Ever Enough

4.2K 318 39
                                    

"Dev, cepetan.... telat nihh" Seru Chandra di dalam mobilnya

"Bentar Chan, kunci pintu dulu ini" setelah selesai mengunci pintu, Devasya langsung berlari untuk masuk ke dalam mobil Chandra

dengan kecepatan diatas rata - rata Chandra mengemudikan mobilnya hingga membuat Devasya pusing saat sampai dirumah sakit tapi kabar baiknnya mereka tidak telat saat bertemu dokter pembimbing mereka.

"selamat pagi untuk kita semua disini" dokter Ryan mulai berbicara di depan sana sedangkan Chandra dan Devasya baru sampai dengan Devasya yang masih memegangi kepalanya yang terasa pusing

"Gila ya kamu Chan untung masih hidup"

"Ssssstttt" jari telunjuk Chandra langsung menempel di bibir Devasya dan dengan cepat Devasya menepis tangan sahabatnya itu

"Disini saya ingin menyampaikan pada rekan - rekan koass semua bahwasannya kita akan melakukan tugas tambahan yaitu tugas kemanusiaan sebelum rekan - rekan selesai koass di rumah sakit ini"

"mampus apaan lagi ini..." Chandra langung memijat pelan kepalanya

"Karena ada pulau di sebelah selatan pulau ini yang masih minim fasilitasnya maka pemerintah berencana membangun beberapa fasilitas disana agar memudahkan untuk kemajuan dari warga disana, adapun beberapa fasilitas yang akan dibangun yaitu jalan tol penghubung wilayah dan disana kami tim dokter ditugaskan untuk tugas secara bergilir disana"

Chandra dengan mata ngantuknya masih berusaha menerima semua apa yang dikatakan dokter Ryan tadi

"Jadi untuk tugas pertama tim dokter kita mendapat kehormatan untuk tugas disana yang akan diwakili oleh para dokter koass dan beberapa dokter pendamping"

"APAAAA?" Devasya tiba - tiba berteriak dan langsung menutup mulutnya kala semua mata menoleh ke arahnyaa.

"Mampus" sekarang giliran Chandra yang berkomentar

"Jadi untuk beberapa bulan terakhir sebelum kalian selesaikan pendidikan koas kalian, selamat bertugas" tutup dokter Ryan

Semua bertepuk tangan dan pertemuanpun selesai, Devasya dan Chandra mulai beranjak dengan muka lelah mereka

"Oke semangat, seenggaknya kita gak perlu lari - lari dilorong sepi lagi" ucap Chandra bersemangat

"Chan, sepertinya emang aku sama Nadine gak bakalan pernah ketemu lagi deh"

"Uuuch, jangan sedih gitu dong. Kan aku udah bilang kalo dia nanti hanya untukmu dia pasti punya cara tersendiri nemuin kamu tauu" Chanda menarik pipi Devasya sampai memerah

"Awwwwww" Devasya menepis dan langsung mengusap pipinya

"Hahaha, udah yuk nanti dimarahin dokter Ryan lagi. Males BGT"
Chandra beranjak pergi meninggalkan Devasya lebih dulu

Devasya tersenyum dan masih berfikir apakah ucapan Chandra tadi mungkin terjadi.

————

"Huh, berat banget sih kopernya" keluh Devasya saat memindahkan koper besarnya dari mobil menuju kapal penyebrangan

"Yaiyah berat Dev, itu koper lebih besar dari badanmu gitu kok hahahaha" ejek Sastra salah satu dokter rekan Devasya

Devasyapun hanya cemberut dan melihat kopernya dibantu dinaikan ke kapal barang

"Dev, yukk" Chandra menarik tangan Devasya kearah kapal pengangkut orang

"Duh Dev, kalo aku mual gimana ya"

"Gapapa, itung - itung latihan nanti kalo hamil gimana"

"Ish dasar"

AlmostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang