Jeritan kesakitan itu terdengar dari ruangan pribadi dari tangan kanan Kwon Jiyong. Teriakan itu benar benar seperti orang yang tersiksa, tapi, tak mungkin ada yang berani untuk mendekat, bahkan hanya sekedar untuk melihat.
Karena, jika Park Jimin sedang berada di puncak emosi semacam itu, benar benar mengerikan, dude.
Taeyong yang juga melewati ruangan milik Jimin itu meringis ngilu. Atasannya yang satu itu ternyata tak lebih mengerikan dari Jiyong. Mungkin ini tindakan paling berani yang di lakukannya. Namja yang memiliki wajah mirip dengan tokoh anime itu sedikit melongokkan kepalanya ke dalam.
Jimin di sana, dengan Yoongi yang menangis di pelukannya. Heol, demi apapun, Yoongi sangat benci jika harus berurusan dengan bunuh membunuh. Apalagi teriakan penuh rasa siksa itu terdengar sangat jelas di telinganya.
Bawahan Jimin itu hanya tersenyum kecil. Sepenuhnya tau jika Jimin melakukannya untuk membuat Yoongi terbiasa dengan keadaan seperti itu. Tapi, menurutnya itu terlalu berlebihan.
Percobaan pertama, dan Jimin langsung menguji Yoongi dengan membunuh orang penuh siksa perlahan lahan seakan menikmati pekerjaannya membuat rasa sakit itu seperti psikopat? Taeyong rasa itu berlebihan.
"Jim?"
Yeah, dengan keberanian yang benar benar ia kumpulkan —karena demi apapun Jimin benar benar mirip psikopat, ia berhasil memanggil Jimin. Yang perlu ia lakukan selanjutnya adalah membujuk namja itu dengan tanpa salah bicara, atau ia akan berakhir seperti Choi Siwon yang sudah sekarat itu.
"Yeah?"
"Kau tau apa yang kau lakukan?"
Namja bersurai light blue itu menautkan alisnya. Lalu, tersenyum remeh pada Taeyong.
"Kau masih punya mata yang belum ku congkel, Taeyong."
Kan, sialan. Sepertinya Taeyong memang sudah salah bicara.
"Maksudku, tidakkah kau memperhatikan kekasihmu yang ada di pelukanmu itu?"
"Kau menyukainya?"
Astaga, Taeyong benar benar ingin memaki Jimin. Tapi, tatapan membunuh yang di layangkan namja itu membuatnya harus berpikiran jernih dan menyelamatkan Yoongi yang bahkan keadaannya hampir sekarat itu.
"Sama sekali tidak, Jim. Tapi, ia sekarat karena ulahmu. Tidakkah kau lihat?"
Tangan kanan Jiyong itu melepaskan pelukan Yoongi padanya. Bisa ia lihat, kekasih hatinya itu ketakutan setengah mati. Jimin hampir panik jika saja ia tak segera menguasai dirinya. Ia harus segera memusnahkan Siwon dan menenangkan Yoongi. Dan satu satunya yang ia pikirkan sekarang adalah, membawa Yoongi keluar dari sini.
"Taeyong, bawa Yoongi ke kamarku. Pastikan dia baik baik saja."
"Baik."
Namja pucat itu kini beralih ke tangan Taeyong. Dalam hati ia bersyukur karena berhasil menyelamatkan Yoongi dari kekejaman Jimin. Lalu, ia segera membawa Yoongi ke kamar Jimin seperti yang ia perintahkan.
"Oppa? Ada apa dengan kakak ipar?"
Itu, Jiae. Putri bungsu Tuan Park. Seluruh penghuni markas sudah mengetahuinya, karena pengumuman yang Chanyeol buat. Ia manis. Dan wajahnya itu duplikat Jimin.
"Kakakmu kejam, Jiae. Ia memeluk kakak iparmu ini saat menghabisi Siwon."
"Dasar Jimin Oppa bodoh! Kalau begitu, ayo bawa dia ke kamar Jimin Oppa."
KAMU SEDANG MEMBACA
DANGEROUS [my]
Acción[COMPLETED] [SEDANG DALAM PROSES EDIT-ON HOLD] "aku tidak akan membiarkan orang yang menyakitimu hidup, Yoongi." -Jimin Park ⤵ minyoon b×b! dldr! action-romance d.e
![DANGEROUS [my]](https://img.wattpad.com/cover/113738187-64-k296349.jpg)