Hacih..
Hacih..
Sedari tadi nk tidak henti hentinya bersin. Sepertinya ia terserang flu.
"Duh.." gumam nk sambil menggosok nggosok kedua lengannya. Ia mencoba menghangatkan kedua telapak tangannya lalu menempelkan pada kedua pipi dan badannya.
"Dingin?" tanya Iqbaal datar, nk hanya mengangguk. Iqbaal segera mematikan AC yang berada di kamar.
"Bal, aku sakit kayanya" ucap nk.
"Terus" jawab Iqbaal tak acuh.
"Ya terus perhatiin kek!" teriak nk dalam hati, namun yang terucap "ya um, kayanya kamu jangan tidur sama aku deh, nanti ketularan" dasar bego! Ngapa gue malah ngusir dia. Ingin rasanya jidat benturin ke tembok.
"Oke" balas Iqbaal mengambil bantal dan beranjak pergi. Refleks nk menahan tangan Iqbaal.
"Em.." cegat nk pada Iqbaal.
"Badanmu sangat dingin" Iqbaal pun menempelkan tangan kanannya ke jidat nk. "Biar aku ambil obat" kata Iqbaal lagi lalu pergi keluar.
Tak lama kemudian Iqbaal kembali dengan membawa obat dan segelas air putih. Ia menyerahkan itu pada nk untuk di minum lalu kembali menaruh bantal di sebelah nk, menepuk-nepuk bantal tersebut sebelum ia berbaring di sebelah istrinya.
"Lah.. Lah.. Kok malah balik lagi tidur sini?" tanya nk terheran heran dalam hatinya.
"Udah ga usah banyak tanya" ucapan Iqbaal membuat nk semakin bingung, kenapa Iqbaal bisa tau persis apa yang ada dalam pikirannya. "Kalo gini besok batalin aja perginya" lanjut Iqbaal.
"Jangan.. Jangan, Bal. Besok pasti sembuh kok" jawab nk bersemangat.
"Kalo butuh apa bilang aja" ucap Iqbaal dan mulai memejamkan matanya.
"Lah gimana mau bilang kalo dia tidur, aneh dasar" cibir nk.
Iqbaal yang belum tidur pulas masih bisa mendengar ocehan wanita di sebelahnya. Ia pun menarik tangan wanita tersebut hingga sang wanita berada dalam pelukannya. Jika sekarang jantungnya berdetak lebih cepat sudah dapat dipastikan si wanita bisa mendengarnya.
Perlakuan Iqbaal yang tiba-tiba sangat membuat nk kelimpungan sekaligus berdebar debar. Jika dirinya terlalu dekat dengan Iqbaal, jantungnya akan berdetak terlalu cepat. Ia tak mau jika lelaki disampingnya tahu hal memalukan tersebut. Nk pun memberontak namun pelukan Iqbaal memang lumayan kuat, sehingga tenaga nk yg lemah tidak bisa mengalahkan Iqbaal.
***
"Diam!" perintah Iqbaal padaku. Aku pun langsung berhenti menggeliat dan tenang. Tapi tetap saja aku tidak bisa mengerti, sebenarnya ada apa?
"Ke-kenapa?" tanyaku terbata.
"Sudah ku katakan diam. Diam. Diam dengarkan suara jantungku" perintah Iqbaal lagi.
Dheg dheg
Dheg dheg
Dheg dheg
Suara jantungnya bisa ku dengar sangat jelas. Ah.. Aku, aku malu. Suara jantungku malah rasanya lebih cepat dan lebih keras dari itu. Suara jantung Iqbaal berdegup sangat keras. Apa dia juga deg-deg an jika berdekatan denganku? Tapi, suara jantung miliknya tidak secepat suara jantung miliku.
"Hangat?" tanyanya padaku. Ah iya, pasti karena tadi aku mengatakan dingin makanya dia berusaha menghangatkanku. Ia menarik selimut yang membungkus kami berdua lebih tinggi lagi.
Dheg, dheg, dheg,dheg.. Irama jantungku sudah seperti pacu kuda saja. Sangat cepat dan tak terkendali. Iqbaal berhasil membuat hatiku rasanya ingin meledak. Semakin ia mempererat pelukannya, semakin cepat pula jantungku ini berdegup. Rasanya aku ingin menendang Iqbaal hingga terjatuh namun aku pun ingin tetap seperti ini. Oh Tuhan, aku sebenarnya kenapa?
"Sudah tidur?" tanyanya.
"Belum" jawabku lirih
"Peluk aku" katanya datar
Eh...?! Apa maksudnya?! Iya sih, daritadi aku diam seperti guling. Aku pun mengangkat tanganku perlahan, entah kenapa jika saat seperti ini aku malah menjadi kaku. Saking tidak mengertinya aku hanya diam seperti patung. Yah aku memang payah.
"Bodoh" Iqbaal yang tak sabar menarik tanganku agar melingkar di perutnya.
"Cepat sembuh" Ia mengelus rambutku perlahan hingga turun ke punggungku. Beberapa kali tangannya naik turun mengusap punggungku dengan lembut, sampai pada akhirnya ia memeluku erat. Aku hanya bisa memejamkan mata menikmati hangatnya suasana yang ia ciptakan. Biarkanlah waktu terhenti disaat seperti ini. Saat si patung es terasa lebih hangat dari matahari.
.
.
.
.
Alhamdulillah bisa update sesuai janji :)
Hope you like it.
Mungkin kalian bosen dengernya
Tapi ini berarti buat aku
Buat penyemangat gitu
So,
Don't forget to like, comment, and add to your reading list.
Yang mau kenalan sama aku juga boleh.. Dm aja :))
KAMU SEDANG MEMBACA
Modern Fairytale
FanfictionBECAUSE LIFE IS A JOURNEY WE NEED TO WRITE OUR STORY TO BE A NEW HISTORY - Our love story just like another fairytale- -We love each other, and slay the world together- Cerita ini menjelaskan tentang hubungan cinta antara Iqbaal Dhifakhri Ramadhan y...
