part 18

3.9K 184 12
                                        

Happy reading!!

Sarah tengah menunggu seseorang, hatinya berbunga-bunga di pagi ini. Pagi ini Sarah terlihat fresh dengan dandanan yang tak lagi sama seperti dulu, sekarang dia telah berubah dengan penampilan baru, meskipun badannya masih sama seperti dulu.

Sebuah mobil sedan datang dipekarangan rumah Sarah, membuat Sarah yang menunggu sedari tadi  merasa riang didalam lubuk hatinya, seseorang yang datang itu adalah pria yang mengajaknya berangkat bareng kemarin, siapa lagi kalau bukan Sean, seorang pria yang disukai oleh Sarah.

Sarah keluar dari rumahnya dan menghampiri Sean yang diluar, ada rasa gugup didiri Sarah.

"Maaf lama Sean, lo udah baikan?" tanya Sarah ketika sudah dihadapan Sean.

"Selow aja, gue baikan kan ada lo kemarin jengukin gue." ujar Sean membuat Sarah salah tingkah.

Ya kemarin selepas pulang sekolah sarah bergegas menjenguk sean yang dirumah sakit, awalnya dia malu menjenguk Sean sendiri tapi karena niatnya hanya menjenguk sebentar membuatnya menghilangkan rasa ragunya. Terlihat jelas ada guratan kebingungan di wajah Sean saat melihat wajah Sarah yang tidak memakai kaca mata, tampilannya berbeda membuat Sean seketika tak ada mengedipkan matanya.

"Kenapa lo cepet banget masuk sekolah, kan lo harus dirawat seminggu?" tanya Sarah mengilangkan rasa salah tingkahnya.

"Bosen di rumah sakit, makanannya bubur terus, eneg gue." tutur Sean.

"Tapi udah baikan kan kaki lo?" tanya Sarah sambil melihat kaki Sean yang terluka.

"Lumayan." jawab singkat Sean.

"Dokternya nggak marah lo minta pulang?"

"Kalau dia marah gue gusur rumah sakitnya, kok susah." ucap Sean membuat Sarah menggelengkan kepalanya dan tertawa, Sean mencuri pandang saat Sarah tertawa.

Sean lekas mengalihkan pandangannya dan mengucapkan sesuatu kepada Sarah agar kosentrasinya kembali. "Lo nggak mau berangkat nih?, dah jam tujuh kurang." Sean memalingkan wajahanya dan beralih ke jam ditangannya.

"Astaga ayok kita berangkat, gue takut terlambat." ajak Sarah.

"Lo nggak mau bolos gitu ra?" tanya Sean saat mereka sudah didalam mobil.

"Nggak lah!" jawab Sarah dengan tegas.

"Santai nggak usah ngegas." ucapan itu berakhir dengan keheningan dimobil, Sarah takut berbicara dengan Sean apalagi menatapnya.

"Gue ngajak lo berangkat bareng karena gue mau berteman baik sama lo." ucap Sean tiba-tiba.

"Ha?" Sarah yang tadi fokus kejalanan, langsung mengalihkan pandangannya kearah Sean yang masih masih fokus menyetir.

"Aneh gue ngomong kek gini ra?" tanya Sean sedikit senyuman disudut bibirnya.  Pertanyaan itu membuat Sarah tertegun dan membatin dalam diam.

" iya lo aneh."

****

Saat tadi pagi Sarah menjadi perbincangan anak HSS karena datang bersama Sean yang sehabis kecelakaan, tapi lukanya telah sembuh. Sean yang sudah biasa mendengar gosipan mereka hanya bodo amat, tapi beda dengan Sarah dia sudah panas dingin sedari tadi.

"Anjir banget, kok Sean mau sih berangkat sama si gendut."

"Nggak banget deh."

"Ih pengen banget gue kempesin tu badannya."

"Cinta gue terhalang sama si bearnad."

"Iri banget sih, rasanya gue pengen robek tu mulut mereka." gumam Vanya yang kesal sedangkan Sarah yang dihina malah menahan diri Vanya agar tidak membuat hal aneh.

Malvin King BullyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang