She

5.6K 368 44
                                    

Nafasku tercekat, Erina?

Aku berusaha menarik nafasku pelan dan menahan sesuatu yang ingin menerobos dimataku.

"Sejak kapan" suaraku mulai bergetar pelan

"Sejak aku duduk sama dia karena Wafda duduk disamping kamu" Kata Nadine sambil tersenyum menatap lurus kedepan.

Fuck !!

"Dia punya senyum yang manis dan eyes smilenya buat aku degdegan, I know ini salah Dev. Tapi hatiku berkata benar"

"Terus kamu mau gimana sekarang? Mau pacaran sama Erina?"

Nadine menatapku tapi tatapannya tak bisa aku artikan.

"Aku gak tau Dev, aku gak mau dia benci aku dan ngejauh sama aku. Dari dulu aku selalu dengerin gimana dia jatuh cinta sama orang lain, dia ditaksir orang bahkan aku yang menemaninya saat dia ketemu sama orang yang dia suka... haha" Nadine tertawa dan mengusap kepalaku

"Sejak kapan kamu nganterin dia?" Aku semakin penasaran

"Aku sering keluar bareng sama Erina, Dev. Biasanya aku main kerumah kamu kan tapi yang main sekarang kan Wafda. Mana enak aku jadi obat nyamuk doang haha"

Aku menatapnya sendu, aku minta maaf Nad. Aku yang jatuh cinta sama kamu Nad, jangan lihat dia.

"Kok kamu gak bilang aku kalo kamu sering keluar sama dia"

"Aku nggak enak Dev, masak aku harus bilangan sama kamu terus. Kamu kan ada Wafda masak ngurusin aku sih hehe"

"Terus kenapa kamu dulu sama kak windi marah?"

"Emm, aku gak jatuh cinta sama dia Dev"

Aku tak melanjutkan topik ini aku hanya diam dan Nadine menarik tanganku lembut untuk menyusul Denia dan Wafda. Aku tak ingin menambah kenyataan bahwa Nadine jatuh cinta dengan orang lain, tapi aku juga terlalu egois karena aku juga sudah memiliki Wafda.

"Yayyy!!! Thankyou kak Wafdaaa" Teriak Denia dan menyadarkan lamunanku

Nadine langsung melepas tanganku saat Wafda mendekat, aku meliriknya tapi dia tak melirikku. Dia berjalan kearah Denia dan mengacak rambut Denia gemas

"Kak Nad, Nia tadi gak takut hehe" Denia memeluk Nadine dan tertawa

"Wkwkw iyadeh, nia kan pemberani" Nadine membalas dengan mencubit pelan pipi Denia

"Kamu laper gak Dev?" Tanya Wafda dan langsung menggenggam tanganku erat

Aku menggeleng, seleraku sudah nggak ada lagi. Aku sedang merutuki diriku karena luka yang sedang aku rasakan. Aku melihat Nadine sangat bahagia sekarang dan masih sangat bahagia untuk terus bercanda dengan Denia

Erina, kenapa harus kamu? Nggak bisa aku aja yang bikin Nadine jatuh cinta?

"Kak Nad, beli permen kapas yuk" Denia langsung menarik tangan Nadine

Aku dan Wafda hanya mengikuti mereka dengan tangan kami yang bertautan, aku memergoki Nadine kadang - kadang melirik kearah tanganku dan tangan Wafda tapi mungkin itu hanya kebetulan

"Waf, nanti pulangnya mampir ke KFC dulu ya. Gue mau beli mango float" Ucap Nadine yang masih menemani Denia

Wafda mengancungkan jempolnya "Nanti sekalian makan bareng aja disana"

AlmostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang