"Johnny, kau dari mana saja huh?" tanya Eommanya saat Johnny memasuki rumah mewah itu.
Ia memakai masker untuk menutupi lukanya, jika eommanya tahu pasti dia akan kena marah.
"Ohh, eomma kau belum tidur? Aku tadi dari rumah Jungwoo." jawab Johnny.
"Eomma masih menunggu appamu pulang." jawab nyonya Seo, memang kebiasaan eomma Johnny pasti selalu menunggu suaminya.
"Baiklah eomma, aku ke kamar dulu." sahut Johnny segera menaiki tangga dan pergi ke dalam kamarnya.
Ia segera membuka masker yang ia kenakan dan menghempaskan dirinya ke ranjang.
"Huhhh."
Johnny menghembuskan nafas kasarnya saat ia mengingat kembali masa lalunya bersama Taeyong. Kilasan menyakitkan kembali muncul diotaknya.
.
.
Disaat yang sama, Taeyong saat ini sudah berada di dalam kamarnya.
Bukannya segera mengobati lukanya ia lebih memilih membuka buku seketsa yang ia temukan di kamar Jaehyun, terus memandang nanar wajah yang tergambar disana.
Flash back on.
Dua tahun yang lalu.
"Hai hai hai,, sebentar lagi kau akan kalah eohh." seru Taeyong yang fokus menekan stik game.
"Kau pikir aku akan menyerah begitu saja hah?" sahut Winwin yang tak kalah fokusnya dengan Taeyong.
Mereka kini sedang di apartemen Winwin.
Winwin anak pindahan dari Cina dan tinggal sendiri di Korea, mereka selalu bermain di apartemennya.
"Yaa! yaa! yaa! sebentar lagi." seru Taeyong mengebu-ngebu, sampai ia bangkit dari duduknya di ikuti oleh Winwin juga.
"Hai kalian tahu dimana chargerku?" tanya Johnny tak ada yang menanggapi sama sekali.
Ia kembali mencari sendiri chargernya, ia tahu seberapa banyak ia berbicara jika kedua temannya ini sudah fokus game maka tidak akan ada yang merespon.
"Akhirnya." ucap Johnny menemukan chargernya di dalam tas, ia segera mencari colokan, tapi tak ada yang tersisa di sana, ia segera mencabut asal salah satu colokan.
"Yakkk! Johnny! Apa yang kau lakukan huh?." tanya Winwin dengan muka memerah begitu juga dengan Taeyong.
Mereka menatap Johnny garang, Johnny menyerit tidak mengerti memangnya apa yang sudah ia lakukan.
"Ha?." Johnny segera menoleh ke arah layar televisi yang ternyata mati, karena ulahnya.
"Astaga mati aku." gumam Johnny, ia berancang-ancang untuk segera lari dari sana.
"Yaakkkkk serang!." teriak Taeyong segera mencekal Johnny diikuti oleh Winwin yang juga ikut menggelitik Johnny.
"Hahah haha... yakk! yakk! yakk! hentikann, hentikan ini geli hai aku aku mintaa maaf maaf." ampun Johnny pada mereka tapi sama sekali tidak dihiraukan.
"Hah! Kau pikir kau bisa lepas huh?." ucap Taeyong.
"Hahah rasakan itu John." sahut Winwin.
Johnny sudah tidak tahan lagi, ia segera membalikkan keadaan, ia mengumpulkan semua tenaganya melepas cekalan Taeyong dan berganti mencekalnya.
Winwin yang tahu ini situasi tak baik untuknya ia segera pergi, tapi sebelum ia sempat melangkah Johnny lebih dulu mencekalnya. Kedua tangannya mengapit kepala Winwin dan Taeyong, sambil terkekeh penuh kemenangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
You [NCT 2018]
Fanfiction*You are my reason* School life with NCT *NCT 2018 *EXO *BTS Cerita ini terinspirasi dari beberapa drama dan ide sendiri.
![You [NCT 2018]](https://img.wattpad.com/cover/170697109-64-k903093.jpg)