19. Lambat

18 3 0
                                        

"Aku sudah menunggumu begitu lama, lalu kapan kau memberiku kejelasan?"
.
.
.
.
.

Irin sudah menyiapkan buku-buku pelajarannya. Dan ia sudah menyiapkan mental lahir batin untuk hari pertamanya les dengan Arya.

"Buku catatan udah, buku tugas udah, LKS, buku cetak, udah beres. Tinggal nungguin Arya datang"

Irin menunggu Arya di ruang tamu sambil memainkan handphone, karena digoda oleh banyak nyamuk akhirnya Irin mengambil posisi di ruang keluarga karena lebih nyaman.

Irin menggonta ganti channel televisi yang menurutnya sangat tidak jelas dan sangat tidak mendidik "Makin kesini acara tv ngelantur semua, kasian deh sama Thomas Alva Edison yang udah capek-capek menciptakan televisi lalu hanya di isi sama acara yang tidak masuk akal" Gerutu Irin.

"Tadi lo bilang apa? Yang ciptain tv itu Alaxander Graham Bell, ini nih gak pernah belajar sejarah!" Rey tiba-tiba muncul dan bergabung bersama Irin di ruang keluarga.

Irin merebut snack yang dibawa di tangan kanan Rey, "Ih bukan! Yang ciptain tv itu Thomas Alva Edison. Elo tau apa 'kan gue anak IPS, berarti gue lebih tau daripada lo yang cuma tau perangkat lunak!"

"Walaupun sekolah gue SMK gue tetep belajar sejarah kali, penemu televisi itu Alexander Graham Bell. Elo tuh kalau di kelas kerjanya molor terus makanya gak tau!" Balas Rey yang kembali merebut snacknya.

"Thomas Alva Edison!"

"Alaxander Graham Bell!"

"John Logie Baird. Televisi itu ditemukan oleh pria asal Skotlandia yang namanya John Logie Baird. Pada masanya itu sedang terjadi perang dunia I, karena Baird itu sakit-sakitan akhirnya beliau lebih memilih menjadi insinyur listrik yang amatir. Mr. Baird itu hoby sekali mengotak atik mesin sampe tahun 1923 beliau berhasil mentransmisi Audio visual." Penjelasan panjang kali lebar dari Roni itu sontak membuat kedua anaknya itu menoleh dengan kaget.

"Dalam mengembangkan tv Mr. Baird juga hanya terinspirasi dari ilmuan asal Jerman yang namanya Paul Nipkow yang mengembangkan sebuah alat bernama disk skanning yang bisa memindai area terang dan gelap dan mengkonversi informasi yang menjadi sinyal listrik. Karena banyak investor yang tertarik dengan penemuan Mr. Baird akhirnya penemuan beliau dikembangkan dan jadilah televisi" Sambung Sarah yang berjalan di belakang suaminya itu.

"Wow, emak bapak gue emang pinter. Tapi kenapa otak mereka gak kebagian sama gue yah?" Irin menggerutu terhadap dirinya sendiri namun masih bisa di dengar oleh semua orang yang berada di ruang keluarga tersebut.

"Kalian yang masih sekolah masa tidak ingat pelajaran sejarah? Alaxander Graham Bell itu penemu telepon, Rey. Thomas Alva Edison itu penemu lampu, Irin" Roni menjelaskan dan memberikan penekanan disetiap ucapannya. Rey dan Irin hanya menunduk tersipu malu karena pengetahuan mereka masih kalah dengan Papi mereka.

Mereka semua melanjutkan berbicang ringan seputar sejarah, karena Roni-- Papi mereka adalah salah satu siswa tercerdas di sekolahnya dulu.




===





Ketika jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, mereka semua kembali ke kamar masing-masing terkecuali Irin yang masih menunggu Arya di ruang keluarga.

Beberapa kali Irin menggerutu sebal karena sebelumnya Arya bilang dia akan sampai di rumah Irin pada jam setengah tujuh. Irin juga sudah mengirimkan puluhan pesan WA namun tak kunjung di read oleh Arya.

Why Him?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang