Epilog 1

10.7K 971 18
                                        

Ali asik mengerjakan sesuatu di dalam laptopnya sambil sesekali meminum minumannya di meja kerja.

Prilly berjalan pelan masuk ke dalam ruangan Ali. Vino tersenyum mau menyapa tapi Prilly langsung memberi isyarat untuk tidak bersuara.

"Gantengku!" seru Prilly memeluk leher Ali dari belakang. Ali terkejut langsung menegakkan badannya yang tadi bersandar.

"Udah makan, aku bawa makan spesial ala Prillyasa!" seru Prilly senang menaruh nya dimeja Ali.

"Banyak kerja ya, aku ngangetin?" tanya Prilly panik membuat Ali tersenyum.

"Nggak, sini duduk, mau duduk di sini?" tanya Ali menepuk pahanya.

"Idih," seru Prilly meraup wajah Ali. Ali terkekeh berdiri memberikan kursinya untuk Prilly duduk.

Beberapa staff yang lewat tersenyum melihat Prilly. Hampir semua karyawan kantor mengenal Prilly, karena Prilly selalu datang dengan heboh menyapa Ali dan juga berpacaran sudah dua tahun lebih.

"Ehm mesranya, perasaan jadi pengen Laras kayak Prilly," ucap Vino membuat Ali menoleh.

"Ehm, mau tukaran?" tanya Ali santai membuat Prilly mengigit tangan Ali.

"Sakit!" seru Ali menggosok tangannya.

Prilly cemberut sambil membuka kotak makannya. Ali tersenyum mengacak rambut Prilly pelan.

"Yah, Pril, kamu ga mau sama aku, kalau kamu jatuh cinta sama aku gimana," ucap Vino geli membuat Prilly menggeleng tak suka.

"Maksa banget lo, gimana mau ditukar kalau yang ditukar ga mau!" seru Ali geli melihat Prilly menatapnya sengit.

Laras yang daritadi mendengar akhirnya masuk dan menarik telinga Vino. "Kamu bilang apa tadi, aku mau ditukar?" tanya Laras kesal menarik telinga Vino.

"Aduh duh, bercanda!" seru Vino menahan tangan Laras.

"Kamu ya, kita udah nikah 2 tahun kamu tetap aja kayak gitu!" seru Laras membuat Vino tersenyum mengambil sesuatu yang ia siapkan untuk Laras dibawah mejanya.

"Buat kamu!" ucap Vino membuat Prilly tertarik langsung berdiri.

"Itu trik, Ras, jangan percaya!" seru Ali membuat Laras tersenyum.

"Happy anniv," ucap Vino memeluk Laras dan membawa Laras keluar.

"Kita keluar aja daripada diganggu nyamuk," ucap Vino geli.

"Prilly duluan ya," ucap Laras melambai membuat Prilly tersenyum.
"Kamu harus pikirkan untuk mau ditukar sama Laras ya," tawa Vino geli membuat Prilly tersenyum bingung. Ali akhirnya menarik kursi Vino dan duduk, membiarkan Prilly kembali duduk dan sibuk menyusun makanan dimejanya.

"Mau ditukar ga?" tanya Ali sambil melihat bawaan Prilly.

Prilly memandang Ali garang. "Kamu belum move on dari Laras ya?" tanya Prilly kesal.

"Kok jadi aku," ucap Ali bingung sambil bersandar dikursi.

"Seharusnya mister Alifiandra yang terkenal sebagai penulis novel romantis bisa romantis, kenyataannya gak, coba lihat Ka Vino dikasi bunga, aku boro boro dikasi bunga, mimpi aja ga pernah," sindir Prilly membuat Ali tertawa.

"Ehm, gimana ya? Mau banget dikasi bunga, bunga apa?" tanya Ali geli.

"Apa kek, bunga apa aja, bunga bank kek," ucap Prilly kesal dan Ali hanya tertawa geli.

"Ingat kamu pernah ambil uang aku, 20 juta," ucap Ali santai sambil mengambil makanan dimejanya.

Prilly mencibir melihat kelakuan Ali. "Itu tuh ganti rugi handphone aku!" seru Prilly kesal.

My Love Is A Stranger (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang