"15 (Part 2)"

4.8K 482 10
                                        

Kini Jungkook sudah ada direstoran untuk memenuhi janjinya pada Youngmin.

"Kau datang?" Tanya Youngmin yang baru datang dan duduk disebelah kursi yang diduduki Jungkook sambil tersenyum.

"Iya,, restoran sangat ramai. Sepertinya aku harus membantu" ujar Jungkook seraya melihat semua kursi restoran yang sudah terisi.

Youngmin mengerutkan keningnya dan memegang lembut pipi Jungkook yang tirus.

"Ada apa denganmu? Kau lebih kurus dan pucat. Kau sakit?" Tanya Youngmin dengan tatapan bingung dan cemas.

Jungkook menurukan tangan Youngmin pelan dari wajahnya.

"Ah,, hanya perasaan hyung saja" jawab Jungkook yang mencoba meyakinkan Youngmin.

"Badanmu juga hangat" lanjut Youngmin saat memegang tangan kurus Jungkook.

"Kau habis sakit ya? Benarkan?" Tanyanya lagi.

"Ti-,,"

"Jangan bohong, aku tahu itu" potong Youngmin yang membuat Jungkook bungkam dan menundukkan kepalanya.

"Kau ini,, kenapa kau tidak bilang jika kau sakit?" Ujar Youngmin yang terdengar seperti memarahi Jungkook.

"Maafkan aku hyung" jawab Jungkook yang masih menunduk.

Youngmin membuang nafas berat. Dia tidak sampai hati dan sanggup jika harus memarahi Jungkook yang sudah dianggapnya sebagai adik.

"Lalu kenapa kesini jika sakit?"

"Nde??"

"Kubilang kenapa kesini? Harusnya kau istirahat" lanjut Youngmin.

"Bukankah hyung yang minta?" Jawab Jungkook dengan dahi yang berkerut.

"Iya, tapikan kau bisa bilang jika kau sakit. Jadi aku bisa tahu dan aku tidak akan memintamu datang" jelas Youngmin.

"Hyung,, kau ini bagaimana? Aku,,,"

"Oppa??" Panggil seorang yeoja yang berhasil memotong dan mengalihkan atensi dua namja yang tengah meributkan hal yang tak jelas itu.

"Jungkook-ah,,,"

"Hyung,,,"

.





Kini Jungkook tengah menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan mematikan dua orang yang ada dihadapannya.

"Dasar anak nakal, kau kemana saja? Kenapa tidak ada kabar? Dan apa ini? Apa yang terjadi padamu? Ini yang kau bilang tubuh berotot penuh abs mu itu?" Kesal namja tersebut yang tak habis pikir dengan apa yang dilihatnya.

Namja yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri itu kini nampak kacau dan menyedihkan dengan tubuh kurus dan wajah pucatnya.

"Apa yang terjadi padamu oppa?" Ujar yang satunya lagi. Nada itu terdengar seperti seorang yang khawatir, namun suara itu terdengar dingin karena memang tatapannya juga tak kalah menakutkan dari namja yang sebelumnya menanyainya atau mengintrogasinya.

"Kenapa kau diam saja Jungkook?" Kesalnya.

"Ahh,, bagaimana bisa aku bicara dan mengangkat kepalaku dengan tatapan membunuhmu hyung? Kau juga, kau ini adikku tapi ucapanmu seolah kau adalah seorang ahjuma yang memarahi keponakannya" kesal Jungkook.

"Mwo? Ahjuma? Oppa,, inikah caramu menyapa adik yang bahkan tak pernah kau temui?"

"Geure,, ini caraku. Mau apa kau?" Jawab Jungkook ketus.

"Adik? Jadi dia adikmu? Ah,, anak appamu dari eomma,,, tiri,, mu?" Tanya Seunggi yang sedikit melambat karena takut menyinggung Jungkook dan yeoja yang ada dihadapannya.

Life, But Die (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang