara Putri Dinata mengira kehidupan anak SMA itu menyenangkan, seperti yang Kiara tonton di drama korea koleksinya dan juga di novel-novel teenlitnya. Tapi, ekspetasi sangat berbanding terbalik dengan realita yang ada. Ini semua gara-gara ada salah...
