part 17

4.1K 185 19
                                        

Happy reading!!

Setelah Malvin keluar dari kelas, kelas mulai riuh karena sebentar lagi waktu pulangan akan berbunyi dan mereka semua belum selesai mengerjakannya.

Tring.....

"Semuanya, ayo kumpulkan kertas kalian!" ujar guru tersebut dan mereka terpaksa mengumpulkan karena guru tersebut mengancam tidak akan menerima kertas tersebut dan memberi nilai nol di rapot.

Vanya mengumpulkan kertas putih yang dikerjakannya, dan bersedih karena ada satu soal yang belum dikerjakannya. Semua murid mempersiapkan peralatan sekolah untuk dimasukkan ke dalam tas dan pulang.

"Lo pulang sama siapa hari ini va?" tanya Sarah yang disamping juga sedang mempersiapkan peralatan sekolah.

"Pulang sama gue yuk." ajak Sarah.

"Hari ini gue bawa sepeda, soalnya supir gue lagi pulang kampung." ucap Vanya, mereka bersama-sama keluar dari kelas dan menuju keparkiran.

Mereka akhirnya sampai dan berpisah diparkiran, disana hanya ada sepeda usang dan sepeda milik Vanya, sepeda usang itu milik tukang sapu sekolah.

"Sampai rumah gue bakalan telpon lo, gue bakalan tanya kabar lo karena lo pulang sendirian." ujar Sarah sembari memasuki mobil yang dikendarai oleh supirnya.

"Alay lo ah, pulang sana gue bosen liat muka lo." ucap Vanya dan Sarah mengumpat ke Vanya dan mengucap salam perpisahaan ke Vanya.

Vanya terseyum kecil melihat sahabatnya, saat dia menuju keparkiran untuk mengambil sepedanya, Vanya bertemu bapak-bapak tua yang sedang kesusahaan mengangkat karung yang berisikan daun-daun kering.

"Pak, sini saya bantu." tolong Vanya, datang dan membantu mengangkat karung tersebut.

"Eh---non jangan, nanti tangannya kotor." ucap bapak tua tersebut.

"Perawatan saya nggak mahal kok pak, sini saya bantu." Vanya membawa satu karung tersebut dan bersusah payah untuk membuah sampah tersebut.

"OH OH, ADA YANG LAGI BANTUIN BAPAKNYA KERJA NIH!" ujar Key yang datang sambil memamerkan tas mahalnya dan membuat semua memperhatikannya karena suaranya yang nyaring.

"PANTESAN YA, MALVIN MUTUSIN LO,"

"Secara bapaknya Vanya tukang sampah terus ke sekolah naik sepeda, nggak banget!" ujar Key membuat Vanya ditatap intens oleh semua murid HSS.

"Jaga mulut lo," ucap Vanya dan datang menghampiri Key yang sedikit jauh darinya.

"Lo nggak tau apa-apa tentang orang tua gue, makan ni tangan gue bekas sampah." Vanya memegang mulut Key dengan tangan bekas mengangkut sampah tadi dan berlalu pergi menghampiri bapak tua tadi.

"OH SHIIT!, PERAWATAN BIBIR GUE!" teriak Key sambil memegang bibirnya.

"LO PANTES DAPET ITU, SECARA LO DARI SAMPAH, BITCH." batin Vanya dan tersenyum devil mendengar teriakan Key.

"Non mah dibilangi jangan angkut sampah, jadi malukan non." ujar bapak tua itu saat Vanya sampai kehadapan bapak tersebut.

Malvin King BullyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang