MLIS 24 (END)

11.7K 1K 37
                                        

Ali masuk ke kantor dengan wajah masam. Ia tak bisa tidur tenang beberapa hari ini setelah pertengkaran yang terjadi antara ia dan Prilly di taman bermain.

Ali langsung berjalan masuk ke dalam ruangan Juwon tak perduli beberapa orang yang menyapanya karena ia tak minat untuk bercanda atau sekedar beramah tamah dengan orang.

"Kenapa?" tanya Ali langsung saat membuka pintu.

Juwon dan Aulia yang sibuk mengobrol terkejut. Juwon menatap Ali kesal dan mengelus dadanya tak percaya. Sedangkan Aulia kebingungan melihat Ali tiba-tiba masuk.

"Sorry Lia anak buah yang satu ini memang sedikit kurang ajar," ucap Juwon saat melihat Ali menarik kursi sebelah Aulia.

"To the point cepat karena gue banyak kerja sekarang Juon," ucap Ali.

Aulia tersenyum. "Kamu berantem sama Prilly makanya begini?" tanya Aulia membuat Ali menoleh.

"Ya, aku rasa kamu salah satu penyebabnya," sengit Ali membuat Juwon menggeleng.

"Lia, mengenai projek baru itu kita lanjut nanti, ada anak kecil yang kehilangan permen makanya ngambek gaje, nanti kita ketemu lagi!" seru Juwon membuat Aulia tersenyum mengangguk.

"Oke, bye and lo Li cepat baikkan karena Prilly juga jadinya diam dan males, terutama males makan," ucap Aulia geli membuat Ali menghela nafas.

"Gue panggil lo buat tagih kerjaan, kerjaan lo numpuk man beberapa hari ini, why? berantem?" tanya Juwon kesal.

"Udah gue selesaiin semua kemarin, udah gue kirim ke email lo," ucap Ali memijat kepalanya berdenyut.

"What happen, lo kalau berantem sama Prilly, aura lo jadi menyedihkan ya?" ucap Juwon geli sambil memakan makanannya di meja.

"Gue udah denger dari Aulia, jadi lo berantem gara-gara Laras, lo  membawa dia ke tempat lo dengan Laras?" tanya Juwon bingung.

"Ya, gue ga bermaksud mengingat Laras, gue hanya mau membawa dia ke tempat yang gue suka," ucap Ali pelan.

"Masalah bukan disitu man, masalah dia mau lo nembak dia, berhenti menunggu dan berpura-pura tak tahu maksud Prilly apa," ucap Juwon membuat Ali menghela nafas lagi.

Ali mendekat mengambil makanan Juwon. "Dia juga harusnya tahu tanpa diucapkan pun aku dan dia sangat terlihat seperti pasangan kekasih," ucap Ali membuat Juwon menggeleng tak percaya.

"Karena cewe butuh kepastian, ya agar dia merasa tenang bahwa lo miliknya walaupun bertemu mantan, atau bahas mantan, lalu karena status kalian gimana dia harus jelasin ke orang," ucap Juwon tertawa geli membuat Ali mencibir.

"Ya, gue harus ketemu dia, gue emang mau nembak dia kok, tapi dia keburu ngambek aja."

"Halah, alasan aja lo, manusia terlalu banyak mikir kayak lo mah akan susah ketemu cewe aktif kaya Prilly, ntar makan siang ikut gue, ada Prilly di sana," ucap Juwon membuat Ali tersenyum.

"U know me so well," ucap Ali kembali memakan makanan Juwon membuat Juwon menatap Ali sengit.

****

Juwon berjalan masuk duluan meninggalkan Ali diparkiran. Ali kesusahan mendapatkan parkiran ia membutuhkan waktu hampir 20 menit mencari tempat parkir. Ia masuk ke dalam restoran dengan kesal,apalagi setelah melihat Juwon sedang tertawa.

Seperti tertawa diatas penderitaan orang lain.

"Juon, lo ga bilang disini susah cari parkir ya, tahu gitu pake taksi online!" dengus Ali menarik kursi langsung duduk.

Prilly terkejut mendengar suara Ali disebelahnya dan kemudian Ali duduk. Prilly menatap Ali tak percaya.

"Sabar, gue udah pesenin sup cream!" seru Juwon membuat Ali mendengus.

My Love Is A Stranger (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang