Park Jimin memandang pusara di depannya. Tercetak nama Park Jaejoong di sana. Sungguh, ia rindu ibunya.
Bungsu Park mengalihkan pandangannya ke pusara di sebelah ibunya. Tertulis nama Park Junsu di sana. Jimin tersenyum kecut, merasa bodoh karena ia ikut mempercayai sandiwara Kwon Jiyong, bahwa Choi Seunghyun lah yang menjadi kakaknya selama ini.
Sial. Pantas saja, dulu Junsu —alias Seunghyun, tiba tiba mengikuti jejak ayahnya dan tak pernah memperdulikannya lagi. Ternyata kakaknya sudah terbaring di sini.
"Maafkan aku, hyung."
Tangannya ia katupkan di depan dada. Berdoa untuk kedua orang yang sangat ia cintai, ibunya Park Jaejoong, dan kakaknya Park Junsu.
"Jimin, sudah?"
Jimin mengangguk, menatap Yoongi kemudian tersenyum. Membuat sang submisive ikut tersenyum. Dan sebuah pelukan tiba tiba dari Jimin membuat Yoongi terkejut.
"Terimakasih, telah hadir dalam hidupku, Min Yoongi."
Kesadaran Yoongi kembali saat Jimin membisikkan kata kata itu di telinganya. Si cantik pun membalas pelukan Jimin.
"Terimakasih, selalu ada untukku, Park Jimin."
Pelukan itu Jimin lepaskan. Menatap penuh damba pada netra Yoongi. Tepat ketika bibirnya hampir menelan bibir tipis Yoongi, sebuah teriakan membuat Yoongi mendorongnya agak menjauh.
"Kalau ingin berciuman cari tempat yang lebih elit, Jim!"
"Fuck!"
-DANGEROUS-
Jiyong menatap langit langit ruang kerjanya. Pikirannya melayang jauh ke masa itu. Berputar dengan sangat jelas di kepalanya.
•Flashback•
"Park Yunho berencana melengserkanmu, Jiyong."
Putra sulung Tuan Park Yunho mendudukkan dirinya kelewat sopan di kursi di depan meja kerja Jiyong. Kakinya ia angkat naik ke meja dan tangannya bersidekap di dada. Ekspresi Jiyong datar, tak sesuai ekspetasi sang pewaris tahta Park Company. Ia pikir Jiyong akan mengamuk dan—
"Akan ku musnahkan."
—membunuh ayahnya. Oke, mengamuk mungkin tidak, tapi, tebakan bahwa Jiyong akan membunuh ayahnya adalah tepat.
"Seriously?"
"Kau tau aku tak pernah bercanda soal membunuh orang, Junsu hyung."
Junsu mengulum senyum. Mungkin ayahnya memang berkuasa, tapi di lengserkan? Kurang rendah apalagi tindakan itu? Delapan tahun sudah ia menguasai dunia bawah tanah dan semudah itu Tuan Park akan melengserkannya? Tidak semudah itu, sebenarnya. Oh, man, pembunuh berdarah dingin, incaran nomer satu seluruh kepolisian Korea dengan Tuan Park, miliyader kaya raya pemilik Park Company? Ayolah, yang benar saja.
"Untuk itulah aku di sini."
Alis Jiyong menyatu, sepenuhnya tak menangkap maksud ucapan Junsu. Junsu hanya tersenyum penuh arti, melanjutkan ucapannya.
"Jangan bunuh ayahku. Bunuh aku saja."
"Jangan bercanda, Park."
KAMU SEDANG MEMBACA
DANGEROUS [my]
Action[COMPLETED] [SEDANG DALAM PROSES EDIT-ON HOLD] "aku tidak akan membiarkan orang yang menyakitimu hidup, Yoongi." -Jimin Park ⤵ minyoon b×b! dldr! action-romance d.e
![DANGEROUS [my]](https://img.wattpad.com/cover/113738187-64-k296349.jpg)