ChanRene !
Kumpulan cerita pendek ChanRene satu kali gigitan 🍰
Highest rank in Short Story and ChanRene
#1 in ChanRene 28/9/18
#3 in ChanRene 13/7/19
Start Update : 3/12/2017
Finish : 23/11/2019
Disarankan baca Hello Prince part sebelumnya diatas dulu ya.
Seperti biasa aturan sebelum baca, VOTE + COMMENT, ok sip.
ENJOY !
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seusai dihajar oleh Kris, bodyguard-bodyguard suruhan pangeran sulung itu tidak bergerak dari posisi mereka. Tidak ada yang berani sebelum Kris memberi perintah, semua menunduk patuh sekalipun Kris memerintahkan untuk merangkak. Mereka masih bersyukur karena bos besar tidak memberikan hukuman lebih dari ini. Jika mereka hidup di zaman kerajaan terdahulu yang masih teguh dengan sistem diktator, mungkin sudah tinggal nama akibat hukuman mati. Tetapi kini kerajaan Inggris telah tumbuh dengan sistem yang lebih modern. Namun, tetap saja bodyguard-bodyguard itu merasa terancam mengingat kedudukan dan watak Kris secara pribadi.
"Bagaimana urusan bisnismu, Kris hyung?" Loey tampaknya ingin mengalihkan suasana hatinya yang sedang memburuk dengan membuka sebuah pembicaraan.
"Baik seperti biasa. Apa kau tertarik untuk bergabung, brother?"
Loey tertawa kecil kemudian menggeleng. "No. Aku tidak tertarik di bidang itu."
"Baiklah-baiklah. Kau selalu begitu, padahal dulu kau mendapat nilai terbaik selama kuliah bisnis." Timpal Kris menanggapi penolakan adiknya.
"Itu berbeda Kris. Aku lebih menyukai pekerjaanku sekarang." Loey menyesap sampanyenya dengan perasaan yang lebih tenang. Surai kecoklatannya dimainkan oleh angin yang menerpa melalui jendela ruang kerja Kris yang menghadap arah taman.
"Sepertinya pekerjaan aktor menyenangkan untukmu, eoh? Bagaimana denganku? Kupikir aku cocok juga menjajal sebuah peran."
Loey kembali tertawa mendengar keinginan Kris. Dalam hati ia membenarkan. Kris bahkan juga populer di kalangan penggemarnya. Banyak yang mengharapkan jika pangeran sulung itu bermain film ataupun menjadi model.
"Kenapa tidak? Aku akan merekomendasikanmu jika ada produser film yang mencari peran seorang gangster."
Tawa Kris pun pecah mengingat ia memiliki paras yang antagonis. Peran gangster tentu saja sangat cocok dimainkan olehnya. Tapi itu hanya candaan. Sama seperti Loey yang tidak tertarik di dunia bisnis, Kris juga masih berpikir dua kali untuk terjun di dunia entertainment.
"Oh ya Chanyeol, pakaianmu sudah dipersiapkan untuk nanti malam. Beristirahatlah sekarang jika kau memang lelah."
Loey mengangguk memeriksa jam tangannya. Saat ini masih pukul 10 pagi. Ia memang sengaja memajukan penerbangannya agar memiliki waktu lebih untuk beradaptasi ketika sampai di London. Loey ingin mempelajari beberapa hal yang terlewatkan selama ia berada di Korea.