"Lena! Lo gapapa? Kemarin lo kemana? Mata lo kenapa? Lah anjir rambut lo omg omg"
Kata Alicia karib Milena yang kaget dengan penampilan Milena saat ia memasuki ruangan kelas
Milena tidak menjawab,sebenarnya ingin sekali ia bercerita kepada sahabat kecil sampai sekarang ini tetapi Milena juga bingung harus memulai darimana
"Gue dijodohin"
Sontak,membuat Alicia berteriak panik juga kaget yang membuat satu kelas melihat sinis kepadanya
Milena menepok jidatnya dan langsung menyabar mulut Alicia itu dengan tangannya untuk menutupi teriakan itu
"Ups sorry hehe"
Milena membuang nafasnya berat
"Gila lo, lo galupa sama jabatan lo sebagai sekertaris osis kan? Apalagi sekarang lo udah mau keluar terus ujuan terus tanggung jawab sebagai sekertaris terus tugas beuhh. Terus terus lo terima ga?"
"Lagian juga emang bokap nyokap lo kagak mentingin masa depan lo sebagai anak organisasi gitu? Apalagi osis kan"
Alicia menyambungnya lagi
"Haduh,udah deh ntar pulang gue kerja osis,janjian di kafe sebrang sekolah gue ceritain semuanya deh"
Kata Milena lesu
"Diumumkan kepada seluruh anggota osis kelas 12 sekarang diharapkan kumpul diruang osis,sekali lagi kepada seluruh...."
"Jyah kumpulah gue males banget,ntar lo tunggu aja dicafe ok"
Sambung Milena lalu melenggang pergi
•
•
•
•
Ruang osis...
Hampir semua osis disini mulai berkumpul,kecuali ada lah beberapa orang yang belum datang atau mungkin pendengaran yang butuh korekan kuping
Milena terus memandangi Hamam dari atas ataupun bawah maupun sebaliknya.
Kalian harus tau,Milena tidak menyukai Hamam dari pertama dirinya memasuki Organisasi Osis ini. Karna menurutnya,Hamam hanyalah anak orang kaya yang bisanya memakai uang,uang,uang dan uang dari orang tua ayahnya itu,Milena juga tau bahwa ayahnya seorang yang menyukai janda maupun gadis. Milena sering berfikiran hal negatif tentang Hamam tanpa tau kebenarannya. Milena juga sudah bisa menerka bahwa Hamam megikuti osis ini hanya sekedar tenar dalam pesona sebagai koordinator semua siswa. Jika ia ditugaskan bersama Hamam,ia pasti menolak dengan alasan tidak mau sekelompok dengan anak manja itu
"Ngapain lo liatin gue?"
Kata Hamam dingin
"Dih pede lo orang gue ngeliatin si Wisnu belakang lo wlek"
Milena menjulurkan lidah nya meledek
"Perlu bukti lo?"
Balas Hamam dingin
"Coba aja lo kalo bisa cuih"
Milena sedikit Meludah ke samping
"Kalian ber2 kenapa sih kaga bisa akur! Malu kalo kalian ketauan terus punya masalah sama sekolah! Bentar lagi juga lulus yaelah"
Kata Zibran,ketua Osis Umum disekolah itu
Mereka yang sudah diceramahi oleh ketua osis itu tidak dapat menggubris lagi karna takut diadukan kepada pihak sekolah akibat perdebatan yang selalu terjadi diantara Hamam dan Milena
Begitupun Hamam,ia menatap wajah Milena dengan tatapan sinis mungkin bisa dibilang tatapan kebencian,ia tidak suka dari Milena diangkat menjadi sekertaris Osis karna menurutnya Milena itu batu! Keras kepala! Egois! Dirinya selalu ingin menang dan ingin lebih unggul dari yang lain. Padahal jorgan osis ini satu untuk semua semua untuk satu,Hamam pun bingung kenapa dulu Si Milena itu diterima sebagai osis disini. Tapi selama ia bekerja kurang lebih 2 taun hingga sekarang,tidak pernah tuh Milena dan juga dirinya menjadi trouble maker. Sama halnya,ketika dirinya ditugaskan dengan Milena dirinya selalu menolak dengan alasan ia malu jika harus berdekata dengan cewe so benar itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Who?✔
Novela JuvenilSudah berniat udah mundur karna pernikahan yang tidak berjalan sesuai alurnya Semua luka sakit ini sudah terlalu banyak,bendungannya pun hampir rusak. Sudah ditambal oleh rasa tapi luka yang kau berikan malah semakin dalam Harus bagaimana? Mundur at...
