Amazed

11.2K 408 0
                                        

Tidak ada yang memulai percakapan sepanjang perjalanan. Hanya ada senyuman yang selalu bersarang di wajah Alister ketika ia menatap Felice. Alister sempat memegang tangan Felice tetapi dengan sigap wanita itu segera melepaskan tangannya dari genggaman Alister.

Alister merasa Felice sangat berubah. Memang penampilan Felice sedikit berubah. Jika dulunya ia tidak suka memakai heels, sekarang ia selalu memakai heels. Felice terlihat lebih anggun dibandingkan dengan dulu. Dulu ketika duduk di bangku SMA, Felice adalah seorang perempuan yang riang. Setiap hari selalu ada senyum yang terukir di wajahnya. Ia selalu bercanda tawa dengan teman-temannya.

Alister dapat merasakan perubahan itu. Felice menjadi lebih banyak diam dan cuek terhadapnya. Ia tahu betul mengapa Felice menjadi seperti ini. Ia menyadari kesalahannya dulu. Selama ia tinggal di New York, ia selalu mencari tahu tentang Felice. Felice sering diliput di majalah-majalah ternama dan sama seperti dirinya sendiri, Felice tidak pernah dikabarkan berhubungan dengan lelaki manapun. Yang diliput selalu tentang kesuksesannya. Lelaki itu tidak pernah benar-benar meninggalkan Felice.

Alister memang sangat dingin terhadap Felice dulunya. Tetapi setelah Felice mengakhiri hubungan mereka, Alister merasa sangat kehilangan dan ia selalu saja memikirkan Felice setiap saat. Semua pekerjaannya berantakan. Meski sudah begitu tetapi ia tetap saja tidak sadar jika ia sudah benar-benar jatuh cinta kepada Felice. Ia tidak pernah sadar akan perasaannya sendiri. Teman dekatnya sudah sering memeberitahunya tentang perasaannya itu tetapi ia selalu saja mengabaikannya.

Tanpa Felice sadari karena ia sedari tadi sibuk memainkan ponselnya, ternyata mereka sudah sampai di tempat yang dimaksud Alister. Ternyata lelaki itu membawa dirinya ke sebuah restoran ternama.

Alister membukakan pintu dan mempersilahkan Felice untuk keluar dari mobil. Alister kembali menggenggam tangan Felice ketika mereka berjalan masuk kedalam. Felice juga tidak menghiraukan genggaman itu. Ia membiarkan Alister untuk menggenggam tangannya. Entah mengapa Felice masih merasa sangat nyaman dengan itu semua. Seperti tidak ada yang berubah.

Sesampainya di dalam, Felice dibuat bingung. Karena restoran itu kosong. Tidak ada seorangpun disana. Tidak ada tamu lain.

Restoran itu terlihat sangat damai karena disana terdapat sebuah meja yang diatasnya terdapat sebuah lilin dan disampingnya terdapat taburan bunga mawar putih. Ditambah lagi
dengan view yang sangat bagus.

Felice sudah dapat menebaknya tanpa bertanya kepada lelaki di sampingnya. Alister pasti memesan satu restoran ini.

Alister bahagia karena akhirnya ia dapat membuat Felice tersenyum kembali karenanya. Setelah terakhir kali ia membuat Felice sakit hati dan menangis, ia merasa sangat bersalah dan tidak tega tetapi ia tetap tidak meminta maaf. Alister memang sangat gengsi untuk mengucapkan kata maaf.

Alister menuntun Felice menuju meja. Ia menarik kursi untuk Felice dan mempersilahkan wanita itu untuk duduk. Setelahnya ia duduk dan memanggil seorang pelayan. Ia memesan sebotol wine dan memesan makanan yang sudah dipilihnya dan Felice.

Sambil menunggu makanan datang, Alister mengajak Felice berbincang.

"Apa kabar? baik?" tanyanya basa basi.

"seperti yang kamu lihat. Aku baik-baik saja"

"kamu? Gimana?"

"baik"

"aku kira kamu tinggal di New York"

"engga, aku udah pindah semenjak 3 bulan lalu. Aku ada perusahaan disini" jelas Alister.

Felice hanya mengangguk menanggapinya.

"apa kamu pernah berpacaran lagi semenjak kita putus?" tanya Alister spontan yang membuat Felice terkejut.

Mata Felice melebar. Tetapi disaat ia ingin menjawabnya, makanan duluan datang.

Felice menggunakan kesempatan itu untuk tidak menjawab pertanyaan Alister yang tadi. Ia memesan sebuah steak. Ia mulai memotong steaknya dan memasukkannya ke mulut.

Berbeda dengan Felice. Alister daritadi sama sekali tidak menyentuh makanannya itu. Ia hanya memegang pisau dan garpu tetapi ia tidak memotong steaknya. Yang ada dia malah menatap Felice sambil tersenyum lagi. Alister seakan-akan tidak ada bosennya menatap Felice.

"kenapa gak makan?"

"gak. Gapapa" bohong Alister.

Alister mulai memakan makanannya.

"kamu belum menjawab saya, Felice" Felice terkejut mendengarnya. Alhasil ia batuk-batuk karena keselek.

Alister menyodorkan sebuah cangkir wine ke Felice dan menyuruhnya minum.

"Thankyou"

Setelah felice meletakkan kembali minumannya, Alister kembali menuntut jawaban darinya.

"gak" Alister terlihat sangat puas mendengar jawaban yang ia terima. Ia tersenyum kecil. Lalu mereka kembali memakan makanan mereka masing-masing.

Alister adalah tipe lelaki yang sangat dingin dan cuek dengan orang lain. Ia tidak akan tersenyum kepada perempuan manapun kecuali kepada perempuan yang ia cintai. Ia juga merupakan salah satu lelaki yang sangat diinginkan wanita diluar sana. Banyak wanita yang mengantri untuk menyandang nama Armando.

MY SAVIOR BILLIOANIRE [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang