Prilly berlari masuk ke dalam Underwater Pattaya. Ia sebenarnya sangat menyukai laut hanya karena pernah terseret ombak, ia cukup takut menyentuh air laut.
Ali tersenyum bingung melihat kelakuan Prilly. Tak mau mendekati pantai tapi saat melihat laut ia yang pertama masuk tanpa perduli sekitar.
Ali tertarik memotret Prilly. Ia mengarahkan handphonenya saat melihat mata Prilly yang berbinar melihat kaca memperhatikan ikan ikan di dalam akuarium raksasa tersebut.
Ali tersenyum melihat hasil fotonya dan mencoba mengganggu kegiatan Prilly
"Matanya dikondisikan, kamu tahu ga, para ikan pasti tengah bergosip tentang kamu, mengatakan bahwa kamu akan memakan mereka, kamu terlihat kelaparan, nona kurcil!" ucap Ali membuat Prilly menoleh.
"Nggak kok, mereka memuji kecantikanku!"
"Nggak!"
"Iya!"
"Stop, capek aku ga mau berdebat ga penting!"
"Tapikan kamu yang ajak ngomong dulu, lalu aku juga mengatakan kenyataan yang sebenarnya!" seru Prilly membuat Ali mendengus kesal.
"HA.. HA.. HA.." ucap Ali sengaja karena ia capek berdebat dengan Prilly. Ia menyesal menganggu Prilly, jika ujungnya ia begitu kesal dengan kelakuan Prilly. Ali langsung berlalu membuat Prilly kebingungan.
"Mau ke mana, fotoin!" seru Prilly cepat membuat Ali berbalik.
"Ogah, peserta tour banyak, cari yang lain, aku mau jalan!" ucap Ali santai berlalu dari hadapan Prilly.
Prilly mendesah. "Yaaaa,kan kehilangan photografer, dasar Prilly kebiasaan ngejawab orang, padahal hasil foto mister kalag bagus, kejer ga ya, ga usah deh jaim dikit lah walau udah telat!" desah Prilly berjalan mencari Kayla atau Laura yng
yang bisa ia ajak bekerja sama.
***
Ali bosan karena hanya berjalan sendirian di dalam akuarium akhirnya ia memilih untuk sendirian di dalam bus. Ali memperhatikan beberapa fotonya yang ia ambil saat ia di dalam. Ia banyak memotret candid wajah Prilly, ia menyukai senyuman tersebut, sangat tulus dari wajahnya.
Kalau ternyata gue move on dari cinta tak tersampaikan gue ke ini kurcil kayaknya bahaya deh, dia bisa selalu datang mengganggu gue.
Ali menggeleng setelah pemikiran anehnya, ia mengakui sedikit kehilangan suara yang selalu menganggunya. Suara Prilly yang berlari padanya dan menjelaskan segalanya yang sebenarnya tak penting untuk didengar. Ali menatap keluar jendela, setidaknya bersama kurcil itu, ia tak larut dengan perasaan patah hatinya dengan Laras yang akan segera menikahi sahabtnya juga. Ali menangkap sosok Prilly yang tak lagi menganggunya tapi sibuk bermain dengan Kayla dan Laura.
"Cocoklah seumur!" seru Ali pelan membuat Vanesa yang berjalan masuk bingung.
"Siapa yang seumur Li?" tanya Vanesa bingung.
"Prilly, Kayla dan Laura, tante!" ucap Ali cepat membuat Vanesa tertawa.
"Tante awalnya juga ngira gitu ternyata Prilly udah umur 23 tahun loh beda setahun aja sama kamu!" seru Vanesa membuat Ali terkejut.
"Apa, dia 23 tahun?" tanya Ali kaget.
"Beda setahun dengan gue? Dia kayak anak 17 tahun bahkan 15 tahun!" gumam Ali tak percaya.
"Iya, udah gitu suka pake baju yang colorful dan ke korean gitu makanya dia kelihatan muda, apalagi rambutnya super lucu, diiket dua gitu!" ucap Vanesa geli membuat Ali tertawa.
Seketika gadis itu langsung terbersit dikepala membuatnya menggeleng tak percaya.
"Kenapa gue jadi pikirin kurcil sih!" gumam Ali kesal membuat Vanesa terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Love Is A Stranger (END)
RomanceGadis berisik dan menyebalkan yang ia sebut si kurcil selalu menggangu kerja, kalau bukan karena kerja ia tak mungkin mengikuti tour ini, ia juga mengalami patah hati membuat ia mengiyakan perintah bosnya untuk pergi ke luar negeri menikmati hal hal...
