"Hai, para pecundang minggir!." teriak Haechan saat akan keluar dari kelas.
"Kau yang pecundang, jalan masih lebar juga." jawab Chenle.
"Hah? Aku? yang benar saja, kau itu yang pecundang Chenle."
"Yakk, Haechan kau tak punya kaca huh?." tanya Jaemin.
"Kenapa hah? Memang benar dia pecundang. Nonanya saja begitu apalagi dia." sahut Haechan sambil menunjuk Chenle.
"Yakk! apa maksudmu huh? membawa nonnaku disini." tanya Chenle tidak terima.
"Huh, kau belum tahu. Nonnamu itu ketahuan membawa contekan, satu sekolah pun tahu tentang itu." sahut Jeno.
Chenle yang mendengarnya tidak terima menarik kerah baju Jeno dan menatapnya dengan marah. Jeno yang tak terima menghempaskan Chenle dan memukulnya.
"Hai hentikan!." teriak Mark memisahkan mereka.
"Kenapa Mark? Kau ingin membela mereka lagi? Kau juga ingin mengejekku hah?!." tanya Chenle sambil mengusap bibirnya yang sedikit berdarah.
"Tidak, bukan begitu aku hanya ingin kita seperti dulu lagi, hanya itu!." jawab Mark mengebu-gebu sudah lama ia ingin bicara ini pada mereka.
"Apa yang bisa diharapkan dari mereka hah? Sekali mereka penghianat tetap saja begitu."sahut Renjun.
"Kau pikir dirimu yang paling benar hah! kau penghianat disini!." teriak Jisung tidak terima.
"Kalian yang jelas-jelas meninggalkan kami waktu itu." sahut Jaemin.
"Kau pikir, pergi untuk siapa hah?! Untuk kalian yang tak tahu diri!." teriak Jeno.
Saat Minji hendak keluar kelas, jalan keluar sudah tertutup oleh mereka yang terus bertengakar. Ia begitu geram dengan ulah mereka.
"Kajja, Mark kita pergi saja, biarkan mereka terus bertengkar." ucap Minji yang tiba-tiba datang dan menyeret Mark darisana.
"Haii! Minji!." teriak Renjun, Haechan yang berbarengan yang tak dihiraukan Minji sama sekali ia terus menyeret Mark pergi dari kelas.
.
.
Minji membawa Mark pergi ke cafe langanannya. Dan memesan jus semangka untuk Mark dan untuknya.
"Minumlah, aku tahu kau sangat frustasi karena teman-temanmu itu. Kau suka semangka kan? Aku tahu dari Renjun." ucap Minji dan meminum jus miliknya.
"Ahh, iyaa aku suka. Kenapa kau membawaku ke sini huh? Seharusnya aku masih disana dan menyelesaikan masalah kami."
"Yakkk mark, kau tidak tahu huh? Mereka semua itu keras kepala, jika menyelesaikannya dengan cara seperti itu, mereka tak akan pernah akur." ucap Minji yang diangguki Mark.
"Memangnya apa masalah yang membuat mereka jadi terpecah dan kau jadi sibuk membuat mereka bersatu lagi?." tanya Minji pemasaran.
"Ohh itu, ini semua karena diriku. Jika saja malam itu, aku tidak membawa ke tempat bowling, maka tidak akan seperti ini."
Flashback on.
"Hallo, haechan kalian duluan saja yaa, aku masih punya urusan di rumah nanti aku menyusul."Ucap Mark dari sambungan telephone.
"Baiklah, kita duluan saja." jawab Haechan dan mematikan sambungan telephone.
"Kajja, kita pergi ke tempat bowling duluan saja. katanya Mark nanti akan menyusul." ucap Haechan kepada ke lima temannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
You [NCT 2018]
Fanfiction*You are my reason* School life with NCT *NCT 2018 *EXO *BTS Cerita ini terinspirasi dari beberapa drama dan ide sendiri.
![You [NCT 2018]](https://img.wattpad.com/cover/170697109-64-k903093.jpg)