Alone

65 13 0
                                    

Akhirnya mobilku berhenti di suatu tempat yang penuh kenangan. Rasa sakit di kaki ku serasa tidak ada karena telah digantikan dengan rasa sakit dihati.
Entah kenapa kali ini aku tidak sanggup menahan beban yang kau berikan sendirian, aku membutuhkan seseorang yang dapat menguatkanku. Aku tidak menghiraukan kakiku lagi aku hanya butuh orang yang bersedia mendengarkan ceritaku.

***

Tempat peristirahatan Moon Ji Soo

"Unni, apa kabar mu disana? Apakah disana menyenangkan? Apakah bisa aku ikut bersama Unni?"

Air mataku tak bisa dibendung lagi satu persatu lolos dari mataku.

"Aku lelah menggunakan topeng kebahagiaan, aku lelah berpura-pura. Seakan sejuta topeng yang kugunakan selama ini telah jatuh, aku sudah tak mampu menahan kebohongan-kebohongan yang kulakukan."

"Kenapa kau memberiku kebahagiaan dan keindahaan yang tak mampu kujaga. Dia benar-benar tidak bisa mulapakanmu sampai sekarang. Bahakan Jia pun sekrang tidak mengangaapku. Kenapa dia membuatku seburuk ini Unni... " (nangis kejer)

Aku menumpahkan semua perasaanku hingga aku merasa pusing dan akhirnya terjatuh di peristirahatan Ji Soo unni.

Sebelum semuanya gelap aku sempat melihat seseorang menghampiriku dan kalimat terakhir yang aku ingat

" izinkan aku untuk berhenti"

Hal terkahir yang ku ingat dia menolongku.

Saat aku membuka mata ada seorang lelaki yang sangat tampan bakan melebihi suamiku.
Maafkan istrimu ini khilaf. Tapi apa peduli Yonggi terhadapku dia bahkan tidak menelponku setelah aku menghilang.
"Siapa kamu?"
tanyaku pada lelaki yang berdiri disamping tempat tidurku.

"Kim Namjoon apa kau tidak mengenaliku Moon Sua?"

"Ouhh.. Tau namaku dari mana?"

Dia pergi tanpa menjawab hanya tersenyum

Pov (Kim Nam Joon)

Aku melihat seorang wanita yang tidak asing berjalan pincang menuju tempat peristirahatan yang berada di bukit paling atas.

Aku memutuskan untuk mengikutinya dan langkahnya berhenti di makam paling ujung. Betapa terkejutnya aku ketika dia menyebut JiSoo Unni.
Wanita yang sedang memandangi makam itu adalah Sua adik dari Jisoo.

Sudah lama sekali aku tidak melihat Sua setelah kepergian Jisoo.

Akhirnya aku melihatmu Sua, aku merindukanmu ~ Nam Joon

Aku berdiri dikejahuan dan melihat wanita itu menangis sejadi-jadinya. Aku merasa kasihan dengan melihat dia menangis seperti.

Aku sedikit mendengar cerita seorang adik ke kakaknya tersebut. betapa berat beban yang ditanggungnya.
Sontak aku berlari kearah Sua yang tiba tiba tumbang.

Dalam hatiku aku berjanji akan menghancurkan orang yang telah membuatmu menangis seperti ini.

Aku menggendongnya dan membawanya ke klinik terdekat untuk mendapat perawatan.
Aku memandangi wajah tenang dan cantik Sua. Wajah yang selalu kurindukan.

--- bold : Namjoon, biasa : Sua ---

"Siapa kamu?"

"Kim Namjoon apa kau tidak mengenaliku Moon Sua?"

"Ouhh.. Tau namaku dari mana?"
aku melangkah pergi sambil tersenyum tanpa menjawab.

Aku kembali bersama seorang dokter untuk memeriksanya. Setelah dokter selesai memeriksa dia kembali menangis.
"hyaaa kenapa menangis lagi, bukankah tadi kau sudah menagis sampai pingsan?"

"kenapa kau menolongku, seharusnya kau biarkan saja aku mati disana. Tidak ada yang peduli padaku bahkan sekalipun aku mati."

"Kau sudah gila Sua-ya. Sadarlah banyak yang ingin melihatmu bahagia. Aku salah satunya."

Dia terdiam sejenak mendengar perkataanku. Kemudian menangis lagi. Aku tidak mengerti apa yang terjadi.
Aku memeluknya erat sampai kurasa dia berhenti menangis dan ternyata dia tertidur.

Aku berjaga disana semalaman hingga pada akhirnya dia kembali bertanya siapakah aku sebenarnya.

"Sebenarnya kamu siapa? Kenapa menajagaku disini?"

"Kim Nam Joon."
jawaban singkat mebuat dia semakin berpikir keras.

"Adeknya Ji Soo nuna"

"Eh gila marga aja beda gimana jadi adeknya Unnn-- "

Dia langsung memelukku dan memukul punggungku.

" Nam Joon-a, kenapa baru muncul sekarang, apa kabar kamu?"

"Ha ha ha maaf baru bisa balik ke Korea"

Pov NamJoon --end

















Love is not overTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang