20 : papah

7.1K 1K 92
                                        

Orang tua kami berdua memang melarang anaknya untuk pacaran. Makanya, kak Jaehyun hanya pernah merasakan 1 kali yang namanya pacaran.

Ia hanya punya 1 mantan pacar.
Tapi sepertinya, ratusan mantan gebetan.

Di gebet aja. ga di pepet. Ga berani katanya.

Untungnya kak Jaehyun dan aku sama-sama mendukung kalau ada salah satu dari kami yang pacaran selama itu sehat dan tidak merusak.


——

"ya na? Kenapa?"

"udah makan siang?"

"belum.. Kamu?"

"jalan yuk. Aku juga belum makan."

"Okeee."

"btw rin."

"apa?"

"aku mau bilang sesuatu."

"apa? Ngomong aja langsung."

"kamu bisa ngga hari ini jalan sama aku...."

"pake kerudung?"

"kamu pasti lebih cantik."

"ya?"

Hening sebentar sebelum aku menjawab Jaemin.

"Oke."

—

Aku memenuhi permintaan jaemin di telepon. Aku berkaca sebentar, melihat penampilan diriku yang lain di pantulan cermin.

"Pergi dulu ya kak." aku menyalami kak Jaehyun yang ada di kamarnya.

"Loh? Mau kemana? Pengajian? Tumben banget di hijab."

"Adeknya hijrah bukannya seneng." jawabku sedikit ketus.

"Kaka nanya loh. Ya bagus di hijab gitu. Seterusnya kalo bisa."

"Iya iya kak." aku menutup pintu kamar kak jaehyun lalu menuruni tangga. Menemui Jaemin di depan rumahku.

"Udah salam sama bang Jaehyun?" Tanya Jaemin begitu aku sampai di depannya.

"Udah." Aku mengangguk.

"Yuk?" Jaemin melirik mobilnya lalu kami sama-sama masuk.

Jalanan sedikit sesak di hari minggu. Kami tidak banyak mengobrol, hanya sekali-kali bersenandung bersama karena lagu yang di putar oleh radio.

"Na, hp mu bunyi itu." aku menunjuk hp Jaemin yang bergetar. Tanda panggilan masuk dari "ma'am"

Jaemin mengangkat ponselnya lalu mendekatkannya pada telinga.

"Hallo?"

"Jaemin, Papamu pulang. Jemput jam 1 di bandara ya? Tadi mama udah kasih tau kok ke papa mau kamu yang jemput."

"Hah???"

"Husein sastranegara. Jam 1 an."

Jaemin menatapku sebelum menjawab sambungan telponnya.

"Okay...." Jaemin berbicara dengan nada sedikit rendah.

Setelah itu ia mematikan telepon dan menaruhnya kembali di pinggirku, seperti tadi. Lalu ia melirik jam tangannya.

12.45

"Mama ya? Nyuruh pulang?" tanyaku pada Jaemin yang fokus pada jalanan yang menunjukan lampu berwarna Hijau.

Nana, Rindu Dan Agama [ Na Jaemin ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang