Alfin dan Rahasia Masa Lalu

41.3K 4.7K 414
                                        

Komen kalo ada typo gaes... Tengkyu 😘

__________

Vlo baru turun dari bus. Di depannya berjalan dua gadis dari kelas lain. Berjalan akrab bergandengan tangan. Vlo tersenyum saja melihatnya, tiba-tiba rindu dengan Dian dan Nita.

"Ganteng banget," bisik salah satu dari mereka tiba-tiba.

Dan kemudian keduanya nampak gemas sendiri.

"Anak kelas mana sih?" balas yang satunya.

Vlo jadi penasaran, seganteng apa orang yang mereka bicarakan. Iseng ingin membandingkannya dengan teman sebangkunya yang menurutnya sudah yang paling ganteng di sekolah mereka.

Vlo bergeser sedikit untuk bisa ikut melihatnya. Dan kemudian permainan(?) jadi tidak menarik, karena lelaki yang mereka maksud memang Egha. Sedang berjongkok di teras pos satpam, entah apa yang sedang dilakukannya. Ia nampak bosan. Bermain-main dengan batu sambil sesekali menatap gerbang kelihatan mencari seseorang. Dan ia segera bangkit saat melihat Vlo. Tersenyum dan melambaikan tangan.

"Vlo," panggilnya.

Vlo membalas lambaian tangannya. Dua gadis di depannya berhenti lalu menoleh. Mencari sosok yang dipanggil si gantengnya mereka. Tentu saja langsung menemukannya karena Vlo satu-satunya orang yang membalas lambaian tangan itu. Vlo jadi canggung, memaksakan senyum pada mereka sebelum melewatinya.

Setengah berlari Vlo menghampiri Egha.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Vlo heran. Egha bahkan masih menggendong tasnya. Lagi pula mana ada anak sekolah nongkrong di pos satpam sembari ngobrol dengan batu kalau bukan Egha.

"Aku menunggumu," jawab Egha malah membuat Vlo semakin heran.

Untuk apa Egha menunggunya? Kalau ada hal penting pun bisa dia katakan nanti di kelas. Toh mereka duduk satu meja. Tidak harus sampai menunggu di pos satpam dengan wajah begitu memelas seperti anak kucing tersesat.

Egha menghela nafas, lalu menarik Vlo agar kembali berjalan.

"Aku takut Olivia akan duduk di kursimu lagi. Aku sedang malas berurusan dengannya," curhat Egha. "Tadinya kupikir aku akan duduk di depan kelas saja. Tapi saat aku sampai, Olivia malah sudah ada di sana. Jadilah aku menunggumu di pos satpam," terangnya.

Vlo tertawa mendengarnya.

"Jangan tertawa!" kesal Egha mendorongnya pelan. Justru membuat tawa Vlo makin keras.

____

Lintang tengah berkutat dengan buku catatannya saat ia pikir Alfin sampai dan duduk di sampingnya.

"Rajinnya," komentar orang itu mengejutkan Lintang karena rupanya adalah Galang dan bukannya Alfin.

Setelah menatapnya sebentar, Lintang kembali pada catatannya. Berusaha mengacuhkan. Rasanya kembali kesal mengingat adanya Galang di kelas ini adalah karena keisengan dan ketidakpentingan anak-anak sok hebat dan sok kritis yang menyebut diri sebagai OSIS itu.

"Kudengar kau pintar dan sering mengajari teman yang lain," kata Galang kini mendekat dan ikut melihat goresan-goresan pena Lintang dalam catatannya.

"Kau salah dengar," jawab Lintang dingin.

Galang tertawa kecil.
"Aku jadi iri pada anak-anak kelas ini yang punya teman sepertimu," katanya masih memperhatikan gerakan cepat tangan Lintang menulis.

Lintang diam saja, berusaha mengacuhkan dia seperti biasanya.

"Apa si bodoh Alfin sering bertanya padamu juga?" tanya Galang kemudian.

Kelas A [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang