Don't worry

4.3K 272 50
                                    

Nadine Pov

Devasya kembali menyenderkan kepalanya pada dadaku, angin pantai yang mulai dingin tapi karena Devasya menjadi begitu hangat.

"Bilang ke aku sekali aja Nad, kalo kamu mau sama aku selamanya. Yakinin aku kalo kamu cuma mau aku"

Aku tersenyum dan menaruh daguku diatas kepala Devasya sambil menghirup bau wangi rambutnya.

"Aku mau sama kamu selamanya Dev, maaf aku ngga peka selama ini. Aku cuma mau sama kamu makanya aku tetep nungguin kamu"

"Sekeras apapun hati aku nolak kamu tapi tetep aja dia gak bisa bohong kalo dia cuma milik kamu Nad, dan sekarang aku mohon jangan hancurin harapanku sama kamu"

Aku makin tersenyum, aku sangat mencintaimu Dev.

"Percaya sama aku, kemarin yang terakhir aku nyakitin kamu"

"Dan kemarin yang terakhir aku ninggalin kamu Nad"

Aku mengeratkan pelukanku, aku bahagia hari ini. Aku tau Devasya belum sepenuhnya percaya tapi aku akan benar - benar meyakinkannya kalau dia hanya untukku.

"Kamu waktu kuliah sempet pacaran gak?" Tanya Devasya padaku

Aku tersenyum dan menggodanya "Banyak lah kan aku cantik banyak yang suka"

Devasya langsung bangkit dari pelukanku dan menatapku sinis "Iiishhhh.... Nadine! Ganjen banget sih"

"Hahaha.. aku bercanda Dev, ahahaha" aku berdiri dan langsung memeluknya

Dia hanya diam dan masih memperlihatkan bibir manyunnya, aduh jadi gemas sendiri akunya.

Aku mencubit hidungnya pelan "Yaaaa sayang yaa jangan ngambekk"

Dia menahan senyumnya karena nada bicaraku yang ku buat sok imut tadi

"Udah kalo mau senyum, senyum ajaaa. Gak usah ditahan"

Dia langsung mejewer kupingku dengan sungguhan hingga aku mengaduh

"Aww, Dev kamu nyubit beneran sakit inii"

"Bodo!"

"Ampun ya ampun, masak aku ga punya kuping sih Dev"

Dia melepaskan jewerannga dan aku langsung tersenyum kearahnya, huh mungkin kupingku udah merah sekarang

"Baru juga seneng udah baikan lagi, ini udah dibuat kesel lagi. Dasar Nadine nyebelin!"

"Hehe... tapi kamu sayang"

Wajahnya merona dan ia berusaha memalingkannya, Devasya iya Devasya Karina adalah orang ter lucu dan orang yang paling indah di mataku

"Kamu ya Nad, kenapa sekarang makin cantik! Ini kulit kenapa makin putih? Ini gigi kenapa udah rata, lesung pipinya tambal aja biar gak bolong tuh"

"Haha lucu banget sih, kenapa emangnya ? Takut aku banyak yang suka yaa? Ini namanya puberty goals tauu" aku kembali memeluk Devasya dari belakang.

"Iya nanti banyak yang suka, terus kamu kan suka ganjen Nad. Gak bisa nolak kalo udah ada yang nempel -nempel sama kamu" sekarang Devasya menggembungkan pipinya

Aku langsung mencubit pipinya yang kenyal dan lembut ituu

"Awww"

"Itu untuk kamu yang udah bilang aku ganjen!" Aku pura - pura sebel sama dia

"Emang iyaaa"

"Engga"

"Iyaa"

"Engga"

AlmostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang