Sejak dulu orang mencari apa yang dinamakan dengan keadilan. Sejak kecil Garry ingin sekali merasakan yang dinamakan dengan keadilan. Apakah keadilan itu apabila seorang anak melakukan kesalahan lantas dihukum? Misalnya saja, memecahkan gelas ia harus menghadapi 20 kali cambukan rotan oleh ayahnya? Ataukah keadilan itu ketika ia mengadu tentang perilaku anak-anak sekolah yang nakal, tetapi mereka malah dibebaskan lantaran dari kalangan orang yang berduit, bahkan Garry harus meminta maaf atas perilaku mereka? Padahal dia tidak bersalah.
Di televisi ia menyaksikan para pejabat yang dihukum atas kesalahan mereka cepat sekali bebas. Sedangkan, mereka yang berasal dari golongan rendah harus menderita lebih lama dan sulit bebas. Dia juga melihat bagaimana sang ibu begitu sengsara setelah diceraikan oleh ayahnya, lantaran dosa yang tidak pernah dia lakukan. Ada seseorang yang memfitnah ibunya berselingkuh, padahal ibunya tidak pernah demikian. Ternyata, itu hanya kedok dari ayahnya agar bisa menceraikan ibunya agar bisa menikah lagi.
Apakah keadilan itu melepaskan anak seorang konglomerat yang baru saja menabrak anak kecil di jalan raya dengan segepok uang? Ternyata tak lama kemudian beberapa bulan setelah, anak konglomerat itu lagi-lagi menabrak orang lain. Tetapi kali ini yang ditabrak tidak terima. Alhasil tetap saja, anak konglomerat itu dinyatakan tidak bersalah di pengadilan. Malah keluarga korban yang ditabrak dinyatakan bersalah. Garry tertawa melihat itu semua. Peristiwa-peristiwa yang membekas di dalam hidupnya serasa memberikannya pelajaran, tak ada keadilan bagi orang-orang lemah. Keadilan itu hanya dimiliki oleh orang-orang kuat.
Lalu apakah ada salah satu formula agar keadilan itu bisa ada di muka bumi? Dengan cara apa? Dengan campur tangan yang bagaimana agar keadilan itu akhirnya datang? Apakah manusia-manusia seperti itu yang akan tinggal di muka bumi kelak?
Tidak. Garry justru heran kenapa manusia-manusia brengsek itu masih bisa berkeliaran di muka bumi. Keadilan apa yang ingin dikehendaki oleh semesta? Harusnya ada seseorang yang bisa menghukum mereka. Siapa? Siapa orang-orang yang bisa menghukum para pendosa itu? Para pahlawan super? Mereka hanya ada di dalam khayalan.
Sejak kecil Garry sudah menyenangi yang namanya ilmu pengetahuan. Dia beranggapan bahwa rumus keadilan bisa ia temukan suatu saat nanti. Keadilan yang membuat manusia-manusia menjadi kuat. Keadilan dimana bumi hanya diisi oleh orang-orang terpilih, orang-orang yang sanggup menciptakan dunia baru. Tapi tentunya tidak mungkin ia membuat virus untuk membunuh umat manusia. Dia bukan seorang pembunuh. Dia juga tak mungkin membuat bom nuklir. Sekali lagi ia bukan seorang pembunuh. Dia hanya ingin orang-orang lemah itu tidak ada, digantikan dengan orang-orang kuat.
Sudah lama Garry beranggapan kalau orang yang kuat adalah mereka yang memiliki kekuatan lebih. Itu sebabnya ia tak bisa melawan ayahnya. Ia juga tak bisa melawan orang-orang yang sering merundungnya. Dia pun bertanya-tanya kenapa orang-orang itu takut? Kenapa dia sendiri juga takut?
Dia pun menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Ternyata orang-orang itu akan patuh kepada orang-orang ditakutinya. Itulah alasan kenapa dia tak bisa melawan ayahnya, tak bisa melawan balik anak-anak yang merundungnya. Itulah alasannya. Kalau saja dia menemukan sebuah formula yang bisa menyebabkan orang lain takut, maka itulah jawaban dari semua pertanyaannya selama ini.
Garry terus belajar, belajar dan belajar. Dia tak pernah menghiraukan yang terjadi kepada dirinya. Ia menjadi maniak, menjadi orang yang sangat senang sekali dengan ilmu pengetahuan. Hal itu semata-mata dia lakukan agar ia bisa menemukan formula yang bisa membuat orang lain takut. Takut secara pasrah, alamiah, naluriah. Dia mencoba untuk membuat ramuan kimia, tetapi efeknya sangat buruk bagi penggunanya, maka ia urungkan hal itu, hingga datanglah suatu ketika peristiwa itu.
Suatu ketika Garry melihat berita di tevelisi, seorang perempuan bisa mengeluarkan api. Dia membakar apapun yang ada di hadapannya. Sampai akhirnya dia mencelakai seorang temannya sendiri. Perempuan itu bernama Aprilia. Yang kemudian dikenal dengan sebutan "Si Perempuan Api". Hanya saja nasib perempuan itu tak diketahui lagi, hingga akhirnya pohon-pohon raksasa muncul dari permukaan tanah yang menyebabkan jakarta dalam keadaan genting. Entah bagaimana pohon-pohon itu tiba-tiba terbakar sampai habis.
KAMU SEDANG MEMBACA
ECHO [end]
Ciencia FicciónAgi mengalami kecelakaan pesawat ketika ia masih kecil yang mengakibatkan ia harus berpisah dengan ibunya. Dia selamat ditolong oleh Kesadaran Bumi sekaligus diberikan kekuatan yang luar biasa. Waktu berlalu ketika dia bertemu lagi dengan perempuan...
![ECHO [end]](https://img.wattpad.com/cover/132415338-64-k735016.jpg)