"Yaya!!..." Panggil William dari belakang sambil mengejarku
"Will gua takutt" jawabku
"Udah Ya, tenang, gua yakin Dimas gak bakal kenapa-kenapa kok"
"Kalo Dimas gak kenapa-kenapa, ngapain nyokapnya nyuruh gua ke rumah Dimas secepatnya pas pulang sekolah?"
"Udah-udah mending kita kesana sekarang.." ajak William
Dijalan menuju rumah Dimas perasaanku sudah tidak enak, tanganku gemetar, jantungku berdetak tak karuan. Aku benar-benar takut!
Ternyata feelingku benar, sesuatu yang sangat tidak aku inginkan terjadi. Tepat di depan gang rumah Dimas ada bendera kuning dan banyak mobil-mobil berdatangan.
"Will ini kenapaaa??!" Teriakku sambil menangis
"Udah ya positif thinking!" Jawab William
"Mana bisa gua positif thinking kalo kaya gini Wil!!"
"Udah-udah cepet lo turun, biar gua cari parkiran" suruh William kepadaku.
Sampai didepan rumah Dimas, ternyata sudah ada mama dan papaku, mama dan papaku memang berteman dengan mamanya Dimas, dan aku pun langsung menghampiri mereka.
"Mahhh kenapaa?!" Tanyaku sambil menangis
"Operasi terakhir Dimas gagal Sis. Tubuhnya tidak merespon" ucap mama Dimas
"Jadi Dimas sekarang gimana tannn? jawab Sistaa tannn!!" Teriakku
"Ayo ikut tante" kata mama Dimas sambil menarik tanganku.
Saat aku sampai di dalam, betapa kagetnya aku melihat Dimas sudah terbalut kain kafan.
"Tantee!! Aku lagi mimpi kan?" Teriakku
"Yang sabar ya sayang" jawab mamaku
Aku pun menangis sekencang-kencangnya sampai akhirnya William datang menghampiri dan menghapus air mataku, serta menenangkan ku.
Lalu setelah air mataku mulai reda, William menarik tangaku menghampiri almarhum Dimas dan membuka kain yang membalut wajahnya, Lagi-lagi aku menangis sejadi-jadinya.
Akhirnya karena malu, aku memutuskan untuk ke taman belakang rumah Dimas dan menangis disitu, tapi tentu saja William ikut menemaniku.
"Udah jangan nangis" kata William
"Gimana gak nangis sih, Dimas janji mau balik kesini!" Jawabku
"Ya terus? Dia udah balik kan"
"Buat apa dia nyuruh gua nunggu Will, kalo ternyata yang dateng cuma mayat diaa!!"
"Umur gak ada yang tau Ya" jawab William
"Tapi kenapa Dimas harus ninggalin gua secepat itu? Disaat gua udah sayang lagi sama dia, dia justru bener-bener ninggalin gua!"
"Udah Ya jangan nangis"
"Dimas bohongin gua lagi Will.....!!!"
Maaf ya, kemaren aku gak post, soalnya gak ada mood sama sekali hehe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friend Zone
RomansIni cerita ku dan dia, Aku dan dia terjebak friend zone selama 3 tahun. Dia benar-benar baik, dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Menurut ku dia itu tipe-tipe bad boy yang cuma mau temenan sama satu cewe yaitu aku. Awal nya bener-bener gaada ras...
