Oh my lord

8.3K 257 0
                                        

"Babe are you finished?" tanya Alister.

"iya uda. Kamu?" tanya Felice balik.

"Udah ayuk" ucap Alister sambil mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Felice.

Alister membawa Felice ke lantai paling atas dari gedung penthousenya. Felice kebingungan mengapa kekasihnya ini membawanya ke lantai paling atas tersebut. Bukannya mereka akan pergi?

"Kok ke atas?"

"Kamu ga salah jalan kan?"

"Engga" balas Alister singkat.

"Please bipolarnya jangan kambuh lagi. Ga lucu banget mau dinner malah dicuekin" batin Felice dalam hatinya.

Felice menghentikan langkahnya tiba-tiba. Ia merasa capek karena mereka menggunakan tangga untuk ke atas. Bukannya memakai lift.

Alister merasa langkahnya tertahan. Ia menoleh ke belakang dan melihat Felice yang sedang diam menatapnya tanpa kedip. Tanpa basa-basi, Alister langsung menggendongnya seperti karung beras. Ia tahu wanitanya kelelahan karena menaiki tangga yang cukup banyak.

Felice terkejut karena perlakuan Alister yang tidak terduga itu. Ia meneriaki Alister untuk menurunkannya. Bukannya diturunkan, ia malah mendapat pukulan kecil di bokongnya.

"Aww babe!" Teriaknya.

Alister tidak peduli dengan teriakan kekasihnya yang merengek minta diturunkan. Ia terus menaiki tangga sampai akhirnya ia menurunkan Felice ketika mereka sudah sampai di lantai teratas.

"Akhirnyaaaaa" keluh Felice.

Ia merapikan pakaiannya dengan sambil menarik-narik dressnya kebawah. Ia juga menyisir rambutnya dengan kedua tangannya agar tertata rapi kembali. Tanpa ia sadari, Alister sudah tidak berdiri disampingnya lagi. Lelaki itu malah berjalan meninggalkannya sendiri. Ia kebingungan mencari Alister. Ia menoleh ke belakang tetapi ia tidak menemukan keberadaan lelaki itu. Disana juga tidak ada seorang pun selain dirinya. Ia panik mencari keberadaan kekasihnya itu.

"BABE!!!!" Felice berteriak sekencang-kencangnya.

Ia tidak menerima jawaban apapun. Hening. Tidak ada suara siapapun disana.

Sangkin paniknya, ia berniat untuk berjalan kembali ke arah tangga. Ia berniat untuk kembali ke penthouse Alister. Tapi disaat ia baru saja berbalik badan dan melangkahkan kakinya, seseorang memanggilnya.

"Babe"

Felice menoleh.

"Come here" ucap Alister sambil mengulurkan tangannya menunggu balasan dari Felice untuk menggenggam tangannya.

"Oh my god! Where were you just now? Aku nyariin kamu kemana-mana, aku teriakin juga ga ada yang jawab. Kamu kemana?" Tanya Felice panjang lebar.

Alister tersenyum kecil. Tapi senyuman kali ini berbeda dengan senyuman yang biasanya. Jika biasanya ia akan tersenyum seperti seringaian, ya meskipun tidak selalu seperti itu. Tetapi kali ini senyuman itu seperti terlihat sangat bahagia.

"Yuk" ajak Alister.

"Loh kita naik apa kesana?" Tanya Felice dengan polosnya tanpa menyadari adanya sebuah helikopter dibelakang Alister.

Alister menyampingkan badannya ke sebelah kanan dan menjulurkan tangannya ke arah helikopter tersebut sebagai jawaban dari pertanyaan Felice.

Felice terdiam melihat apa yang ada disana. Ia tersenyum lebar dan langsung memeluk Alister. Lelaki itu mencium puncak kepala Felice dan setelahnya ia melepaskan pelukan Felice dan membukakan pintu helikopter tersebut.

Setelah Felice masuk ke dalam helikopter tersebut, Alister menutup pintunya dan berjalan mengelilingi setengah badan helikopter itu untuk menuju tempatnya.

Ia memasangkan sabuk pengaman Felice dan memasang sabuk pengaman miliknya sendiri.

"This is flight ct-263 departing from seattle to portland"

"Portland?" Ucap Felice kecil tanda bahwa ia masih tidak percaya dengan semua ini. Ini benar-benar diluar dugaannya.

Felice sangat terkejut dengan itu semua. Raut bahagia tergambar jelas di wajahnya malam ini.

Setelah mendapat izin dari tower. Alister segera menerbangkan helikopter miliknya. Di badan helikopter tersebut tertulis dengan jelas ARMANDO'S yang menandakan bahwa heli tersebut adalah miliknya.

Selama penerbangan senyuman Felice tidak pernah sedetik pun memudar dari wajahnya. Alister yang melihat senyuman itu pun ikut tersenyum karena ia merasa bahagia melihat wanitanya dapat tersenyum lepas seperti itu.

Setelah 30 menit pernerbangan akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan mereka. Alister mendaratkan helinya di heli pad di sebuah hotel.

Helikopter tersebut mendarat dengan sempurna di atas gedung itu. Alister melepaskan sabuk pengamannya lalu ia beralih untuk melepaskan sabuk pengaman Felice. Kemudian ia keluar dari heli dan membukakan pintu untuk kekasihnya. Mereka berdua pun berjalan menuju restoran tujuan mereka meskipun Felice tidak tahu dimana mereka akan makan malam. Selama mereka berjalan menuju restoran, Alister merangkul pinggang Felice menandakan bahwa wanita di sampingnya ini adalah miliknya. Sungguh posesif memang si Alister.


MY SAVIOR BILLIOANIRE [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang