MLIS 13

8.6K 885 18
                                        

Prilly sibuk membuka bukunya menempel foto foto khusus liburan mereka. Ia membuka buku satu lagi yang khusus untuk menempel wajah Ali. Ia sengaja membuat untuk menjadi hadiah untuk  Ali.

Prilly tersenyum melihat wajah Ali yang sebenernya memiliki banyak ekspresi hanya saja Ali orang yang susah bersikap dengan orang yang baru ia kenal.

Prilly sibuk melihat foto sampai kepala Ali menyentuh pundaknya membuat ia terkejut. Prilly menoleh melihat wajah Ali yang begitu damai tertidur.

"Mister Kalag!?" panggil Prilly pelan. Ia segera menyimpan buku tersebut sebelum Ali bangun.

Ali malah kembali terlelap mencari posisi yang pas untuknya tidur. Prilly mengangkat kepala Ali pelan menaruhnya bersandar dikursinya agar Ali tak merasa sakit leher nantinya.

"Prilly, dia temanmu?" suara Wonbin yang berada didepan menghadap ke belakang membuat Prilly menoleh.

"Iya," balas Prilly cepat.

"Sepertinya dia tak suka padaku, matanya selalu memicing seperti ini!" seru Wonbin menunjukkan tatapan tajam Ali.

"Dia selalu begitu oppa, tidak hanya melihatmu saja!" seru Prilly geli.

"Tapi aku merasa berbeda, sepertinya ia marah padaku?" tanya Wonbin bingung.

Prilly tersenyum dan mulai berfikir, memang selama berbicara pada Wonbin ia tak pernah memperhatikan Ali. Ia sibuk dengan kegiatannya bersama Wonbin.

Ali sedikit tersadar mendengar suara cekikikan, ia melihat tawa Prilly bersama Wonbin. Ali merasa kesal dan berbalik melihat keluar jendela.

Sepertinya ia sudah gila karena terus merasa kesal.

"Mister! udah bangun ya?" tanya Prilly tapi langsung menutup mata dan telinganya.

"Ih, gitu banget sih!" seru Prilly kesal menurunkan tangan Ali.

"Mister nanti pas di korea aku mau foto ala winter sonata di pulau Nami!" seru Prilly membuat Ali membuka matanya dan menatap Prilly kesal.

"Berisik!" seru Ali kesal.

"Aku ntar foto sama Wonbin oppa, jadi mister yang jadi photografer, ya!" seru Prilly membuat Ali diam sejenak kemudian langsung menarik tudung kepala Prilly dan melihat keluar jendela.

"Ih, dasar kalag!" seru Prilly kemudian menoleh menatap Wonbin. "Oppa, ntar kita foto kayak drama korea ya, kalau ajak dia pasti ga mau, makanya aku ajak oppa, sippo?" tawa Prilly membuat Wonbin mengangguk sedangkan Ali mendengus kesal.

****

Prilly berlari masuk melihat ia telah sampai di salah satu museum terkenal di Jepang. Museum Fujiko F Fujio, museum yang berisikan tentang kartun cipataannya salah satunya adalah doraemon.

"Mister itu kamar nobita!" pekik Prilly semangat menarik Ali. Ali hanya tersenyum kecil melihat kegembiraan Prilly.

"Fotoin ya!" seru Prilly menyerahkan handphonenya.

"Ogah, sana selfie!" sergah Ali cepat.

"Ehm, biar saya saja," ucap Wonbin membuat Ali menoleh, Ali ragu menyerahkan kameranya.

"Ehm, nggak apa-apa, Oppa?" tanya Prilly bingung.

"Dia tidak mau memotretmu, daripada kamu menganggunya lebih baik kita berdua saja," ucap Wonbin cepat. Sedangkan Ali memilih diam lalu menyerahkan kamera Prilly dan langsung berlalu dari sana.

Prilly terlihat kecewa melihat Ali pergi dari hadapannya. Ia menatap Wonbin sebentar kemudian tersenyum. "Ayo, oppa, kanu harus memotret di sini dan juga dilapangan main doraemon, ada P man juga!" seru Prilly langsung berlari masuk dan sibuk berfoto.

My Love Is A Stranger (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang