29 | Impian Sesungguhnya

865 86 2
                                        

Samudra masih melayang-layang di udara. Dia mencoba untuk bisa mendarat di punggung Shangri-La. Beberapa waktu yang lalu ia melihat Johan masuk ke dalamnya. Dia berniat untuk menyusul pemuda tersebut. Pendaratannya di atas punggung Shangri-La cukup mulus, meskipun ia harus berguling-guling beberapa kali. Segera ia melepaskan tali parasutnya, setelah itu perlahan-lahan berdiri. Saat posisinya sudah tegap, ia menyadari satu hal. Keadaannya sunyi. Ia tak mendengar keributan atau apapun. Bahkan, angin pun enggan berhembus.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Samudra. Saat Agi hendak masuk ke dalam lorong Shangri-La, tiba-tiba lorong itu menutup. "Hei!" pekiknya.

Agi dan Galuh terkunci di dalam Shangri-La. "Apa yang sebenarnya terjadi? Agi! Galuh!" panggil-panggil Samudra dari luar.

Di dalam Shangri-La, pikiran Agi sudah menyatu dengan Garry. Agi bisa melihat segala hal yang dilakukan oleh Garry bertahun-tahun sebelumnya. Seluruh memori dari ayah kandungnya masuk ke dalam pikirannya, demikian juga dengan Garry. Dia menerima memori Agi, seluruhnya hingga kepada bagaimana Erina sang ibu menjadi Ultima untuk dijadikan sebagai kekuatannya. Mata Garry berkaca-kaca melihat ingatan-ingatan anaknya.

Agi terus menjelajahi memori ayahnya. Semuanya terbuka sekarang. Bagaimana Garry bisa mendapatkan kekuatan. Bila ia bertemu dengan Omega, serta bila ia merencanakan tentang tipe manusia evolusi terbaru. Garry telah merencanakan segalanya sejak ia masih sekolah. Dia mempelajari banyak tentang mutasi gen. Dia juga mempelajari tidak sekedar ilmu genetika saja, tetapi juga ilmu-ilmu lain yang bisa menunjang. Dia juga mempelajari anatomi tubuh manusia dan hewan, mempelajari tentang pengaruh gerak rotasi dan revolusi bumi. Garry juga mempelajari ilmu-ilmu fisika. Dia sangat jenius bisa mencerna segala hal.

Kegilaannya kepada sains telah menjauhkan dia dari keluarga. Dari orang yang ia cintai, hingga ia kemudian menganggap cinta hanyalah salah satu objek penelitian. Anaknya pun dia anggap sebagai objek penelitian. Hanya saja, karena ia seorang ilmuwan, maka ia sangat cinta kepada objek penelitiannya. Makanya, kecintaannya kepada anak dan istrinya bukanlah kasih sayang, tetapi kepada objek penelitian.

Garry selalu memperhatikan perkembangan Agi, mencatat tingkah polahnya. Memberikannya terapi shock nyaris setiap hari. Bentakan dan bentakan diberikan untuk meneliti sel-sel otak Agi apakah bisa memulihkan diri sendiri setelah diberlakukan sedemikian rupa.

Dengan terpaksa Garry menggunakan kekuatan yang dimilikinya agar Agi selalu takut kepadanya. Tetapi, dari lubuk hati yang paling dalam Garry sangat kasihan. Dia tak ingin menyakiti sesuatu yang sangat dia cintai. Namun, itu harus dilakukan.

Garry memang seorang psikopat. Dia melakukan segala cara agar penelitiannya berhasil. Dia melewati batasan dan larangan. Dia bereksperimen dengan mayat, bereksperimen dengan keputus-asaan seseorang. Dia juga pernah mendirikan klub bunuh diri, hanya untuk mengajak orang-orang berpikiran skeptis dan ingin selalu mengakhiri hidupnya. Nyatanya klub itu tetap ada sampai sekarang, tanpa mereka ketahui kalau Garry adalah orang dibalik itu semua.

Selama hidupnya Garry tak pernah merasa kekurangan. Dia bisa mendapatkan uang dengan mudah. Dia bisa menjebol ATM tanpa perlu ia melakukan pengrusakan kepada ATM, dia juga bisa mendapatkan uang dari hasil penelitian yang tidak penting, seperti ketika orang bertanya "Anak siapakah ini?"

Garry sangat taat terhadap jadwal yang dia ingin capai sendiri. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun dia awasi perkembangan anaknya. Dia mencatat seberapa tahan anaknya terhadap rasa takut. Ia pun mencoba banyak hal untuk itu. Mulai dari menyembelih burung di depan anaknya, atau memain-mainkan nyawa makhluk yang tidak berdosa berkali-kali melukai mereka atau memakan mereka secara mentah. Garry mungkin dianggap dengan perempuan setengah sinting. Garry setuju saja dijuluki seperti itu.

ECHO [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang