Komen kalo ada typo gaes...
Thankyou...
___________
Vlo baru masuk rumah. Segera tersenyum saat melihat kakaknya ada di meja makan. Arin balas tersenyum dan melambaikan tangan pada Vlo.
"Sampai rumah jam berapa?" tanya Vlo menarik kursi di samping kakaknya lalu duduk.
"Sebelas," jawab Arin setelah menenggak isi gelasnya.
Vlo manggut-manggut saja.
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar si ganteng penjual burger?" lanjut Arin.
"Baik," jawab Vlo sambil menuangkan air putih ke salah satu gelas di sana. Setelah itu minum.
"Jadi ingin main ke sana," gumam Arin membuat Vlo hampir saja tersedak.
Arin tersenyum heran menatapnya. Vlo mengusap mulutnya yang jadi basah karena ceceran air. Setelah itu memukul lengan kakaknya dengan kesal.
"Aku tidak mau. Terakhir kali ke sana, kau hanya membuatku malu," gerutu Vlo kesal.
"Memangnya siapa yang mengajakmu?" jawab Arin geli, bangkit dengan membawa serta piring bekas makannya.
Vlo panik dan segera saja menahan lengan kakaknya sekuat tenaga. Lebih buruk kalau kakaknya itu ke sana sendiri. Dia mungkin akan mengatakan sesuatu yang membuatnya semakin malu, mengingat hobi kakaknya itu adalah mempermalukan diri adiknya ini.
"Kau ini kenapa?" tanya Arin tertawa keras. "Lepaskan! Aku mau cuci piring," lanjutnya.
Vlo mendengus kesal lalu melepaskan lengan kakaknya. Ia mendelik dan memperhatikan kakaknya lamat-lamat. Hanya berjaga-jaga misalnya dia tiba-tiba lari menuju ke sana.
"Kau kan habis makan. Masa iya masih ingin makan burger," komentar Vlo berusaha menunjukan kalau ia meragukan kakaknya walaupun sebenarnya khawatir.
"Memangnya kenapa? Perutku masih muat kok," jawab Arin tersenyum geli.
Vlo kembali mendengus. Ia sudah paham, kakaknya itu bukannya menginginkan burger. Dia hanya ingin menemui penjualnya. Ck, Vlo berdecak kesal. Ia mulai berpikir kalau sebaiknya ikut saja. Setidaknya kalau ia ikut ia bisa mencegah apa pun yang bisa meruntuhkan reputasinya di depan Egha.
"Kalau begitu aku ikut," kata Vlo bangkit dari kursinya.
Arin menoleh dan tersenyum geli melihat tingkah adiknya itu.
"Aku ingin ganti baju dulu," lanjut Vlo beranjak ke kamarnya. "Tunggu aku!!" kata Vlo menunjuk kakaknya dengan nada mengancam.
Arin kembali hanya tertawa.
Vlo segera ke kamar dan melepasi sepatu juga seragamnya. Dia berganti baju secepat yang ia bisa. Ia bahkan tak mengganti rok abu-abunya demi mempersingkat waktu. Dia raih dompetnya lalu baru ingat kalau tidak perlu membawanya jika dengan Arin. Dia lemparkan dompetnya ke ranjang setelah itu membuka pintu. Arin benar-benar menunggunya. Tengah berdiri di dekat pintu tersenyum dengan aneh.
"Apa?" tanya Vlo curiga. Karena dia hafal dengan kakaknya, dan senyuman itu punya maksud terselubung.
Kakaknya tak menjawab, mengajak Vlo berjalan dengan isyarat kepalanya. Masih tersenyum dengan aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kelas A [End]
Teen FictionVlo mendapat kejutan luar biasa di tahun ajaran baru. Ia dipindahkan ke kelas unggulan yang misterius yang bahkan tempatnya di sendirikan dari kelas lain. Kelas yang penghuninya saja tidak diketahui bagaimana bentuk dan rupanya. Dan sekolah tak pern...
![Kelas A [End]](https://img.wattpad.com/cover/162895895-64-k566648.jpg)