Dont go

7.8K 243 3
                                        

Setelah mendapat informasi bahwa Felice sekarang tinggal di penthouse Adhitama, Alister langsung menuju tempat itu.

Tidak butuh waktu lama ia sudah sampai di tempat itu. Tanpa bersusah payah ia dapat membuka pintu yang sudah dikunci dengan password yang tidk seorang pun mengetahuinya. Hanya Adhitama dan Felice yang mengetahui angka itu. Saat di perjalanan
menuju penthouse Adhitama, ia menyuruh anak buahnya untuk
membobol password pintu penthouse Adhitama.

Setelah berhasil membuka pintu tersebut, ia mengelilingi setiap sudut ruangan dan lantai sambil memanggil-manggil Felice.

"Felice!!!!"

"Felice tolong keluar Felice"

"aku mohon Felice tolong keluar"

Ia terus menjerit dan mencari ke seluruh penjuru ruangan dan berakhir di lantai pertama. Ia tidak dapat menemukan kekasihnya disana. Di telepon juga tidak diangkat. Ia benar-benar menyesal sudah mengambil langkah yang salah. Keputusan yang ia buat sebelumnya untuk menjauhi Felice karena ia dijodohkan ternyata berubah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Alister mencoba untuk melacak melacak posisi Felice. Ia menelepon seseorang untuk membantunya.

"Lacak posisi Felice Mourino Malayeka sekarang" perintahnya dengan tegas tanpa ingin dibantah.

"berikan saya dalam 5 menit atau keluargamu dalam bahaya" ancamnya. Setelah mengatakan kalimat ancaman tersebut ia langsung mematikan sambungan.

Selang 5 menit ia menerima informasi ternyata Felice sedang berada di penthousenya sendiri. Alister langsung melajukan mobilnya dengan kecepetana tinggi menuju tempat Felice.

Di lain tempat, Felice baru saja sampai di penthousenya. Supir Adhitama ingin membantunya untuk mengangkat barang ke atas tetapi Felice menolaknya dan menyuruh ia kembali ke tempat Adhitama.

Felice meletakkan barangnya yang ia bawa tadi di kamarnya. Ia lalu berjalan ke dapur mengambil cemilan dan duduk di ruang tamu. Ia merasa sangat bosan. Tidak ada pekerjaan yang bisa ia lakukan. Perusahaannya juga berjalan lancar saja sampai sekarang.

Ia membuka tv dan mencari-cari siaran yang pantas untuk ditonton. Saat ia mencari-
cari siaran, ia berhenti untuk menonton berita sejenak. Berita itu sedang menanyangkan jet pribadi seorang billionaire yang baru saja mengalami kecelakaan.

"Alpha Company ceo, Adhitama Kavindra Widjaja plan just crashed on the cliff. Rescue team is still looking for his body ..."

Felice terdiam. Ia tidak mampu mempercayai apa yang baru saja didengarnya. Lelaki yang beberapa jam yang lalu masih berada disampingnya, masih berbicara dengannya sekarang mengalami kecelakaan dan badannya tidak tahu hilang kemana.

Tanpa ia sadari, air matanya menetes. Memang ia selalu bersikap dingin terhadap Adhitama tetapi ia juga memiliki hati. Padahal ia baru saja mau mencoba untuk membuka hatinya untuk Adhitama. Ia merasa lelaki itu tulus dengannya, ia merasa Adhitama benar-benar peduli dengannya makanya itu ia ingin mencobanya dengan Adhitama. Tapi mengapa semua terjadi begitu cepat? Bahkan sebelum ia mengatakan keputusannya itu kepada Adhitama, bencana sudah menimpanya.

Di saat ia menangis sesenggukan, Alister tiba-tiba datang dan memeluknya. Lelaki itu tidak peduli dengan keadaan Felice skarang. Yang ia tahu adalah sekarang ia telah bertemu dengannya. Alister mencium kening Felice lalu ia menempelakan kening mereka berdua. Alister menyadari jika Felice menangis. Ia kira wanita itu menangis karenanya. Semakin lama jarak diantara wajah mereka semakin dekat. Alister mencoba untuk mencium Felice tetapi Felice menolaknya. Felice mendorong lelaki itu jauh dari dirinya.

"dont touch me!" jeritnya.

Alister terkejut dengan jeritan Felice. Tetapi itu tidak menghentikan niatnya untuk mencium Felice. Setelah beberapa kali mencoba tetapi selalu gagal akhirnya ia menyerah dan menyandarkan punggungnya di senderan sofa. Di saat itulah ia mendengar berita tentang hilangnya Adhitama di kecelekaan pesawat.

Ia baru menyadari jika wanita didepannya ini menangis bukan karena dirinya melainkan karena Adhitama. Alister mencoba untuk memeluk Felice, tetapi kali ini dengan niat untuk menenangkan wanita itu. Felice memukul-mukul dada Alister disaat lelaki itu memeluknya. Tetapi beberapa menit selanjutnya, Felice sudah tenang karena sentuhan tangan Alister di puncak kepala. Alister mengelus-ngelus puncak kepala Felice. Lelaki itu memang tahu bagaimana cara menenangkan wanita di pelukannya ini.

"udah udah Adhitama pasti baik-baik aja" kata Alister mencoba untuk menenangkan Felice.

"sekarang kamu tidur dulu. Tenangin diri kamu dulu"

Alister menggenggam tangan Felice dan membawanya menuju kamar. Ia akan membiarkan Felice tidur sebentar agar ia sedikit merasa tenang.

Setelah merebahkan Felice di kasur, ia berbalik dan berniat keluar kamar. Tanpa ia duga, Felice malah menahan tangannya. Hanya menanhannya, tidak mengucapkan apapun. Meskipun begitu, Alister mengerti maksud Felice. Ia berjalan ke sebelah kanan karena Felice berada di sebelah kiri. Ia berbaring di samping Felice dan memeluk wanita itu. Dan akhirnya mereka berdua terlelap dengan posisi Felice berada di pelukan Alister.

Alister tahu Felice pasti sangat marah dan kecewa dengannya. Setelah keadaan Felice membaik, ia akan mencoba untuk menjelaskan semuanya dan meminta maaf. Ia tidak ingin hubungannya dengan Felice berakhir begitu saja. Ia masih sayang dengan Felice. Benar-benar sayang padanya.

MY SAVIOR BILLIOANIRE [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang