Yoona masih betah berendam dalam bathtub dengan kepala di dalam air. Sampai kram di perutnya menyadarkannya jika ada sosok yang membutuhkannya lagi. Ia kemudian keluar dari bathtub sambil menangis.
"Maafkan mommy, tidak seharusnya mommy berpikiran pendek seperti ini" ia membelai perutnya, setelah mengeringkan tubuhnya ia keluar dari kamar mandi dan Siwon masih bersandar di dinding kamar mandi. Pria itu tampak kacau.
Hanya saja Yoona jauh lebih kacau darinya. Ia mengabaikan pria itu.
"yoong," panggil Siwon
"Aku akan kembali bekerja" ujar Yoona, ia sudah memikirkannya. Ia tidak boleh menggantungkan hidupnya selamanya pada Siwon. Seharusnya ia tidak pernah melakukannya, ia terlalu terlena dengan kebahagiaan sesaat yang ditawarkan Siwon.
"Baik, oppa mandi dulu. Kita berangkat bersama"
Yoona menggeleng
"Yoong,," panggilnya lagi dan Yoona melanjutkan kegiatannya tanpa mempedulikan Siwon.
***
Siwon tidak memaksakan kehendaknya pada Yoona. Bagaimana pun dia yang bersalah disini. Ia berangkat ke kantor setelah Yoona berangkat. Yoona memilih menggunakan transportasi umum dari pada menggunakan fasilitas yang ada di rumah.
Setibanya di kantor, Yoona belum juga muncul di mejanya.
Yuri masuk ke ruangan siwon saat melihat pria itu sudah tiba,
"Dokter memintaku banyak beristirahat setelah apa yang kamu lakukan padaku semalam" ujarnya
"Lalu kenapa kamu masih disini?"
"Aku ingin pertanggung jawabanmu, aku tidak ingin memberikan anak ini padamu"
"Jika begitu bawa pergi dan kamu juga pergi dari hadapanku"
"Yoona pasti akan marah jika tahu bagaimana kejamnya suaminya"
"Jangan membawa nama istriku,"
***
Im Yoona POV
Aku bertemu dengan chanyeol tadi saat aku memutuskan berjalan kaki ke halte bus. Ia memaksaku untuk ikut dengannya ke rumah sakit mengambil beberapa vitamin. Setelahnya ia mengantarku ke Hyundai, ia menitipkan sebuah dokumen padaku untuk Siwon.
Aku membawa dokumen itu ke ruangannya. Saat membuka pintu, tidak sengaja aku melihat dua makhluk tak tahu malu itu berciuman. Melihatku, pria itu mendorong wanitanya menjauh. Lucu sekali, apa mereka malu padaku?
Aku tidak peduli
Aku melangkah masuk dan meletakkan dokumen milik Chanyeol ke mejanya, lalu aku berjalan menuju pintu keluar. Ia mengenggam tanganku saat melewatinya.
"Yoong"
"Lepas,"
"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mendengarkan penjelasanku" ujar Siwon
Yuri masih berdiri disana, seolah aku yang merebut suaminya.
"Aku sudah cukup jelas, jangan habiskan tenagamu untuk menjelaskan lagi. Karena aku sudah lebih dari cukup"
"Kenapa kamu keras kepala sekali?" ujar Siwon
Aku tidak ingin berbicara dengannya lagi. Aku melangkahkan kakiku keluar dan ia mengejarku.
Di depan ruangannya, Chanyeol berdiri disana, ia memegang ponselku. Aku lupa telah meninggalkannya di mobilnya tadi.
"Jadi karena dia kamu berubah begini? Kamu mau balas dendam padaku?" teriak Siwon
Chanyeol akan membuka mulut, aku menggelengkan kepala supaya Chanyeol tidak mengatakan apa pun.
Melihat tidak ada satu pun yang memberinya jawaban, dia pun mendekati Chanyeol dan akan memukulnya. Aku segera melerainya.
"Ya, iya choi siwon. Aku berubah karena dia. Aku semalam tidak pulang juga karena dia" ujarku, dia akan menyedihkan jika aku mengatakan tidak pada apa yang sudah ia yakini.
"Bajingan" kali ini ia benar-benar menonjok Chanyeol dan tentu saja Chanyeol membalasnya.
Wanita itu masih berdiri melihat kita, kebetulan Kyuhyun datang. Ia yang memisahkan kedua pria itu.
