Langit telat berwarna hitam diterangi bulan dan beberapa bintang dilangit malam ini
Sepasang suami istri sedang menikmati waktu mereka berdua ditemani film horor untuk menemani mereka
Hamam membawa secangkir teh panas untuk Milena dari dapur dan membawanya keruang tengah untuk menikmati bersama
"Makasih"
Hamam membalas mengangguk dengan senyuman
Hamam pun menidurkan kepalanya dingin di betis Milena yang sedang berselonjor itu. Milena sedikit terkejut akan perlakuan Hamam kepadanya
"Emm..mam?"
"Biarin gue sebentar gini ya len?"
Hamam mulai memejamkan kedua matanya menghadap ke arah langit langit apartemen
"Len.."
"Hm?"
Milena menyeruput teh hangat yang ia pegang
"Maafin gue ya len"
"Gue ngerti"
"Lo masih trauma?"
"Hm. Maybe no"
"Really?"
"Hm. No"
Hamam menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya secara kasar. Hamam merasa rileks sekali merasakan bantal betis Milena,rasanya ia bisa menyembuhkan beban beban pikiran dikepalanya dengan tidur di betis istrinya ini
"Empuk ya mam?"
Tanya Milena sembari menikmati film horor itu
"Keras"
"Yaudah sana pergi lo"
"Hehe"
Hening...
"Mam"
"Hm?"
"Gue takut gapunya keturunan"
"Apaan sih len"
Hamam membuka matanya
"Takut aja"
"Udah siap emang lo?"
"Udah. Tinggal nunggu ada yang transfer sperma aja"
Hamam terkekeh. Ternyata Milena bisa juga bersifat seperti ini
"Ketawa lo"
"Lucu sih. Emang siapa yang mau transferin sperma ke lo selain gue?"
"Banyak"
"Gue kawin sama tukang dagang pempek juga bisa"
"Yaudah gue mah bodo amat. Emang lo mau anak lo punya bapa udah aki aki? Jhahaha"
"Kalo setia,apa salahnya?"
"Kalo ga setia gimana?"
Jawab Hamam tidak mau kalah
"Gue potong urat nadinya"
"Ck"
Mereka pun terlarut dalam percakapan dan candaan pada malam itu. Keduanya sama sama menikmati momen kebersamaan mereka layaknya pasangan sah 100% . Padahal mereka adalah sepasang suami istri yang baru menjalin kasih sayang
Hamam cukup gengsi jika terus berada dekat Milena. Tapi disisi lain,Hamam malah sangat tenang jika berada disebelah istrinya itu,beban beban berat yang ia tanggung terasa berpergian dengan sendirinya ketika dirinya tidak memiliki jarak jauh dengan Milena
Menit demi menit mereka lalui ditemani teh hangat dan film horor favorite Milena,tak lupa canda tawa yang mereka keluarkan. Milena pun sama halnya dengan Hamam,Milena merasa dunia milik berdua ketika bersama suaminya. Tapi entah kenapa hati Milena belum menerima Hamam sepenuhnya dengan ikhlas dan kasih sayang penuh
KAMU SEDANG MEMBACA
Who?✔
Teen FictionSudah berniat udah mundur karna pernikahan yang tidak berjalan sesuai alurnya Semua luka sakit ini sudah terlalu banyak,bendungannya pun hampir rusak. Sudah ditambal oleh rasa tapi luka yang kau berikan malah semakin dalam Harus bagaimana? Mundur at...
