Prilly asik memperhatikan keluar jendela. Biasanya Ali yang melakukan hal tersebut tapi kali ini Prilly yang asik menatap keluar dan sekitarnya karena mereka sedang menaiki kereta super cepat Jepang.
Tapi Prilly mulai bosan melakukan kegiatan tersebut. Ia mulai ribut dan menggangu Ali. Sedangkan Ali hanya bisa menatap Prilly gemas.
"Kita mau ke mana sih?" tanya Prilly frustasi.
"Sebentar lagi sampai!" seru Ali santai membuat Prilly cemberut.
"Daritadi bilang sebentar lagi, tapi kok ga sampe sampe, udah 3 jam loh, aku udah capek selfie dan pura-pura candid, aku udah bilangkan aku tuh ga tenang kalau ga dikasi tahu," elu Prilly membuat Ali menggeleng geli.
"Kamu tuh krasak krusuk ga jelas dari tadi, ga seru kalau kamu tahu, mending kamu tenang, sadar ga orang orang kereta aja sampe perhatiin kamu karena kamu terlalu heboh!" ketus Ali sibuk kembali dengan handphonenya. Saat Prilly melihat sekitar mengecek perkataan Ali benar atau tidak.
"Pinjam handphonenya, apa sih yang dilihat!" seru Prilly kesal tapi Ali langsung menyembunyikan handphonenya.
"Nggak!"
"Ish pelit banget, tukeran handphone deh, jadi impas!" seru Prilly membuat Ali menghela nafas karena Prilly terus tak mau mengalah.
Suara dari kereta yang berbunyi pada pemberhentian selanjutnya membuat Ali langsung bangun.
"Kita sampai ayo!" seru Ali langsung menarik Prilly keluar dari gerbong kereta.
Prilly terkejut ketika merasakan Ali menariknya cepat. Mereka kembali berjalan cepat keluar dari stasiun.
Ali langsung menaiki bus yang berhenti di halte dengan stasiun.
Prilly kembali cemberut melihat kegiatan tersebut.
"Naik bus lagi?" tanya Prilly kesal. Ia memilih berbicara sendiri karena jelas Ali akan mengatakan dirinya bawel.
"Sebentar lagi sampai!"
"Iya sebentar lagi!" seru Prilly malas mengulang kalimat yang terus dikatakan Ali dari tadi.
"Ini nama daerah apa sih, kamu yakin kan mister kita ga nyasar dan bisa balik ke hotel!"
"Aku ga mau jadi gelandangan Jepang ya, aku masih pulang ketemu mama!" seru Prilly panik membuat Ali antara kesal dan gemas membuat ia menarik kembali pipi Prilly.
"Sakit! sakit!" pekik Prilly membuat beberapa orang di bus tersenyum melihat kegiatan mereka.
"Berisik banget, ikutin aja!" seru Ali membuat Prilly cemberut sambil menggosok pipinya.
"Tindak kekerasan pada anak dibawah umur!" seru Prilly kesal.
"Ha.. Ha... Ha..." seru Ali kesal.
"Bukannya ada yang selalu ngaku dia tua ya, 23 tahun gitu katanya!" seru Ali membuat Prilly malu. Ia bersedekap dan menatap keluar jendela. Prilly memilih duduk di dalam biar Ali tak asik melihat keluar dan ngobrol padanya tapi mendadak ia kesal dengan Ali.
"Oh, jadi sekarang mau dibilang anak kecil gitu?" tanya Ali santai membuat Prilly kesal.
"Ih, bawel!" ketus Prilly membuat Ali tersenyum. Ali menepuk kepala Prilly pelan dan akhirnya memilih diam dan memainkan handphonenya kembali.
****
Setelah perjalan hampir setengah jam menaiki bus dan akhirnya turun disuatu tempat kembali. Sekarang mereka kembali berjalan kaki, sudah lewat beberapa menit dan Prilly mengikuti dengan malas. Ia menghela nafas panjang ketika Ali berjalan didepannya. Ia lelah karena tak tahu tempat tujuannya, tapi ia menyukai tempat tersebut udara segar dan pemandangan laut yang luas membuat ia tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Love Is A Stranger (END)
RomantikGadis berisik dan menyebalkan yang ia sebut si kurcil selalu menggangu kerja, kalau bukan karena kerja ia tak mungkin mengikuti tour ini, ia juga mengalami patah hati membuat ia mengiyakan perintah bosnya untuk pergi ke luar negeri menikmati hal hal...
