Suara gemricik air membangunkan Nayeon. Membuka matanya perlahan menatap langit-langit yang terlihat mewah. Sangat berbeda dengan apartemen yang ia tinggali selama di London, yang hanya berukuran kecil. Terlalu nyaman sehingga Nayeon ingin menutup matanya kembali, namun ia tersadar jika ia bukan berada di apartemennya.
Nayeon telonjak untuk bangun dari tidurnya, menyapu semua yang ada di sekelilingnya dengan netranya yang masih setengah sadar.
Tunggu, ini bukan di apartemenku, batin Nayeon.
Ia mendengar sumber suara berasal dari pintu kamar mandi yang setengah terbuka tak jauh dari tempat tidur yang ia duduki saat ini. Nayeon berusaha mengingat kejadian semalam, namun ingatannya sangat buruk sehingga tak bisa mengingat sama sekali, ia hanya ingat jika ia masuk ke dalam club.
“Oh my god! Jangan-jangan!” Nayeon melihat tubuhnya yang untungnya masih berpakaian lengkap.
Nayeon segera turun dari tempat tidur dan mengambil coatnya yang tersampirkan di sofa kamar tersebut. Dengan jalan mengendap-edap agar seseorang yang sedang berada di kamar mandi tidak mendengar.
Namun, hari ini bukan hari keberuntungan Nayeon. Saat Nayeon menuju pintu kamar, pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan seorang pria berkulit putih pucat yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya.
“Hei Nona!” Yoongi memanggil Nayeon yang membelakingnya.
Langkah Nayeon terhenti sejenak. “Ya?” masih dalam posisi membelakangi Yoongi, Nayeon benar-benar tak ingin menatap pria asing itu, ia sangat malu.
“Kau orang Korea?”
Nayeon berbalik menatap Yoongi. “Bagaimana kau tahu? Kau mengikutiku?” ucap Nayeon dengan bahasa Korea.
“Tentu aku tidak mengikutimu, aku mendengarmu mengumpat beberapa kali dengan bahasa Korea.”
“Saat aku mabuk?”
Yoongi mengangguk.
“Jadi bagaimana bisa aku berada di sini? Oh by the way, bisakah kau memakai pakaianmu dulu, itu sangat mengangguku.” Nayeon meninggalkan kamar untuk memberi ruang pria asing yang baru ia temui.
Yoongi tersenyum. “Lucu sekali.” gumamnya.
***
Nayeon keluar dari kamar dan melihat sekeliling ruangan apartemen pria asing itu. Terlihat jelas jika pria itu adalah seorang pecinta musik. Terdapat piano yang menghiasi sudut ruangan, dan beberapa hiasan dinding yang berbau musik seperti jam dinding berbentuk violin atau meja yang berbentuk cello.
Nayeon tersenyum remeh. “ I hate this, but I loved too.” gumamnya.
Yoongi keluar dari kamarnya dan sudah menggunakan pakaian lengkap dan melihat Nayeon yang sedang berdiri bersandar di dinding sambil memangku coat dengan tangannya. “Kau boleh duduk.” Yoongi mempersilahkan.
“Tak perlu, aku harus segera kembali.”
“Baiklah..” Yoongi pun ikut bersandar di dinding tepat di seberang Nayeon.
“Jadi bagaimana aku bisa disini?”
“Aku menolongmu dari orang asing yang menginginkan tubuhmu.”
Nayeon membelalakan bola matanya. “Maksudnya?”
“Kau sedang mabuk dan megumpat dengan bahasa Korea, bartender mengira aku adalah temanmu jadi dia menyuruhku untuk membawamu pulang, awalnya aku menolak tapi ada pria gila yang menginginkanmu, jadi aku mengaku jika kau kekasihku.” jelas Yoongi.
“Kekasih?! Oh it’s ok, terima kasih sudah menolongku. Tapi kita tidak melakukan sesuatu kan?”
“Tentu tidak, aku menidurkanmu di tempat tidur dan aku tidur di sofa.”
“Benarkah? Terima kasih. Oh aku harus kembali.” Nayeon meninggalkan dinding ia ia sandari.
“Oh siapa namanmu?” ucap Yoongi terburu sebelum Nayeon meninggalkan apartemennya.
“Aku Im Nayeon.”
“Aku Min Yoongi.”
“Senang bertemu denganmu Yoongi.” Nayeon tersenyum hangat pada Yoongi sebelum meninggalkan apartemen.
Yoongi tak seburuk yang Nayeon kira, ia pria yang sangat baik. “Wajahnya seperti tidak asing.” gumamnya tepat setelah menutup pintu apartemn Yoongi.
Jujur saja semalam Yoongi perang batin dengan dirinya. Hasrat prianya tiba-tiba muncul saat melihat Nayeon tertidur di tempat tidurnya. Ingin sekali ia mencium bibir cherry milik Nayeon, tapi ia sangat menahannya. Ia benar-benar pria brengsek jika melakukannya.
***
Sorry 2 minggu kedepan bakal absen update dulu ya, thank youu❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody✔
FanfictionPria yang ia cintai pergi meninggalkannya demi menikahi wanita lain. Hubungan yang mereka jalani selama 6 tahun harus berakhir. Namun, kesedihan Nayeon tak berlarut-larut ketika Yoongi tiba-tiba muncul dalam kehidupannya. "Her voice suddenly stuck i...
