Love Destiny 6

5.7K 218 1
                                    

Bertemu denganmu mungkin takdirku walaupun lewat jalur seseorang.
Aku memilihmu bukan karena ketertarikan fisik yang kau miliki.
Aku memilihmu karena aku merasa kau pantas untukku dan membahagiakamu adalah tujuanku

♡ Farqah Ghifari♡

******

Siang hari ini Aqilla sudah berada dikediaman keluarga Wijaya dimana suaminya tinggal selama ini. Rumah yang pernah di tempati Ibrahim Wijaya dan Maura sang istri.

Rumah yang begitu luas, Aqilla menerawang  sekeliling rumah tampak begitu mewah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rumah yang begitu luas, Aqilla menerawang  sekeliling rumah tampak begitu mewah. Aqilla mendekatkan dirinya ke salah satu bingkai besar yang melekat di dinding ruang tamu.

"Itu adalah foto kedua orang tuanku," kata Farqah yang tepat beberapa langkah di belakang Aqilla.

Farqah mendekat berdiri di samping istrinya, "Pah mah istri ku akan tinggal disini kini aku takkan sendirian lagi," lanjut Farqah dengan menatap foto kedua orangtuannya.

Aqilla menoleh dan menatap suaminya hatinya merasa terhenyut mendengar kata-kata yang barusan Farqah ucapkan, tidak ada unsur keterpaksaan dalam setiap kata, Farqah menoleh dan tersenyum.

Farqah segera menggandeng tangan Aqilla, ia akan memperkenalkan asisten rumah tangga satu persatu kepada Aqilla.

"Apa kau lelah? Istrirahatlah!" Perintahnya. "Aku ada urusan bentar, nanti Bi'nah akan mengantarmu ke kamar!" lanjutnya.

"Baiklah," jawabnya singkat.

Aqilla melihat suaminya pergi hingga punggungnya menghilang di balik pintu. Sebenernya ia ingin bertanya akan pergi kemana atau ada urusan apa, akan tetapi gengsinya lebih besar dari pada rasa penasarannya itu.

"Mari nyonya saya antar!" ucap wanita parubaya itu yang sudah diketahui namanya.

"Jangan panggil aku nyonya , aku tak terbiasa," kata Aqilla dengan senyum tipisnya.

"Tapi kau-".

Potong Aqilla "Sudahlah panggil saja namaku, aku yang memintanya".

"Baiklah aku memanggilmu non Aqilla ini keingginanku," katanya dan di beri angkukan oleh Aqilla.

Bi'nah sapanya dia adalah asisten paling lama di keluarga Wijaya, sejak Farqah kecil Bi'nah sudah bekerja bersama suaminya. Aqilla sudah berada di kamarnya, ia mengedarkan pandangannya melihat seiisi kamar tidurnya. Begitu mewah dan elegan bahkan tiga kali lipat kamar miliknya dulu. Di kamar ini juga terdapat walk in closet beberapa pakaian Farqah dan juga miliknya sudah tersusun rapi.

Aqilla berasa begitu letih mungkin efek kemaren seharian dengan berbagai ritual pernikahannya. Bahkan semalam ia tak bisa tidur nyenyak. Aqilla merebahkan diri di kasur dan tertidur lelap.

Love DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang