Chapter 25

2.8K 131 0
                                        

"Clara mama kangen, kamu gimana disana?, udah makan belum? Gimana sekolahnya? " Ucap Dian. Mama Clara yang beruntun bertanya kepada Clara dan tak lupa juga suara mamanya memekik membuat telinga Clara kesakitan.

Clara menghela nafasnya. "satu-satu dong ma tanyanya. " lalu Clara melanjutkan bicaranya.
"aku baik-baik aja ko mah. Gimana haelmoni udah sembuh? "

"Udah sayang tapi masih belum boleh pulang, oh iya pangeran mama kemana ko tidak terlihat? "

Clara dan Dian memang sedari tadi melakukan Vidcall. Dian tampak mengedarkan pandangannya melihat di sekeliling Clara dari ponselnya tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan pangeran yang dimaksudnya itu.

"pangeran siapa? " tanya balik Clara.

"Pangeran mama loh, menantu mama yang ganteng itu. "

"maa jangan ngaco deh, siapa juga yang mau nikah sama dia. " Clara mendengus kesal.

"Ya kamu lah, masa mama. Kalo mama dibolehin sama papa si mama ga bisa nolak" Dian tertawa disebrang sana.

"Maa inget umur, bilangin papa juga nih ya." Clara mulai mengancam mamanya.

"hehe iya iya, mama gak doyan berondong ko. Mama doyannya sama pemeran utama goblin siapa tu namanya. Gong---gong yun, atau apalah susah banget namanya pokoknya itulah. " ucap Dian sambil terkekeh sendiri.

Clara hanya geleng-geleng kepala mendengar ocehan mamanya yang mulai tidak jelas.

"Kapan mama pulang?" tanya Clara.

"Mmm--- mungkin tiga harian lagi sayang. Sabar ya ntar mama bawain oppa oppa deh disini biar kamu gak sedih. " balas Dian sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Ihh emang aku mama apa? Yaudah udah dulu ya ma, aku mau tidur."

Clara mematikan Vidcall lalu beranjak untuk memasuki kamarnya, sedari tadi ia berada di ruang keluarga. Ia Sebenarnya sedang menunggu ke tiga Sahabatnya yang ingin menginap di rumahnya. Tapi mereka tak kunjung datang.

Ting tong ting tong

Bel rumah Clara berbunyi, Clara yang hendak melangkahkan kakinya untuk menaiki anak tangga lalu mengurungkan niatnya. Ia lalu berbalik dan berjalan mendekati pintu rumahnya. Ia yakin bahwa yang memencet bel itu adalah sahabatnya yang ia tunggu sedari tadi.

Clara membuka kenop pintu. "lama bang---" mata Clara membulat. Saliva Clara sulit tertelan dari kerongkongannya. Mengapa yang datang bukan sahabatnya. Tapi seorang pria tampan dan, tunggu. Tunggu dia tersenyum. Ahh, senyumannya itu menambah ketampanannya 1000 kali lipat.

"Raja."

Ya pria tampan itu adalah Raja. Clara berkali-kali mengerjapkan matanya, ia pasti halusinansi ini pasti tidak nyata kan.

"Raa."

Ini nyataa, bukan halusinasi.

"Lo masih teledor ya, gerbang gak lo kunci. Pantesan aja mama lo khawatir ninggalin lo sendiri." ujar Raja lalu berjalan masuk rumah Clara tanpa permisi.

Raja menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, Clara yang melihat itupun melongo. Betapa tidak sopannya dia.

"Ngapain kesini. " ketus Clara sambil melipat tangannya di depan dada, menghampiri Raja.

"Nemenin lo, kan gua udah janji sama mama lo bakal nemenin lo sampe mama lo pulang. " sambil menyunggingkan senyuman yang menghiasi wajahnya.

"gak perlu. pulang sana!!" usir Clara.

"gak."

"Pulang sana, gue udah ada temen" Usir Clara untuk ke dua kalinya.

"tidak. titik gak pake koma." keukeh Raja.
"lagian kalo temen lo mau dateng kenapa jam segini belum dateng juga."

Raja Si Badboy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang