Part 35

2.7K 89 8
                                        

Ia akan tidur nyenyak dulu hari ini dan besok ia akan menjenguk Elena dan menhadapi ujian yang mungkin berat untuk ia hadapi.

&&&&&&

Setelah penantiannya yang lama Haze akhirnya ia dapat melihat kembali Elena miliknya setelah beberapa bulan.

Haze melangkahkan kakinya kedalam rumah sakit itu.

Hatinya dag dig dug mencemaskan sesuatu yang selalu berkecamuk di dalam hatinya.

Haze selalu merasa Elena tidak akan memaafkannya. Elena akan marah padanya dan mungkin membencinya.

Semenjak kejadian itu hingga kini ia selalu tidak dapat melupakan tatapan yang terakhir Elena berikan kepadanya. Tatapan kecewa dan pasrah akan keadaan.

Haze selalu menyalahkan dirinya atas kejadian hari itu. Hari dimana ia meninggalkan Elena.

Hari dimana Haze membuat semua orang kecewa padanya karena tidak mempercayai Elenanya.

Berjalan lorong demi lorong rumah sakit membuatnya sedikit takut. Memang kabar bahagia yang sudah lama ia tunggu akhirnya datang padanya. Namun, ketakutan yang selama ini ia hindari akhirnya juga datang menemuinya.

Dengan pelan, ia membuka pintu kamar inap Elena.  Mata Haze berbinar melihat Elena sudah membuka matanya setelah sekian lama Elena masih sangat sulit untuk bergerak karena terlalu lama koma tubuhnya menjadi kaku dan sulit digerakkan. 

Haze masuk dan menyapa semua yang ada disana dan terakhir Elena.

Bibir Haze sangat sulit untuk digerakkan dan tenggorokkannya seperti tersumbat sesuatu.  Keluarga Elena yang mengerti akan keadaan mereka akhirnya pun keluar untuk memberi mereka waktu.

Jari Elena bergerak seperti ingin memberi tahu Haze sesuatu.  Namun oksigen yang masih menopangnya membuat Elena sulit berbicara.

Haze dengan cepat langsung memegang dan mencium tangan Elena dengan sangat lama hingga ia meneteskan air mata. 

"Haa.. Azee.. " dengan suara yang pelan dan serak Elena memanggil Haze.

Haze langsung menoleh dan langsung menghapus air matanya.

" I'm sorry.. Maafkan aku Elena..  Aku sangat marah dan jealous hari itu aku..  Aku..  Kumohon maafkan aku.  Tidak seharusnya kamu berada disini.  A.. A.. Aakuu tak bisa melihatmu menderita..  Aku..  Ini..  Tidak seharusnya terjadi." Ucap Haze sambil menahan tangisnya.  Mata Haze merah dan ia terlihat sangat tertekan. 

Elena yang kesulitan berbicara pun hanya dapat meneteskan air mata dan mengelus pipi Haze. 

Elena seperti ingin memberi tahukan Haze kalau tidak apa apa. Mereka akhirnya berakhir dengan air mata yang menguras semua tisue di kamar inap Elena.

#####

Agak absurd ya?  Sorry ya author lagi mungkin gak waras kali ya. Abaikan aja jangan ikutanKecup cinta dari author. 

Akhirnya nulis lagi setelah sekian lama hiatus. 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 16, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Coolest BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang