Package & Kisses

12.9K 430 0
                                        

Seminggu telah berlalu semenjak pertemuannya dengan Alister. Felice tidak pernah bertemu dengan Alister lagi semenjak itu. Bahkan untuk menghubungi Felice saja ia tidak pernah. Semua masalah pekerjaan antara kerjasama perusahaan mereka diselesaikan oleh orang kepercayaan mereka masing-masing.

Meskipun Felice tidak pernah menerima telepon atau bertemu lagi dengan lelaki itu, tetapi setiap hari Felice selalu mendapat kejutan darinya. Setiap hari Felice selalu mendapat kiriman dari Alister, mulai dari bunga sampai barang bermerek dan disetiap kirimannya pasti ada saja kartu ucapan dengan ucapan yang selalu berbeda pula setiap harinya.

Felice masih bingung dengan semua ini. Ia masih bingung dengan kemunculan Alister lagi. Ia merasa seperti takdir sedang mempemainkannya. Sampai sekarang ia belum mau banyak berpikir tentang kembalinya Alister ke dalam hidupnya. Ia hanya fokus dengan karirnya sekarang.

Malam ini Felice ada janji ngumpul dengan teman kuliahnya. Ia jarang sekali berkumpul dengan mereka. Felice tidak memiliki banyak teman dissat kuliahnya. Karena wajahnya yang dianggap orang-orang galak dan sombong yang menyebabkan tidak banyak orang yang berani menyapa dan berkenalan dengannya. Hanya beberapa teman sekelasnya saja yang berani menyapanya. Image Felice dihadapan teman kuliahannya adalah seorang wanita yang sangat cuek, yang tidak peduli dengan sekitarnya.

Felice tidak pernah marah ataupun memasukkan omongan orang-orang tentang dirinya kedalam hatinya. Malah kebalikannya, Felice cukup senang karena dirinya dikenal sebagai wanita yang sangat cuek dan dingin. Memang semenjak hubungannya dengan Alister berakhir, ia memutuskan untuk tidak peduli dengan sekitarnya kecuali orang-orang yang memang sudah dekat dengannya. Ia juga bertekad untuk membatasi pertemanannya. Berbeda dengan anak kuliahan lainnya yang ingin memiliki banyak teman, Felice lebih memilih nutuk membatasi pertemanannya.

Hari ini Felice tidak pergi ke kantor karena ia merasa ia perlu memberikan libur kepada dirinya sendiri. Sebenarnya ia ingin pergi ke Hawai untuk refreshing tetapi ia batalkan rencananya itu karena ia merasa ia hanya butuh beberapa hari untuk menenangkan dirinya kembali. Terbang ke Hawai untuk beberapa hari rasanya hanya menghabiskan uangnya meskipun ia tidak akan jatuh miskin hanya karena itu. Tetapi jika itu memungkinkan dirinya untuk menghemat maka ia akan menghemat. Akhir-akhir ini Felice memang banyak pikiran, mulai dari pekerjannya di kantor sampai dengan Sebastian yang sampai sekarang masih saja mencarinya.

Hari ini ia menerima kiriman sebuah kotak berisikan sepatu dari merek ternama dan merupakan salah satu merek kesukaannya juga. Ia tahu dari siapa barang tersebut. Ia membaca kartu ucapan yang terdapat di dalam kotak

'Hope you like it'

Armando

Itulah tulisan yang Felice baca. Felice tidak pernah bosan meneriman kiriman dari Alister. Dan begitu pula dengan Alister yang tidak persah bosan nutuk mengirimkan Felice barang.

Felice sudah sampai disebuah cafe. Ia membuka pintu masuk dan melihat temannya duduk dibagian ujung ruangan.

"look who's here" ucap salah satu temannya dengan antusias.

Semua orang yang duduk dimeja panjang itu menoleh kearah Felice. Mereka semua menyapa dan memeluk Felice secara bergiliran. Felice pun membalas pelukan dan sapaan mereka dengan sama antusiasnya.

Mereka berbagi cerita. Membicarakan bagaimana kehidupan mereka setelah lulus kuliah. Ada yang sudah bekerja, ada yang sudah bertunangan bahkan ada juga yang sudah menikah.

Disaat Felice sedang asyik bercanda tawa dengan temannya, tiba-tiba ia menerima pesan dari nomor yang ia tidak kenal.

"seems like you're having fun with your friend"

Alis Felice bertautan setelah membaca pesan tersebut. Ia melihat ke seluruh penjuru ruangan. Tiba-tiba saja matanya bertemu dengan mata seseorang. Tubuhnya menegang. Orang tersebut adalah Alister. Ia sedang terduduk di dekat jendela dan memperhatikan Felice.

"guys sorry, I gotta go to toilet first" ucap Felice kepada beberapa temannya.

Disaat Felice keluar dari toilet dan berjalan melewati lorong yang menghubungkan bagian depan cafe dengan toilet, tangan Felice dicekal oleh seseorang. Felice dapat memastikan bahwa yang mencekalnya adalah seorang pria karena cekalannya sangat kuat.

Orang itu membalikkan tubuh Felice. Wajah mereka sangat dekat. Hampir saja tidak ada jarak diantara wajah mereka.

Benar saja dugaannya. Yang mencekalnya memang seorang lelaki.

"Alister" ucap Felice lirih.

Alister masih diam dengan posisinya. Tiba-tiba saja Alister mendorong Felice hingga badannya menyentuh dinding, bukan, menempel di dinding.

"Felice" ucap Alister.

Felice terdiam mendengar suara Alister. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Alister memiringkan kepalanya dan mendekatkannya ke telinga Felice.

"you look so beautiful tonight" bisik Alister.

Jantung Felice berpacu dengan cepat. Ia dapat merasakan darahnya mendesir.

Alister menatap Felice dengan lekat. Seperti ada sesuatu dibalik tatapannya. Felice dapat merasakan itu tapi ia tidak dapat menjelaskannya.

"sorry, I gotta go" ucap Felice setelah sekian lama mereka bertatapan.

Felice ingin mendorong Alister tetapi apadaya tenaga Felice kalah dengan tenaga alister. Cekalan alister sangat kuat. Bahkan dorongan Felice tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan cekalan Alister.

Cup

Alister mencium bibir Felice secara tiba-tiba. Ia hanya menempelkan bibirnya ke bibir Felice. Tidak ada hasrat apapun dalam ciuman itu. Setelah itu akhirnya Alister melepaskan cekalannya. Felice pun pergi meninggalkan Alister.

MY SAVIOR BILLIOANIRE [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang