MLIS 5

9.8K 937 15
                                        

Prilly diam tak bergerak merasakan kepala Ali dipundaknya. Ali tertidur dan bersandar padanya membuat ia tak berani bergerak.

Bangunin ga ya, tapi kasihan juga dia baru ketiduran dan tadi pagi bangun gara-gara aku.

Frans yang berada disebelahnya usil menggodanya membuat Prilly malu.

"Udah Pril, bangunin aja, toh ini bentar lagi nyampe loh, busnya nyari parkiran ini, nanti malah terlalu betah dipundak kamu," tawa Frans membuat Prilly cemberut.

"Nggak enak tahu om, dia kebangun gara-gara aku tadi pagi, masa sekarang aku bangunin dia lagi!" seru Prilly kesal membuat Frans terkekeh.

"Terus ya, dari tadi kayaknya dia ga tidur, habis aku tidur lalu bangun dia masih aja merhatiin luar kaca..." Ali bergerak mendengar suara berisik membuat Prilly menoleh dan diam.

"Stttt.. diam om!" cicit Prilly cepat membuat Frans geli.

"Kamu yang berisik dari tadi!" seru Frans membuat Prilly tersenyum geli.

Prilly kembali memperhatikan Ali yang sepertinya posisi tidurnya tak enak, lehernya bisa saja sakit jika terus bertumpu padanya.

Prilly memperbaiki posisi Ali tapi mendadak supir bus menginjak rem kuat sampai Prilly yang tak siap ikut maju depan begitu juga dengan Ali, mereka berdua tersantuk kursi depan dan juga tak sengaja keduanya juga ikut tersantuk karena terlalu berdekatan.

"Aduhh pak, ada apaan si nih!" seru Laura mengelus keningnya sakit.

"Kucing lewat dek, kalian turun aja dulu di sini, biar saya cari parkiran dengan supirnya!" seru Roni membuat mereka semua bersiap.

Ali mengerjapkan matanya dan memegang keningnya. "Sshhh...." Ali mendesis memegang keningnya yang tersantuk kepala Prilly.

Prilly pun menggosok kepalanya yang tersantuk. "Sakit banget..."

"Hati hati donk kurcil!" desis Ali kesal masih setengah sadar.

"Iya maaf, ini mobilnya rem mendadak tahu bukan salah aku, bener deh ga bohong!" seru Prilly balik membuat Frans tersenyum.

"Kepala kamu keras tahu gak!"

"Kalau lembek jeli Mister Kalag!" sahut Prilly membuat Ali mendesis kembali antara ingin marah bercampur menggosok kepalanya yang sakit membuat ia ingin segera menyemburkan kemarahannya pada Prilly. Tapi terhenti ketika mendengar tawa Frans dan Vanesa.

Frans tertawa geli. "Aduh, kalian lucu banget sih!" seru Frans geli. Prilly menoleh mendengar tawa menggoda Frans.

"Cieeee Prilly!" seru Vanesa membuat Prilly malu.

"Daritadi dekat dekat sih, apalagi pas dipundak, jadikan..." Frans sengaja menggantungkan kalimatnya membuat Prilly panik.

"Ih, om apaan sih!

"Ali, Ali! kamu tahu gak, si Prilly tadi nyari kesempatan banget..."

Prilly panik mendengar ucapan Frans. "Stop om, jangan sembarangan ih!" Frans dan Vanesa tertawa melihat Prilly membereskan barangnya dan bergegas keluar mengikuti peserta yang lain.

"Mister kalag, kita udah sampai, ayok turun!" seru Prilly cepat menarik Ali turun dari bus yang sudah berhenti.

Kemarahan Ali menghilang ia masih mencoba mengumpulkan nyawanya dan hanya mengikuti saja Prilly menariknya.

***

Mereka sekarang berada di museum Teddy Bear dan Prilly kegirangan berlari memasuki tempat sambil melepaskan tarikannya dari Ali.

My Love Is A Stranger (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang