14 : promise

8.3K 1.2K 58
                                        

Setelah menceritakan apa yang terjadi di rumah tadi, Jaemin melirik jam tangannya yang menunjukan angka 6.

Hujan sudah mereda. Jaemin mengajakku pulang. Awalnya aku menolak.

Tapi ia bilang aku harus pulang. Harus shalat. Di rumahnya tidak ada mukena.

Jaemin mengantarku dengan mobilnya. Untung besok jadwalnya baju pramuka. Jadi jaemin bilang ia yang akan mengurus baju seragamku yang basah tadi.

"Masuk langsung makan malem. Shalat juga. Jangan lupa ya? Kalau mau apa-apa wa aku aja nanti aku anterin."

"Iya na. Makasih ya. Semuanya."

Jaemin mengelus puncak rambutku,"Iya..."

Aku keluar dari mobil dan masuk ke rumah. Aku kaget, kak jaehyun tiba-tiba memelukku.

"DEK KAKA NYARI-NYARI KAMU DARI TADI. KAMU KEMANA??? KAKA KHAWATIR!!" kata kak jaehyun membuatku kehabisan nafas karena pelukannya yang erat.

Dia melepas pelukannya lalu membawaku ke sofa. Duduk. Kami mengobrol disitu.

Aku menceritakan awal mulanya. Ceritanya, Semuanya. Bagaimana aku bisa nyaman dengan perempuan, dan bagaimana pula hal itu berhasil merubah pribadiku yang sulit bergaul dengan perempuan lain. Kecuali kayla tentunya. Membuat kak Jaehyun memelukku lagi.

"Jangan kasih tau ibu sama ayah ya, kak."

——

Tiiin tiiin

Suara klakson kendaraan menginstrupsi kegiatanku yang sedang bercermin. Penasaran, aku menengok ke jendela.

Mobil yang tak asing, Na Jaemin.

BRAKKK

Aku berlari keluar tergesa-gesa.  Memberi salam pada kak jaehyun yang tengah sibuk dengan laptopnya di ruang TV.

"Assalamualaikum."

"kamu udah sarapan emang??"

"ntar aja beli di sekolah!" kataku sambil menutup pintu lalu menghampiri mobil hitam milik jaemin.

Aku mengetuk jendelanya. Ada Jaemin di kursi kemudi. Ia tersenyum lalu melambaikan tangan. Kami berangkat ke sekolah bersama.

Di sekolah, keadaan lebih buruk. Semua orang lebih berisik ketimbang kemarin. Jaemin mempercepat langkahnya sambil mengeratkan tanganku. Akupun turut menyamakan langkahku dengannya.

Puncaknya adalah istirahat. Aku dan Jaemin makan di salah satu meja panjang di kantin. Bahkan kini banyak yang membicarakan berita ini di sekitarku. Sangat keras, Sangat Jelas.

Aku bukan tipe orang yang berani melawan. Siapa aku? Murid pintar? Bukan. Berprestasi? Tidak. Menyumbang untuk sekolah? Tidak pernah.

BRAKKK

Jaemin berdiri. Membuatku yang ada di sebelahnya kaget dan memalingkan wajah padanya.

"DENGER YA, KALIAN SEMUA." teriak Jaemin. Semua orang langsung mengunci mulut mereka. Memusatkan perhatian pada pria berambut coklat muda yang ada di sebelahku.

Jaemin menarik tanganku, membuatku berdiri dan menatap matanya.

"NIKEN."
"GUE."
"SUKA."
"SAMA."
"LO."

cup~

Jaemin mendaratkan bibirnya di pipi kiriku.

Para murid yang ada di kantin terkejut. Ada yang bertepuk tangan dan tertawa, ada yang membicarakanku lagi, ah... Banyak.

Hanya sebentar, setelah itu jaemin melepasnya dan membawaku pergi dari kantin. Lari dari masalah lain yang mungkin sekarang sedang merambat disana.

"Na!" kataku ketika kami berada setengah jalan menuju gedung.

"Kenapa?!" Jaemin sedikit membentak.

"Eh..eh.. Maaf aku masih kebawa suasana yang tadi.." Lanjut Jaemin sambil menggaruk lehernya.

"Tadi itu apa-apaan??! Yang kamu lakuin tadi bisa jadi masalah baru buat aku!" aku meluapkan emosiku.

"Loh, kok kamu jadi marah-marah gini? Kamu gak suka sama apa yang aku lakuin tadi? Gak suka ngakuin aku ini pacar kamu?"

"Na!"

"Apa?!"

"AKU MALU! KENAPA GAK NGERTI SIH?!"

Awalnya hening, namun kemudian Jaemin tertawa. Ia memegang pundakku, "Itu? Kamu malu? Astaga..."

"Tapi kamu percaya kan?" sambungnya.

"Percaya apa?"

"Percaya sama Na Jaemin." ia terlihat percaya diri.

"Iya iya percaya..."

Jaemin mengangkat tangan kanan lalu mengacungkan kelingkingnya di depanku.

"Harus ya? Pokoknya harus. I'll protect you here. Promise."

——


"Itu? Kamu malu? Astaga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Itu? Kamu malu? Astaga.."

     

Ntar malem aku up lagi gaiseu. Stay cuuuuun.

jangan lupa komen💝💘💕💗💞💟💖

Nana, Rindu Dan Agama [ Na Jaemin ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang