UNEXPECTED HONEYMOON
[diutamakan untuk berkomentar sopan ] you got a story and imaginary, just give me feedback VOTE & COMMENT 😊
-
ChanRene!
-
Persiapan matang sudah dilakukan jauh-jauh hari.
Tanggal, hari, waktu dan tempat semua sudah di tentukan. Tetapi apa daya, manusia hanya bisa berencana. Tuhan-lah yang berkehendak.
Hal tersebutlah yang kini tengah di alami oleh Park Chanyeol dan Bae Irene.
"Ahhh, eottokhaee. Hotelnya sudah penuh juga."
Benar, ini hotel ke-7 yang mereka datangi dan semuanya dalam status sudah direservasi alias sudah penuh. Memangnya sebanyak apasih wisatawan yang berkunjung ke Pulau Jeju di bulan ini? Huh, mereka benar-benar brutal dalam berwisata. Yah, musim semi seperti ini memang waktu yang paling cocok untuk berlibur, jadi jangan heran jika angka kunjungan turis ke Pulau Jeju turut membludak.
Mereka sudah tiba di Jeju sejak pukul 8 malam dan sampai waktu menunjukkan pukul 11 dini hari seperti ini belum juga mendapatkan tempat menginap. Sungguh malang.
Kedua anak manusia itu saling bertatapan lesu dan Chanyeol kembali menyeret koper mereka untuk melangkah menuju pilihan terakhir. Terletak paling ujung, tampak seperti homestay ataupun motel. Sangat jauh dari kesan hotel berbintang 5.
"Baiklah Bae, ini yang terakhir. Semoga saja ada kamar untuk kita." Chanyeol menatap dengan setitik sinar harap pada hotel, motel, homestay apapun itu bentuk bangunan yang didominasi oleh kayu mahoni tersebut.
"Kakiku sudah pegal." Irene tidak menggerakkan kakinya dari tempatnya berpijak, memamerkan pout menggemaskan, tidak peduli dengan gandengan erat Chanyeol yang menaut tangannya. Hal itu membuat Chanyeol terkekeh sekaligus merasa iba.
"Baiklah, ayo naik ke punggungku!" Sahut pria itu kemudian, untuk berjongkok dan membiarkan Irene naik ke punggung lebarnya.
"Benarkah? Terimakasih Chanyeol!" Irene memekik gembira, mendekap erat punggung Chanyeol dan membiarkan lengannya bertaut untuk berpegangan.
"As your wish , Princess! Iron Man akan sampai dalam waktu 5 detik. Berpegangan yang erat !"
"Aaaaa Chanyeol-ah, pelan-pelan. Haha kau ini!" Irene tergelak dibalik punggung lebar Chanyeol yang membawanya berlari kencang. Inilah keuntungannya memiliki pria seperti Chanyeol yang bertubuh giant, dan berterimakasih juga untuk dirinya yang berpostur ringan dan mungil ini ^^
-
-
"Jadi bagaimana Ahjumma? Masih ada kamar kan?"
Sudah tidak mendapat hotel yang diinginkan, sekarang justru digantung oleh jawaban dari pemilik penginapan yang sudah berumur ini. Ahjumma tua itu melirik Chanyeol dan Irene dari balik kacamata tuanya dengan tatapan menyelidik. Sementara jemari keriputnya sibuk membolak-balik untuk memeriksa lembaran kertas pada sebuah jurnal catatan.
"Maaf, tapi tinggal tersisa satu kamar."
Kontan saja, jawaban itu berhasil membuat kedua insan tersebut khususnya Chanyeol menjadi mencerah oleh harapan.
"Syukurlah. Tolong Ahjumma. Kami memesan satu kamar itu."
Chanyeol segera mengeluarkan dompetnya untuk registrasi dan pembayaran, namun si Ahjumma tua belum berhenti dari tatapan menyelidiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗦𝗵𝗼𝗿𝘁 𝗖𝗮𝗸𝗲 • 𝐶ℎ𝑎𝑛𝑅𝑒𝑛𝑒
Storie breviChanRene ! Kumpulan cerita pendek ChanRene satu kali gigitan 🍰 Highest rank in Short Story and ChanRene #1 in ChanRene 28/9/18 #3 in ChanRene 13/7/19 Start Update : 3/12/2017 Finish : 23/11/2019
