++++
++++
Di kamar barunya, Ithiyah terlihat menggerutu kesal. Sekali lagi dia menatap wajah ayu lewat pantulan cermin. Walau dia akui kalau bayangan wajahnya terlihat tambah menawan dengan balutan jilbab, tapi tetap saja, rasa tidak nyaman tak bisa dia pungkiri.
Jilbab merah muda pasta, dengan aksen benang emas di setiap tepian. Lalu, kaus pink pias lengan pendek yang di balut cardigan putih menambah kesan feminim gadis itu. Di tambah dengan jeans hitam yang serasi dengan balerina shoes, penampilan Ithiyah hari ini terlihat beda.
Jika biasanya, dia memakai kaus lusuh di balut rompi denim, topi dekil, dan jeans sobek-sobek, kini semua itu berubah. Semuanya, karena sekarang dia bukanlah seorang Iyyas lagi, tapi dia adalah Ithiyah Maghfirah.
"Lama banget sih, Thi"
David muncul di belakang punggung Ithiyah, "Papa udah nggak sabar tuh, lagian tamunya udah banyak yang dateng"
"Ih, gua lagi gugup nih, jadi lu jangan buat gua marah"
Senyum jahil David terkembang, "Hayo, lo gugup gara-gara ada Bagas, ya ?"
Ithiyah tak merespon, dia masih sibuk menenangkan diri. Karena sekarang, Anton dan Susan hendak mengenalkannya pada seluruh kerabat jauh, tetangga-tetangga, ataupun rekan kerja dengan mengadakan acara syukuran.
Jari David menyentil bahu Ithiyah, "Jangan bengong, waktunya udah mau habis nih"
"Ralat lu ah !"
Tanpa memedulikan David, Ithiyah berjalan mendekati pintu kamar. Dia mengintip lewat lubang kunci, perlahan bola matanya membesar begitu tahu bahwa di bawah sana, ada banyak sekali manusia-manusia yang ingin melihat dirinya.
Duh, rasanya nggak pede. Baru kali ini gua ganti penampilan. Kalau aja nggak niat bakti sama Mama, gua nggak bakal mau pake ginian.
Terus saja hatinya mengomel.
Sungguh, ini bukanlah jati diri seorang mantan pengamen, atau mantan berandalan saat masih di Tugu. Ya, sejak dulu dia tak pernah berpenampilan feminim, lalu, kenapa sekarang dia harus merubah penampilan ?
Karena sekarang, jati dirinya adalah Ithiyah Maghfirah yang mesti tampil anggun, bukan Iyyas, gadis beringas dan kasar yang selalu berpenampilan kacau.
"Kalian pasti tahu kan, bahwa aku dan Susan memiliki dua orang anak ?"
Suara Anton mulai terdengar, "Kalian juga tahu bahwa putriku bernama Ithiyah, apa kalian sudah pernah
melihatnya ?"
"Jangan bercanda Anton, tentu saja kami pernah melihat gadis itu, bahkan sering" cetus pria berjas hitam, rekan kerja Anton.
Mendengar itu Anton tersenyum tipis, ya, mereka sering melihat Ithiyah, tapi bukan Ithiyah yang sekarang.
"Mungkin yang kalian maksud adalah gadis berambut panjang lurus dengan blouse toska itu ?"
Anton menunjuk ke arah Thalita.
Mereka semua mengangguk, karena memang dialah yang selama ini di kenal sebagai Ithiyah, "Ya, dia Ithiyah, putrimu"
Gelengan kepala mengiringi senyum tipis Anton, di samping pria itu ada Susan yang juga memasang senyum manis berlesung pipi, "Sebenarnya, dia itu bukan Ithiyah, tapi Thalita"
"Hah, kalian pikir kami akan percaya begitu saja ?" Kekeh seorang wanita dengan make-up yang sangat tebal, "Ini nggak lucu, jelas-jelas dia adalah Ithiyah"
"Tapi aku bukan Ithiyah" Sahut Thalita, "Dan aku bukan putrinya Om Anton dan Tante Susan"
Mendengar itu semuanya tertawa renyah, mereka masih belum percaya dengan semua ini, "Aduh ... Sudahlah Ithiyah, kamu ini ada-ada saja"
"Nggak, dia nggak bohong, dan Om Anton juga nggak bohong" Reno angkat bicara, "Dia adalah Thalita, bukan Ithiyah"
"Dan dia adalah adikku, putri dari pasangan Rifkah dan Panji" Kei pun tak mau kalah suara.
"Karena itulah Om Anton dan Tante Susan mengundang kalian semua kesini, agar kalian tahu kebenaran yang sesungguhnya"
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARA ITHIYAH DAN IYYAS
Roman pour AdolescentsDua bayi perempuan yang tertukar. Ithiyah yang sejatinya adalah Thalita Saranova dan Iyyas yang sejatinya adalah Ithiyah. Namun takdir memang aneh, ketika Ithiyah berada di tengah-tengah kemewahan, ketika itulah sang Ithiyah asli tengah menjajakan s...
