[8] You'll be Mine [M]

8.4K 650 29
                                        


WARN!
Mature content!
18+



Jimin membuka matanya. Bias bias cahaya mulai memasuki kamarnya lewat celah celah jendela. Sungguh ia tak terbiasa dengan ini karena seumur hidupnya, ia bahkan tak pernah menyentuh gorden setelah bangun tidur.

Jadi siapa yang melakukannya?

Tentu saja!

Min Yoongi!

Kemana anak itu? Jimin hampir panik. Ia bahkan sudah berencana untuk kembali ke Korea dan membunuh Kwon Jiyong jika terjadi sesuatu pada Yoongi.

Tapi, kepanikannya hilang saat ia mendengar suara air mengalir dari kamar mandi. Kekasih hatinya itu sedang mandi rupanya.

"Sialan! Lubang laknat! Kenapa kau perih sekali, eoh?! Aish! Park Jimin! Kau harus membayar ini! Dasar byuntae Jimin!"

Jimin terbahak di tempatnya berbaring. Ia bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Pakaian nampak berserakan di lantai kamarnya.

Seberapa panaskah ia bermain hingga kamarnya seperti kapal pecah begini?

Di ketuknya pintu di depannya.

"Yoongi?"

"Apa?!"

Lagi lagi Jimin terbahak dengan jawaban sewot dari Yoongi. Ia memutar knop pintu dan bibirnya menyeringai jail.

Tidak terkunci, kawan!

Kesialan bagi Yoongi dan keuntungan besar bagi Jimin, tentu saja.

Pintu itu di bukanya perlahan. Kepalanya melongok dan ia di suguhi pemandangan Yoongi yang sedang mandi di bawah shower, dan si manis itu telanjang. Bagian bawahnya mengeras seketika.

Lain kali, kau harus ingat untuk mengunci pintu kamar mandi, Yoongi!

Jimin mendekat dan memeluk Yoongi dari belakang. Pemuda manis itu sempat tersentak.

"Aku meminta jatah pagiku."

"Jatah pagi apa? Jangan coba coba, Jimin!!"

"Itu salahmu."

"Kenapa jadi salahku?!"

"Jika kau tak lupa mengunci pintu kamar mandi, kau tak akan membuat adik kecilku ini bangun, sayang."

Yoongi mendesus. Selama ini ia tinggal sendirian, jadi ia tak punya kebiasaan untuk mengunci pintu kamar mandi. Dan sekarang ia harus melayani Park Jimin yang sudah berkali kali menerobos tubuhnya malam tadi.

"Aku sedang mandi, Park."

"Lalu?"

"Kau sudah meminta tujuh ronde tanpa henti semalam!"

"Lalu?"

"Lubangku perih!"

"Lalu?"

"Sekali lagi kau bilang 'lalu', aku akan memotong adik kecil sialanmu itu Park Jimin!"

Jimin menyeringai dan membisikkan kalimat yang membuat Yoongi merinding ngeri.

"Kalau begitu, aku harus membuatmu menarik kata katamu itu, babe."

Entah sejak kapan Jimin ada di depan Yoongi, yang pasti pemuda itu langsung melahap habis bibir kissable milik bungsu Min itu. Yoongi meronta di pelukan Jimin. Tapi, Jimin tentu lebih sigap dengan mengurung erat Yoongi di dalam pelukannya.

DANGEROUS [my]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang