What a good morning

9.9K 346 8
                                        

Felice tidak dapat menolak permintaan ayahnya itu.

Sekarang hari kamis. Artinya sisa 5 hari lagi.

"okay"

"aku mau ke kantor dulu"

"bye"

Papanya langsung mematikan panggilannya itu setelah felice mengatakan bye. Oh ya, papa dan mama Felice langsung balik ke Indonesia keesokan harinya setelah makan malam perjodohan itu.

Sebenarnya Felice sedikit penasaran dengan lelaki yang akan dijodohkan dengannya. Siapa sih lelaki itu? Seganteng dan sekaya apa dia? Apakah dia lebih kaya dari Alister? Apakah aku bisa menerima dan membuka haiku lagi? Pertanyaan terakhir itulah yang sering ditanyakan Felice kepada dirinya sendiri selama ini. Ia merasa ia tidak sanggup membuka hatinya untuk orang lain lagi.

Barista dan pelayan Felice sudah pulang. Felice juga langsung segera berangkat ke kantor. Tiba-tiba saja perasaan Felice tidak enak. Ia tiba-tiba diingatkan kembali saat dimana Alister bersikap cuek terhadap dirinya dan pergi meninggalkannya. Ia merasa semua itu akan terulang lagi.

Felice berusaha berpikir positif. Tetapi hasilnya nihil. Otaknya selalu memutarkan saat-saat menyedihkan itu.

Felice menghela napasnya kasar. Setiap ia mengingat kejadian itu ia pasti merasa terbebani. Dan satu-satunya yang dapat dilakukannya hanya menghela napas kasar. Dengan itu ia merasa sedikit lega.

Jadwal Alister untuk hari ini dan beberapa minggu kedepan akan sangat padat. Ia diharuskan turun ke Barcelona nutuk menghadiri konfrensi pers, lalu ia harus terbang ke Italy untuk mengontrol perusahaannya yang baru saja berjalan dua tahun terakhir. Dari Italy, ia harus pergi ke Budapest untuk menemui kliennya.

Oleh karena itulah, hari ini ia memilih untuk pergi ke kantor lebih pagi. Ia harus menyelesaikan semua tugasnya disini sebelum ia pergi ke Barcelona.

Meskipun ia disibukkan dengan pekerjaannya, ia tidak lupa untuk mengirim pesan ke Felice. Ia mencari nama Felice di kontaknya.

"good morning baby" Felice yang sedang berada dalam perjalan menuju kantornya melihat pesan masuk dari

Alister. Ia tersenyum ketika membaca kata terakhir pesan tersebut.

"good morning" balasnya.

"where are you? Have you had your breakfast?" balas lelaki itu.

"on my way to office. u?"

"yes I had my breakfast already"

"I'm also on my way to office"

Felice hanya membaca pesan itu. Ia tidak membalasnya lagi karena ia juga tidak tahu harus membalas apa. Semenjak hubungannya berakhir dengan Alister, ia tidak pernah menaruh harapan penuh lagi kepada lelaki itu. Bukan hanya kapada alister, ia juga tidak pernah berharap banyak lagi kepada orang lain. Menurutnya, berharap banyak hanya akan menyakiti dirinya sendiri.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Alister mengirimkannya pesan lagi.

"Jangan dekat-dekat dengan lelaki manapun termasuk clientmu. Aku tidak suka. Kamu cuma boleh dekat-dekat sama aku dan jangan tersenyum kepada lelaki lain. Nanti mereka malah suka sama kamu."

Felice kembali tersenyum. Ia pun membalas Alister untuk kali ini.

"aye captain"

Alister tidak berubah. Ia masih saja bersikap posesif kepada Felice. Daridulu ia selalu bilang jika Felice hanya miliknya. Disaat Felice sudah terbiasa untuk tidak berharap banyak kepadanya, Alister selalu saja berhasil membuat Felice berharap lebih.

MY SAVIOR BILLIOANIRE [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang