Aku mengusap wajahku dengan tangan yang masih berbalut mukena.
Beres itu, aku melipat mukena ku dan melirik ke jendela. Seseorang yang tidak asing, seseorang yang mengantarku tadi. Disana. Di bawah pohon itu sambil mendengarkan musik lewat headset yang terpasang di telinganya.
Aku tersenyum. Merasa ada seseorang yang menungguku. Segera aku membawa mukenaku dan keluar dari masjid. Menghampiri Jaemin di bawah pohon rindang.
"udah shalat?" tanyaku begitu aku tiba di hadapannya.
"Udah, Kamu?"
"Udah kok." balasku.
Di tersenyum, "Ayo. Mau ke kantin dulu?"
"Ga usah. Ke kelas aja langsung, yuk."
"Oke.." dia tersenyum lagi lalu bangun dari duduknya. Kami berjalan menuju kelas yang ada di lantai 3. Seperti tadi, dia mengajakku berbincang. Dan kali ini aku menjawabnya sedikit antusias.
Sampai di kelas, kami masih mengobrol. Saling bersenda gurau. Membicarakan guru-guru yang ada di sekolah, bahkan hal yang tidak penting sekalipun.
——
Bel berbunyi tanda pulang sekolah. Seisi kelas riuh dan berhamburan keluar. Berbeda denganku yang baru membuka mata. Aku ketiduran seperti biasanya.
Aku mengucek mata dan melihat ada Jaemin disebelahku. Padahal kelas sudah kosong. Tapi dia masih disini, memperhatikanku, dan tersenyum.
Aku Menguap, merapikan rambutku yang sedikit berantakan.
"Kenapa gak dibangunin?" kata ku pada Jaemin.
"Gak tega. Kamu nyenyak banget." Jaemin menaruh sikutnya di atas meja dan menjadikan telapak tangan kanannya sebagai tumpuan wajahnya.
"Gimana kalau ada guru yang liat?! Astagfirullah Jaemin.. Habis aku pasti.. Arghhhh"
"Tenang, Tadi aku nutupin kamu kok. Jadi yaaa... Gak terlalu keliatan."
"harusnya tadi dibangunin aja..."
"Ga tega. Udahlah... Ayo pulang. Semuanya udah pulang, cuma kita yang belum."
Aku mengedarkan pandanganku ke seisi kelas. Melihat keluar jendela dan memang semua sudah diluar.
Jaemin mengambil tasnya, disusul aku. Kam—maaf maksudku aku dan Jaemin— berdiri hampir bersamaan. Jaemin berjalan di depanku, lalu saat diluar kelas dia berjalan di sebelah kananku.
Tidak banyak obrolan, aku masih mengantuk. Aku lalu berjalan ke parkiran motor. Mencari dimana motorku dengan Jaemin yang selalu mengikutiku.