Happy reading!!
Agi menyalakan motornya dengan tas gitar di punggungnya. Wajahnya tertutup dengan helm full face bewarna hitam.
Suara berisik disampingnya mengalihkan perhatiannya untuk melirik orang yang berisik itu.
"Naik re!" suruh laki-laki dengan seragam baju yang sudah tak rapi dan kusut.
"Tapi nanti malam ajak gue balapan ya!" ujar perempuan dengan rambut hijau terangnya.
"Acc, asalkan lo mau nongkrong sama gue." balas laki-laki itu dengan senyuman diwajahnya.
"Awas lo gak nempatin janji, gue sebenernya males ketemu tuh orang." ucap perempuan ini dengan nada suara dingin.
"Dah lah, ada gue!" laki-laki itu mulai menyakinkan perempuan tersebut.
"Oke lah!" perempuan tersebut menerima dan memasang helm di kepalanya.
Agi melirik sang perempuan dengan mata tajamnya.
Perempuan dengan rambut hijau terang itu merasa terus ditatap oleh Agi, akhirnya melirik Agi saat temannya mulai menjalankan motor.
Perempuan itu merasa tak peduli terus ditatap oleh Agi dan membalikkan kepalanya kembali ke arah depan.
"Balapan?, Dia?, paling mau tepe-tepe ke cowok, dasar cabe." Agi mendengus kasar dan mulai menjalankan motornya keluar dari parkiran sekolah.
Agi membelokkan motornya ke arah berlawanan rumahnya. Ia akan menuju ke rumah milik Vanya.
Pulang sekolah akan dia manfaatin untuk menjenguk Vanya.
****
Sejak kemarin Vanya tidak masuk sekolah, begitu juga hari ini. Badannya sungguh tidak bisa diajak beraktivitas yang berat-berat.
Selama Vanya tidak masuk seolah, Vanya hanya membaca buku, melihat aktiivitas di media sosial dan aktivitas di usahanya.
Hari semakin sore.
Vanya sekarang berada di ruang keluarga sambil membaca novel. Dari arah belakang datang seorang pelayan yang bertugas untuk mengurus rumah dengan membawa keranjang putih ditangannya berisi cucian baju kering.
"Non bajunya udah kering semua, saya ijin bawa masuk ke kamar non Vanya ya?" tanya pelayannya meminta ijin.
"Oke bi," Vanya memberi ijin.
"Bi, disitu ada hoodie abu-abu nggak?" Vanya mulai melepas pandangannya dari novel dan menatap sang pelayan.
"Ada non." jawab pelayan itu sopan.
"Digantung aja bi." suruh Vanya dengan lembut.
"Iya non." pelayan itu mengangguk dan melangkah pergi menuju kamar Vanya.
Vanya mulai membaca novelnya kembali dengan ditemani suara berisik dari TV yang dibiarkan menyala.
Pelayan dari arah luar mengatakan ada tamu yang sedang menunggu Vanya.
Vanya berdiri dan sedikit merapikan sweternya.
"Hai." Sapa orang tersebut dengan senyuman lebar.
Ternyata yang datang adalah Agi. Vanya tersenyum ketika Agi menyapanya.
Agi terdiam kaku karena bola mata itu menatapnya sangat lekat
Vanya mengajak Agi yang diam masuk ke dalam rumahnya.
"Sakit apa Va?" tanya Agi.
"Flu sama penyakit gue kambuh." jawab Vanya.
"Kambuh?, Udah makan kan?" tanya Agi peduli dengan wajah menyerngit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Malvin King Bully
Teen Fiction[Story' 1] "Lo jangan siksa temen gue please! gue akan turuti kemauan lo, gue janji!" -Vanya AudiZ- "Oke gue mau lo pindah sekolah dari sini dan jadi babu gue di HSS!" -Malvin Angelo Sanjaya- Ditulis sejak ©Jun 2017, oleh @ad...