"Yoong, apa yang terjadi?" tanya Kyuhyun, ia melihat Yoona menangis dan ia memeluk pria lain.
Siwon menghela nafasnya
"Dia berubah sikap padaku karena dia" ujar Siwon,
"Bisakah kalian tidak meributkan hal ini dulu? Aku kesini karena ahjumma kim telepon dan mengatakan ahjushi mendadak pingsan" ujar Kyuhyun, Siwon melepaskan tangan Kyuhyun yang menahannya tadi dan berlari ke arah lift, ia menatapku sekilas dan aku tidak menyusulnya.
Biasanya aku yang akan berlari lebih cepat darinya jika berhubungan dengan appa. Tapi kali ini aku tidak akan melakukannya lagi, aku harus lebih berhati-hati dalam bergerak karena babyku dan alasan lainnya adalah pria itu tidak pernah menganggapku sebagai bagian dari keluarganya, itu mengapa dia menyembunyikan hal ini dan bekerja sama dengan dua pengkhianat itu untuk membodohiku.
"Jadi apa yang hyung katakan itu benar? Kamu bahkan tidak peduli lagi pada ahjushi, kamu memilih memeluk pria ini daripada ikut hyung pulang untuk melihat kondisi ahjushi" ujar Kyuhyun
"Tuan cho, apa kamu pantas berbicara seperti itu?" tanya Chanyeol
"Aku sudah berubah, itu benar Kyuhyun-ssi." ujarku
***
Author POV
Yoona pulang setelah jam kerja selesai sedangkan siwon tidak kembali lagi ke kantor sejak pergi pagi tadi.
Ia mengantarkan masakan yang sudah disiapkan ahjumma kim ke kamar tuan choi. Di dalam sana, siwon sedang menemani aboejinya.
"Yoong" panggil tuan choi saat melihat menantunya masuk ke kamarnya.
Siwon masih saja duduk membelakanginya. Pria itu sejak tadi menangis.
"Aku mengantarkan masakan ahjumma untuk appa" ujar Yoona dan ia meletakkan di samping tempat tidur tuan choi.
Setelah itu, ia berbalik untuk keluar. Tidak ada satu pun kalimat yang muncul dari mulutnya untuk menanyakan kondisi mertuanya.
"Kamu kenapa yoong?" tanya Tuan Choi, Yoona menangis. Ia tidak tega bersikap begitu, hanya saja ia cukup terluka saat ini.
"Aboeji, aku suapi aboeji" ujar Siwon, ia menghapus air matanya.
***
Siwon tidak masuk kerja beberapa hari untuk menemani aboejinya. Pagi ini Yoona sudah berangkat kerja dengan diantar Chanyeol. Ia teringat janji Siwon dengan klien dari Shanghai hari ini. Dan klien itu hanya mau berbicara dengan Siwon.
Ia pun membawa berkas penting dan kembali pulang. Ia sudah memutuskan beberapa hari ini, ia tidak boleh bersikap seperti ini. Eommanya tidak mengajarkan ia menjadi orang yang tidak tahu diri. Bagaimana pun sikap tuan choi, itu pilihannya, karena Siwon putranya, jadi tidak salah ia menutupi kesalahan putranya.
Setibanya di rumah, ia bertemu dengan Siwon di depan kamar Tuan Choi.
"Aku yang akan menjaga appa. Hari ini kamu punya janji dengan Tuan Wang dari Shanghai" Yoona mengeluarkan dokumen yang dibawanya tadi.
"Gomawo" Siwon mengambil dokumen itu
"Apa appa sudah sarapan?" tanya Yoona
"Appa sedang duduk di dekat kolam" ujar Siwon "Tolong berikan obat ini ke aboeji"
Yoona menghampiri mertuanya di halaman belakang, ia terkejut saat melihat siapa yang duduk di samping mertuanya itu.
Ia tetap tersenyum untuk menemui mertuanya itu.
"Aboenim, ini obatnya" ujar Yoona dan Tuan Choi menatapnya dengan tatapan bingung, Yoona tidak biasanya memanggilnya dengan sebutan seperti ini. Yoona menunggunya meminum obat, lalu ia meninggalkannya bersama seseorang yang sejak tadi di sampingnya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain
RomanceI never wanted more until I meet You "Apa karena aku tidak memiliki uang sepertimu lantas aku tidak boleh memiliki perasaan padamu? Aku tidak memintamu untuk membalas perasaanku, aku tidak menuntut apa pun darimu," "Aku sudah terlalu lelah dengan p...
