"Oh.." ucap Haze lesu karena ia takut pacarnya ini masuk ke peringkat 5 terbawah.
&&&&&
Jam berganti jam dan hari berganti hari.
Para siswa pun menghadapi yang namanya ujian akhir semester. Semua wajah mereka ketakutan dan dapat terlihat bulir bulir keringat bercucuran saat mereka tidak bisa mengerjakan soal akhir semester itu.
&&&&&
Banyak murid yang berhamburan keluar dari ruang kelas ujian. Ada yang sedih, ada yang menangis, ada yang tersenyum bangga, dan ada yang biasa biasa saja.
Haze khawatir Elena tak bisa menjawab soal soal matematika yang barusan mereka ujikan. Dengan hati hati, Haze mendekati Elena.
"Lena.. kamu bisa tadi ?" tanya Haze pelan.
"Hm? Tentu.. kamu Haze ?" tanya Elena balik.
"Bisa sayang.." ucap Haze lalu menghembuskan nafas lega.
"Kenapa ? Soalnya sulit ? Atau kamu hampir ketahuan nyontek ?" tanya Lena.
"Nggak sayang.. aku tadi takut kamu nggak bisa kerjain soal soalnya.. Dan aku juga nggak nyontek sayang.." ucap Haze gemas.
"Oh.." ucap Lena santai.
+++++
"Yuk.. pulang.. aku anterin" ucap Haze.
"Yuk.. mampir ke coffee shop yang disebrang dulu ya.. bentar aja kok.." ucap Elena.
"Ok.." ucap Haze.
#####
Kini, Haze dan Elena sedang dalam perjalanan pulang ke rumah Elena.
Suasana di dalam mobil sedikit tegang. Karena, sikap Elena yang cemburu. Mereka berdebat karena Elena bertemu dengan mantan Haze yang dulu.
Geram dengan suasana di mobil. Haze langsung dengan cepat menepikan mobilnya di jalan yang lumayan sepi.
"Apa apaan sih Haze ?! Kenapa kamu menepi?!" Ucap Elena sedikit meninggi.
Pasalnya Elena dan Haze bertemu dengan mantan Haze.
Elena merasa hatinya terbakar dan ingin meledak ledak. Hati kecilnya mengatakan ia cemburu berat. Namun, Elena tidak ingin mengakuinya dan membuatnya makin kesal.
Ia menyalakan Haze karena tidak mengajaknya pulang langsung. Padahal, Elena sendirilah yang ingin ke coffee shop tersebut.
Haze yang tidak peka semakin marah dan kesal karena Elena ngambek dan kesal tiba tiba padanya.
Flashback.
Mereka masuk ke coffee shop tersebut. Tampak seorang wanita yang cantik bersama seorang pria yang tinggi dan tegap.
Wanita tersebut bergelayut manja di pelukan pria tersebut. Namun, saat melihat Haze dan Elena ia langsung bersikap biasa dan melepaskan pelukannya.
Haze yang melihat wanita tersebut langsung memalingkan mukanya. Ia sebenarnya sedikit rindu karena bagaimanapun wanita itu adalah cinta pertamanya, namun ia sadar bahwa ia sudah memiliki Elena yang sangat ia kasihi.
"Haze? Hey?" ucap Elena yang ketiga kalinya karena Haze melamun dari tadi.
"Ng? Kenapa Lena?" ucap Haze yang sudah terbangun dari lamunannya.
"Siapa wanita itu ? Kenapa kamu melihatnya terus?" ucap Elena.
"Uhmm.. tidak ada.." ucap Haze berbohong.
Tiba tiba wanita tersebut datang dan menghampiri Haze. Wanita tersebut memeluk Haze tiba tiba.
"Haze! Oh.. aku rindu kamu Haze!" ucap wanita tersebut lalu memeluk Haze erat.
Pria yang tadi bersama Sabrine datang menghampiri mereka.
"Ekhem.. Sabrine.."
"Irfann.. ini Haze.. dia adalah mantan kekasihku namun kami masih menjadi teman.. iya kan Haze?" ucap Sabrine.
"Iya " ucap Haze sambil tersenyum.
"Irfan" ucap Irfan sambil mengulurkan tangannya.
"Haze.." ucap Haze sambil menjabat tangan Irfan.
"Haze.. Irfan adalah tunanganku.. kami akan menikah setelah kami tamat." Ucap Sabrine.
"Oh.. selamat kalau begitu.." ucap Haze tersenyum.
Elena bingung dengan keadaan di depannya.
' Jadi sabrine mantan Haze?' batin Elena.
"Dia siapa Haze? Temanmu ?" Tanya Sabrine.
"Perkenalkan dia Elena, dia kekasihku" ucap Haze.
"Lena dia Sabrine dan Irfan.." ucap Haze.
"Elena Havna.." ucap Elena sambil tersenyum.
"Sabrine Hawk.. dan ini pacarku Irfan Benjamin.."ucap Sabrine.
'Oh.. keluarga Hawk ?' batin Elena.
Elena tiba tiba secara sekilas melihat pandangan rindu yang dipancarkan dari mata Haze kepada Sabrine.
Memang hanya sebentar dan sekilas. Namun, hatinya terasa terbakar dan ia merasa sakit.
'Apa kamu masih mencintai dirinya Haze? Apa kamu akan kembali padanya setelah aku jatuh ke lubang cinta yang dalam dan tak berujung ini?' batin Lena sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Coolest Boy
RandomSLOW UPDATE !!!! "Ah.. sekolah baru lagi buatku.. Ini sudah yang ke 5 buatku.. moga moga aku bisa betah disini.." -Elena Havna Tyler- "Aku suka menyendiri dan aku tak suka diusik! Namun, wanita itu duduk disampingku tanpa permisi! Hah! Ketenanganku...
