Dinner

8K 275 3
                                        

Pukul tiga sore Alister dan Felice sudah tiba di Seattle. Helikopter Alister mendarat di sebuah lapangan yang sangat luas dimana lapangan itu adalah milik keluarganya sendiri. Setelah mendarat, Felice memilih untuk langsung pulang ke penthousenya karena malam ini ia harus menghadiri makan malam perjodohan yang telah direncanakan keluarganya. Ia meminta Alister langsung mengantarnya pulang.

"babe aku langsung balik penthouse aja ya"

"kenapa buru-buru?"

"gapapa aku capek mau istirahat"

"istirahat di tempat aku" kata Alister dengan nada tidak ingin dibantah.

Felice memikirkan alasan lain yang tepat agar Alister mengizinkannya langsung pulang ke tempatnya sendiri.

"tapi aku juga mau nyelesaiin kerjaan aku sayang""

Alister hanya diam menatap Felice.

Felice pikir inilah saatnya ia mengeluarkan jurusnya agar ia diizinkan.

Felice membuat raut memelas di wajahnya ditambah dengan puppy eyes.

Alister tidak akan pernah tega jika Felice bersikap seperti ini. Ia selalu memenuhi keinginan wanitanya. Ia ingin melihat wanitanya ini bahagia.

"yauda"

"tapi nanti sampai rumah langsung istirahat. jangan kecapekan. kalau ada apa apa langsung telepon aku" balas Alister sambil mengelus puncak kepala Felice.

"yayy thankyou babe" kata Felice kesenangan lalu ia memberi kecupan singkat di bibir Alister.

Alister lalu memerintahkan supirnya untuk menuju penthouse Felice mengantar Felice pulang.

Dari tempat mendaratnya helikopter ke penthouse Felice membutuhkan waktu sekitar satu jam. Akibat Felice merasa ngantuk akhirnya ia memilih untuk tidur sebentar. Toh nanti kalau sudah sampai Alister pasti akan membangunkannya.

"we've arrived sir" ucap supir tersebut.

Alister yang sibuk memainkan ipadnya menoleh melihat sekeliling. Lalu ia melihat Felice yang tertidur. Terlihat di wajah wanita itu bahwa ia sangat kelelahan. Alister tidak tega membangunkan Felice.

Supir Alister sudah membukakan pintu untuk tuannya itu sedari tadi. Alister keluar dari mobil dan berjalan ke arah Felice. Ia membuka pintu mobil lalu ia menggendong Felice dengan perlahan. Ia tidak ingin wanita itu terbangun. Alister menggendongnya ala bridal style.

"do you need help sir?" tawar supirnya.
Bukannya mendapat jawaban, supirnya malah mendapat tatapan mematikan dari Alister.

"no. I dont need it. Dont you dare to touch her" balas tuannya dengan nada bicara sedikit ketus. Supirnya tersenyum melihat pertama kalinya tuannya ini bersikap seperti itu terhadap wanita. Biasanya tuannya itu akan bersikap dingin terhadap wanita.

Alister berjalan menuju lift yang biasa Felice gunakan untuk menuju penthousenya. Jangan tanyakan darimana Alister mendapat akses masuk ke penthouse Felice. Ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan dengan mudah apalagi ini bersangkutan dengan Felice. Sudah dapat dipastikan ia mengerahkan tenaganya untuk mencari tahu semua tentang Felice.

Ting

Alister berjalan menuju lantai dua menuju kamar Felice lalu ia membaringkan Felice di kasur dengan perlahan. Tidak lupa ia juga melepaskan sepatu Felice dan menyelimutinya.

Sebelum pergi ia menyempatkan untuk mencium kening Felice. Setelahnya ia langsung kembali ke penthousenya sendiri.

Pukul 18.15

MY SAVIOR BILLIOANIRE [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang