"Temenku waktu kecil mau dateng kesini, Evelyn. Aku khawatir."
"Terus? Kenapa harus khawatir? Dia kan temenmu."
"Aku khawatir sama kamu, Rin. Bukan sama Lyn." "Semoga aja yang aku pikirin gak jadi kenyataan." dia menghela nafas kasar.
"Na." panggilku.
"Hm?" ia menyahut.
"Aku gak suka."
"Gak suka apa?"
"Rahasia-rahasiaan." "Kita kan....udah lebih dari temen, Kenapa harus masih simpen rahasia satu sama lain?"
"huft, okay..." "Tapi kamu juga ya? Jangan suka rahasia-rahasiaan. Jangan suka deket-deketan sama haechan."
"Ih kok haechan!"
"Kamu pikir aku gak liat di kantin? Aku liat tau...." "Tadinya aku mau samperin kamu terus nampar kamu gitu... Plakk! Terus aku bilang, 'Tega kamu sulastri sama mas, tega!'" Jaemin memperagakan nada bicara orang-orang yang ada di sinetron.
"Cie... Cemburu ya?"
"Nggak rin, Jualan baso tahu."
"Apasih... Gak nyambung."
"Gapapa, yang penting hubungan kita nyambung teruuuus."
"Cerita dulu, Evelyn kenapa?"
"Itu..." jaemin menggantungkan kalimatnya membuatku semakin penasaran.
"Evelyn kan cewek." "Nanti kamu cemburu lagi sama dia." "Ehehehe"
——
Gengz ini ceritanya ngga angst kok, gue gak bisa bikin cerita yang menguras air mata gitu.
Jadi, simpen air mata kalian buat sesuatu yang bahagia, oke~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.